KETIK, MALANG – Kepergian Mat Suhadi (51) meninggalkan duka mendalam bagi warga Jalan Slamet RT 06 RW 03, Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Pria yang akrab disapa Pak Min tersebut dikenal sebagai sosok yang sangat ramah dan aktif dalam kehidupan bertetangga.
Salah satu tetangga korban, Misdi (65), mengungkapkan bahwa profesi satpam di Perumahan Cemara Diamond Townhouse sebenarnya hanyalah pekerjaan sampingan bagi almarhum. Keseharian korban lebih banyak dihabiskan sebagai pekerja kasar di proyek bangunan.
"Aslinya, almarhum ini bekerja sebagai kuli bangunan. Sedangkan pekerjaan sebagai satpam perumahan, itu merupakan sambilan," jelasnya saat ditemui oleh Ketik.com, Minggu, 10 Mei 2026.
Misdi menjelaskan bahwa perumahan yang dijaga korban tergolong baru, di mana saat ini baru berdiri kantor pemasaran dan rumah contoh. Meski jarak rumah dengan lokasi kerja hanya sekitar 300 meter, almarhum dikenal sangat disiplin menjaga keamanan wilayah tersebut.
"Tiap malam sekitar jam 19.00 atau jam 20.00 WIB, korban berangkat dan berjaga di perumahan tersebut. Jarak lokasi perumahan sama rumah korban ini juga tidak terlalu jauh, sekitar kurang lebih 300 meter," terangnya.
Baca Juga:
Kronologi Duel Maut Satpam Vs Maling di Cemorokandang Kota MalangIronisnya, saat tragedi berdarah itu terjadi, Mat Suhadi sebenarnya belum masuk jam operasional jaganya. Namun, jiwa tanggung jawabnya memanggil setelah menerima laporan adanya aktivitas mencurigakan.
"Pada Sabtu, 9 Mei 2026 sekitar jam 17.30 WIB, ia menerima laporan kalau ada orang mencurigakan bawa kusen dan galvalum dari perumahan tersebut. Kemudian dicek, terus akhirnya dikejar hingga ke Jalan Raya Cemorokandang," ungkapnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun warga, korban sempat berhasil menangkap dan memegangi salah satu pelaku. Sayangnya, pelaku yang terdesak kemudian melawan dengan senjata tajam dan menusuk perut korban.
Meski sempat mendapatkan penanganan medis darurat, nyawa Pak Min tidak terselamatkan.
Baca Juga:
Ini Ciri-Ciri Pelaku Penusukan Satpam di Cemorokandang Malang"Sudah dibawa ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) dan sempat menjalani operasi malam itu juga dan selesainya sekitar pukul 22.00 WIB. Lalu kami dapat kabar pada Minggu, 10 Mei 2026 pagi ternyata meninggal," tambahnya.
Bagi warga sekitar, Mat Suhadi bukan sekadar tetangga, melainkan sosok yang menghidupkan suasana. Sifatnya yang gemar bercanda membuat warga merasa kehilangan teman bicara yang hangat.
"Almarhum ini merupakan sosok yang aktif dalam setiap kegiatan warga, suka guyon, dan suka kumpul-kumpul. Ia juga ramah dengan siapapun, sama orang yang belum terlalu dikenal langsung diajak ngobrol," tandasnya. (*)