KETIK, SURABAYA – Kiper Persebaya Surabaya Andhika Ramadhani dikabarkan bergabung Persik Kediri pada Liga Indonesia Super League musim kompetisi 2026/2027.
Kabar kepindahan kiper kedua Bajul Ijo itu menguat pada pekan terakhir BRI Super League musim ini yang mempertemukan tuan rumah Persebaya melawan Persik di pekan ke-34. Ditambah, kontrak Andhika di Persebaya bakal berakhir 30 Juni 2026.
Jika rumor tersebut benar maka penampilan kiper asli Arek Suroboyo itu akan menjadi yang terakhir berkostum hijau-hijau. Cak Dhik balal menyusul Supriyadi, winger lincah Persebaya yang sudah menyeberang ke Persik lebih dulu.
"Benar, Andhika sudah hampir pasti ke Kediri. Di sana dia akan jadi kiper utama," ujar sumber internal Persebaya.
Kepindahan Andhika juga semakin menguat saat postingannya di Instagram pribadinya @cakdhik dikomentari oleh rekan setimnya. Di postingan bertuliskan "Until the end" yang artinya Sampai Akhir, Koko Ari Araya membalas emoticon sedih di kolom komentar. Reaksi bek kanan Persebaya itu memunculkan tanggapan beragam dari para bonek.
Baca Juga:
Rumor Ramadhan Sananta Gabung Persebaya, Ini Jawaban Santai Bernardo TavaresWarganet lainnya juga merasa postingan Andhika adalah kode dirinya bakal hengkang akhir musim ini. Tidak sedikit reaksi bonek yang sedih karena harus ditinggal kiper asli binaan Persebaya yang sejak remaja sudah mengawal gawang Green Force.
Andhika Ramadhani adalah penjaga gawang asli Surabaya didikan Persebaya. El Faza menjadi klub internal yang membina bakat Andhika. Andhika adalah contoh pemuda yang tidak pernah menyerah mengejar cita-citanya.
Semasa kecil, ia hanya tinggal dengan ibunya yang punya kedai kopi kecil. Saat tidak sekolah dan latihan sepak bola, Andhika sering membantu pamannya menjadi tukang parkir. Dengan kerja keras dan semangatnya, Andhika punya karir sepak bola yang bagus.
Ia masuk dalam skuad Persebaya U-20 ketika juara EPA 2019. Ia juga masuk tim senior, menjadi pendamping Ernando Ari. Andhika dulu memiliki kontrak jangka panjang dengan Persebaya. Kini di usianya yang menginjak 27 tahun, rupanya ia ingin mencoba babak baru dan mengembangkan karir lebih tinggi dengan menjadi kiper utama di Persik Kediri.
Baca Juga:
Persik Kediri Incar Kemenangan di Laga Away Terakhir Kontra Persebaya SurabayaCak Dhik, kiper kelahiran 5 Januari 1999 memiliki tinggi 1,81 meter. Bergabung di tim senior sejak 2021, ia lebih banyak menjadi kiper kedua. Saat Ernando bermain di Timnas atau cedera, Cak Dhik selalu menjadi pilihan utama.
Di akhir musim ini, Cak Dhik tampil reguler 8 kali penampilan. Diawali menang melawan Persita menang 1-0, lalu kalah beruntun menghadapi Persija (3-0) dan Madura United (1-2).
Selanjutnya, lima kali beruntun ia mengawal gawang Persebaya. Hasilnya luar biasa, di lima pertandingan itu ia mencatatkan clean sheet alias tanpa kebobolan. Masing-masing menang 0-2 lawan Malut United, 0-4 menghadapi Arema FC, 4-0 menjamu PSBS Biak, 0-0 bertandang ke Persis Solo dan pesta 0-7 saat melawat ke Semen Padang.
Bahkan, saat menghadapi tuan rumah Persis Solo, Cak Dhik terpilih sebagai pemain terbaik atau man of the match atas penampilan impresifnya di bawah mistar Persebaya dan berhak atas penghargaan dari sponsor liga.
Sejak bergabung September 2020, Andhika sebanyak 23 kali mencatatkan cleen sheer, dan sudah memiliki 5.628 menit bermain bersama Persebaya.
Di pertandingan akhir, besar kemungkinan Andhika kembali menjadi starter. Kiper bernomor punggung 52 itu bakal memberikan penampilan terbaik dengan "happy ending" atau akhir yang indah. Peluang bermain inti juga tidak lepas dari kondisi Ernando Ari yang belum pulih 100 persen dari cederanya.
Tak itu saja, polemik perpanjangan kontrak atau tidaknya seorang Ernando Ari juga diyakini membuat Pelatih Persebaya Bernardo Tavares membangkucadangkan sang kiper eks Timnas tersebut. (*)