Kisah Tiga Nama pada Batu Andesit di Dalam Alun-Alun Tugu

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Marno

4 Jul 2023 11:31

Thumbnail Kisah Tiga Nama pada Batu Andesit di Dalam Alun-Alun Tugu
Ketiga batu kenangan keluarga Oosterhuis di dalam Alun-alun Tugu (foto: https://oorlogsgravenstichting.nl/)

KETIK, MALANG – Ketika memasuki kawasan Alun-alun Tugu sebelum dilakukan revitalisasi, akan ditemukan tiga bongkah batu andesit dengan ukiran nama. Rupanya tiga batu berbentuk kubus tersebut digunakan sebagai bangku yang memiliki kisah unik.

Terdapat nama seperti Tonko Oosterhuis, Johan Oosterhuis, dan Yan Oosterhuis di tiap batu. Mereka bertiga merupakan anggota keluarga yang sangat mencintai Kota Malang.

Tonko Oosterhuis merupakan tentara KNIL yang pernah bertugas di berbagai tempat, mulai dari kepulauan Alor Kalabahi, Waingapu, Cimahi, Surabaya, Samarinda, hingga akhirnya ditempatkan di Batalyon Infanteri 8 Rampal di Malang.Pada tahun 1925, Tonko menikahi Aletta Toepa saat bertugas di Waingapu.

Namun pada tahun 1942, invasi Jepang membuat Tonko ditahan di Surabaya. Istri dan anak-anak Tonko dikumpulkan di tempat Interniran di Jalan Welirang Street 43. Hingga Tonko oleh Jepang dikirim ke Pulau Seram Ambon untuk kerja romusha membangun lapangan terbang.

Baca Juga:
Plastik dari Singkong Ini Bisa Dimakan, Karya Lulusan Terbaik ITN Malang

Foto Tonko Oosterhuis dan Aletta Toepa (foto: https://oorlogsgravenstichting.nl/)Tonko Oosterhuis dan Aletta Toepa (foto: https://oorlogsgravenstichting.nl/)

Tonko meninggal pada tahun 1943 di Teluk Ambon saat kepulangannya ke Surabaya usai romusha. 

Batu selanjutnya, bertuliskan nama Johan Oosterhuis, anak sulung Tonko dan Aletta. Batu tersebut sebagai kenangan Johan yang pernah ditahan di lapas Lowokwaru dan meninggal pada bulan Juni 1945. Ia ditangkap oleh pasukan Jepang karena dianggap sebagai mata-mata.  

Batu terakhir bertuliskan Jan Oosterhuis, yang meninggal pada tahun 2003. Diketahui bahwa penyebab Jan meninggal ialah serangan jantung ketika reuni keluarga.

Baca Juga:
Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

Pemerhati Sejarah dan Cagar Budaya, Tjahjana Indra Kusuma mengatakan keluarga besar Oosterhuis dari Belanda membuat bangku tersebut sebagai kenangan dan bentuk cinta Tonko terhadap Malang.

"Mereka mohon ijzn memasang bangku ini ke DKP atau sekarang disebut DLH. Karena kan ini tempat umum," ujarnya.

Dijelaskan bahwa pemasangan ketiga bangku tersebut disesuaikan dengan garis imajiner tata ruang kawasan tersebut. Rupanya bangku tersebut dirancang oleh Luiz Wilson yang masih satu kerabat dengan Aletta Toepa.

"Ada sumbu imajiner dari Balai Kota Malang, Alun-alun Tugu, sampai Idenburgstraat atau saat ini Jalan Suropati, itu satu garis. Dua bangunan yaitu HBS dan komplek militer itu didesain tinggi atapnya sama, 12 meter. Itu memang masuk didesain tata kota, seperti koridor. Dulu juga belum ada Tugu, hanya air mancur," ujarnya.

Bahkan saat pemasangan ketiga bangku tersebut keluarga besar turut datang ke Malang untuk menyaksikan. Kini ketiga batu tersebut terpaksa terimbas proyek revitalisasi Alun-alun Tugu.(*)

Baca Sebelumnya

DPRD Surabaya Usulkan PPDB Zonasi Pakai Seleksi Agar Lebih Adil

Baca Selanjutnya

Jemaah Haji Kloter Pertama-Kedua Embarkasi Surabaya Tiba di Indonesia, Langsung Sujud Syukur

Tags:

Batu bersejarah Cagar Budaya Kota Malang alun-alun tugu

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

14 April 2026 16:25

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

14 April 2026 15:34

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

14 April 2026 14:57

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

13 April 2026 19:05

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

13 April 2026 17:45

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar