KETIK, MALANG – Siswi MTsN 1 Kota Malang berhasil membawa prestasi gemilang di panggung literasi nasional. Aliyyah Shafana Mahirah mampu menembus babak finalis dalam ajang bergengsi Anugerah Literasi Orbit 2026.
Kompetisi ini hadir di tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Orbit bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI.
Keberhasilan Aliyyah melaju di kompetisi ini hingga babak final menjadi momentum yang disyukuri dan disambut mendalam oleh keluarga besar MTsN 1 Kota Malang.
Tentunya keberhasilan salah satu siswi ini menjadi bukti bahwa madrasah telah mampu memberikan fasilitas untuk para murid mengembangkan bakat minatnya.
Aliyyah Shafana Mahirah mengaku kaget dan bangga di mana gagasan yang ia sampaikan mampu menarik perhatian dewan juri dalam kompetisi tingkat nasional tersebut.
Baca Juga:
Kolaborasi Bhabinkamtibmas dan Kelompok Tani Cemorokandang, Hasilkan Panen Jagung 4 Ton“Alhamdulillah senang, bersyukur, dan kaget karena karya saya bisa mendapatkan penghargaan,” ungkap Aliyyah penuh rasa syukur.
Pencapaian luar biasa ini, tentunya adalah hasil dari kejeliannya dalam mengangkat tema yang dekat di kehidupan remaja. Maraknya budaya populer, membuatnya mengkritisi dengan mengamati kegandrungan teman-teman sebayanya terhadap musik Korea (K-Pop).
Meski tak turut fanatik oleh musik Kpop, Aliyyah memutuskan untuk mengolah fenomena tersebut menjadi tulisan yang edukatif dan bijak.
“Saya melihat di lingkungan saya sebagian besar remaja saat ini menyukai K-Pop. Tetapi jika kita menyukai sesuatu harus dipilih mana yang baik dan mana yang buruk agar kita tidak terpengaruh oleh hal-hal yang negatif,” jelasnya.
Baca Juga:
Kritisi Politik Hukum Pembentukan Perundang-Undangan, FH UB Gelar Bedah Buku Musyawarah (Syura) Karya Prof. BambangDi balik keberhasilan Aliyyah menembus ajang nasional dengan gagasan tersebut, ia mendapatkan dukungan besar, khususnya pendampingan intensif dadi sang pembina di madrasah.
Ia secara langsung dibimbing oleh Yoga Prasetya, S.Pd., M.Pd., Gr., pembimbing Ekstrakurikuler Penulisan Kreatif (EPIK) MTsN 1 Kota Malang, hingga bakat dan minat Aliyyah dalam merangkai gagasan dasar secara konsisten.
Dalam masa bimbingan, masukan teknis, serta dorongan moral dari sang pembina menjadi pilar utama yang memperkuat rasa percaya diri dari Aliyyah dalam mengekspresikan pemikirannya hingga siap bersaing di tingkat nasional.
Selain peran pembina, Aliyyah juga menegaskan dukungan paling berharga datang dari kedua orang tua serta inspirasi dari kawan-kawan sebayanya.
“Dukungan di dalam keluarga yaitu dari Ayah dan Bunda saya, dan jika di MTsN 1 Kota Malang yaitu Pak Yoga sebagai pembimbing EPIK, serta teman-teman saya yang sangat menginspirasi,” tutur Aliyyah.
Aliyyah juga membagikan pesan bagi seluruh generasi muda yang tengah berjuang mengembangkan potensi diri. Menurutnya, proses belajar dan keberanian untuk mencoba jauh lebih berharga daripada sekadar hasil akhir.
“Jangan berhenti untuk berkarya karena kalah dan menang sudah biasa. Jika menang kita harus bersyukur dan jika kalah menjadi pelajaran untuk lebih semangat dan lebih baik lagi dalam berkarya. Yang terpenting kita harus selalu mencoba dan tidak boleh menyerah,” pesannya.
Melalui pencapaian Aliyyah, MTsN 1 Kota Malang membuktikan bahwa mampu memberikan ruang pendampingan yang tepat untuk mengantarkan karya pelajar madrasah bersinar di kancah nasional.(*)