Kisah Tim Ekspedisi Arah Singgah TelusuRI, Temukan Makna Hutan Bagi Masyarakat Adat

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Muhammad Faizin

26 Des 2024 14:30

Thumbnail Kisah Tim Ekspedisi Arah Singgah TelusuRI, Temukan Makna Hutan Bagi Masyarakat Adat
Aktifitas masyarakat adat di Kampung Bariat. (Foto: TelusuRI)

KETIK, MALANG – Tim Ekspedisi Arah Singgah, TelusuRI, membagikan serangkaian kisahnya selama menjelajahi hutan di 10 kabupaten di Indonesia. Dalam perjalanan tersebut, ditemukan berbagai fakta yang mengungkap makna dari hutan bagi masyarakat adat.

Perjalanan tersebut dilakukan di 10 kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Tengah, Sumatera Utara, Riau, Kalimantan Timur, Papua Barat Daya, dan Papua. Perjalanan yang dilakukan pada 2023-2024 itu mempertemukan mereka kepada para masyarakat adat yang mengandalkan hutan untuk bertahan hidup.

Salah satu anggota tim, Rifqy Faiza Rahman menjelaskan hutan adalah ibu bagi masyarakat Papua. Seperti di Kampung Bariat, Sorong Selatan bahwamasyarakat dapat menemukan sagu dengan mudah di hutan. Sedangkan untuk padi, mereka harus menunggu hingga empat bulan lamanya.

“Kami mengamati cara mereka mengolah sagu dari hulu sampai ke hilir. Satu pohon sagu ditebang dan diolah bersama-sama. Ada pembagian tugas yang jelas antara laki-laki dan perempuan. Hasil olahan berupa tepung sagu bisa dikonsumsi oleh banyak orang dalam satu kampung selama berhari-hari,” kata Rifqy.

Masyarakat dapat memanfaatkan hutan dengan bijak, bahkan mereka tidak menebang habis pohon sagu. Selain itu hutan juga menyediakan garam di Kampung Malawele, Kabupaten Sorong. Di sana garam dihasilkan dari pelepah pohon nipah yang dibakar hingga menjadi abu.

Sedangkan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, hutan dan ekosistem karst Sangkulirang-Mangkalihat masih terjaga dengan baik. Padahal kampung-kampung lainnya sudah dipenuhi dengan kelapa sawit.

“Koneksi antara mereka dan hutan, termasuk orang mudanya, sangat baik. Mereka masih bisa bermain di hutan, mencari hasil hutan, seperti madu hutan, juga berburu kijang dan babi hutan. Suku Dayak Lebo yang tinggal di Kampung Merabu dikenal sebagai suku peramu obat tradisional, yang bahannya didapat dari hutan," lanjutnya.

Rifqy juga menceritakan kisahnya saat berada di Desa Brenggolo, Wonogiri, Jawa Tengah. Di sana terdapat tokoh inspiratif yang mengubah daerah gersang dan mudah longsor menjadi perkebunan kopi. Perjuangan tersebut dilakukan oleh warga yang sempat bekerja di perkebunan kopi di Palembang yang pulang membawa bibit kopi.

“Saat dicoba di kampungnya, tak ada orang yang merespons. Namun, perlahan perjuangan mereka membuahkan hasil. Berkat kopi, kampung yang awalnya gersang dan kurang sejahtera, bisa mendapatkan penghidupan yang lebih baik daripada sebelumnya. Dari segi ekologi, kopi juga memberi benefit, karena berfungsi menyimpan air,” terangnya.

Menariknya, saat ia berkunjung di Kabupaten Langkat sempat bertemu dengan Rutkita Sembiring yang merupakan mantan pembalak liar. Ia mengaku pernah membabat habis pohon di area konservasi Tangkahan hingga 300-400 meter.

Namun berkat berdialog dengan kelompok mahasiswa pencinta alam, Rukita akhirnya tak lagi mengeksploitasi kayu dari hutan. "Hutannya memerah karena ditebang habis. Tapi, sekarang sudah kembali hijau dan menjadi destinasi ekowisata ternama," tuturnya.

Baca Juga:
Tinjau Kebakaran Hutan, Deputi Pelayanan Umum BP Batam Imbau Masyarakat Waspada
Baca Juga:
Gubernur Khofifah Inisiasi Perda Perkuat Perlindungan dan Kesejahteraan Masyarakat Adat Jatim
Baca Sebelumnya

Dukung Program Asta Cita Presiden Prabowo, Polsek Tegalampel Dirikan Rumah Inisiasi

Baca Selanjutnya

Ibu Kota Halmahera Selatan Bakal Berganti: Bacan Jadi Kota, Obi Sebagai Kabupaten Kepulauan

Tags:

hutan Masyarakat Adat Tim Ekspedisi Arah Singgah TelusuRI Makna Hutan

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

Dokumen Rumah Tak Sesuai Spek di De Cassablanca Malang, DPUPRPKP: Itu Tanggung Jawab Developer!

16 April 2026 18:38

Dokumen Rumah Tak Sesuai Spek di De Cassablanca Malang, DPUPRPKP: Itu Tanggung Jawab Developer!

Harga Cabai di Kota Malang Tembus Rp100 Ribu, Wahyu Hidayat Heran: Di Petani Cuma Rp40 Ribu

16 April 2026 18:27

Harga Cabai di Kota Malang Tembus Rp100 Ribu, Wahyu Hidayat Heran: Di Petani Cuma Rp40 Ribu

Pasar Sawojajar Bakal Disulap Jadi Pusat Kuliner, Lantai 2 Siap Tampung 30 UMKM

16 April 2026 15:35

Pasar Sawojajar Bakal Disulap Jadi Pusat Kuliner, Lantai 2 Siap Tampung 30 UMKM

DLH Kota Malang Petakan 39 TPS Tak Layak, Dorong Standarisasi Atap dan Fasilitas Lindi

15 April 2026 19:41

DLH Kota Malang Petakan 39 TPS Tak Layak, Dorong Standarisasi Atap dan Fasilitas Lindi

DPRD Kota Malang Ikut Kawal 4 Usulan Ranperda, Atur Pencegahan Narkoba Hingga RTH

15 April 2026 17:57

DPRD Kota Malang Ikut Kawal 4 Usulan Ranperda, Atur Pencegahan Narkoba Hingga RTH

33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi

15 April 2026 16:31

33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H