KETIK, BONDOWOSO – Program khitan massal modern gratis yang menjadi bagian dari rangkaian Bondowoso Digital Days 2026 mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Kuota sebanyak 50 peserta habis hanya dalam hitungan jam setelah pendaftaran dibuka, menandakan tingginya antusiasme warga terhadap layanan kesehatan yang mengusung teknologi modern tersebut.
Kegiatan bakti sosial yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Bondowoso, Rabu, 15 Juli 2026, merupakan hasil sinergi Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), BAZNAS Bondowoso, dan Klinik Al Fatih Bondowoso.
Kolaborasi ini menghadirkan layanan khitan modern tanpa dipungut biaya sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan transformasi digital kepada masyarakat.
Berbeda dengan metode konvensional, layanan yang diberikan menggunakan teknik khitan modern tanpa suntikan anestesi dan tanpa jahitan. Selain memberikan kenyamanan lebih bagi anak-anak, metode tersebut juga memungkinkan peserta beraktivitas normal, termasuk mandi, segera setelah tindakan dilakukan.
Wakil Bupati Bondowoso, KH. As'ad Yahya Syafi'i, SE, yang hadir meninjau langsung kegiatan itu menilai program tersebut merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap kesehatan anak sekaligus wujud kolaborasi yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Baca Juga:
Akhiri Ketidakpastian, Ribuan Warga Ijen Bondowoso Segera Kantongi Legalitas Tanah"Khitan massal ini menjadi salah satu bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap kesehatan generasi penerus. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat," ujarnya.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, lembaga sosial, dan penyedia layanan kesehatan menjadi kekuatan penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat budaya gotong royong di Kabupaten Bondowoso.
Kepala Bapenda Bondowoso, Slamet Yantoko, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan layanan kesehatan gratis, tetapi juga memperkenalkan sistem pelayanan berbasis digital.
Mulai dari proses pendaftaran peserta hingga penyampaian informasi perawatan pasca khitan dilakukan secara digital agar masyarakat semakin akrab dengan kemudahan teknologi.
Baca Juga:
Pemkab Bondowoso Gandeng IKA UNAIR, Sinergi Akademisi Dipercepat untuk Dongkrak Pembangunan"Melalui Bondowoso Digital Days kami ingin menunjukkan bahwa digitalisasi mampu menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, praktis, dan efisien. Khitan massal modern ini menjadi salah satu contoh implementasinya," jelas Slamet.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Bondowoso, KH. Romli, mengatakan Pendopo Kabupaten dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki makna historis sebagai pusat pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat. Ia berharap dari tempat tersebut lahir generasi-generasi unggul yang mampu mengharumkan nama Bondowoso di masa depan.
Direktur Klinik Al Fatih Bondowoso, Gesit Wira, menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi pelayanan kesehatan yang mudah diakses masyarakat. Menurutnya, metode khitan modern yang diterapkan dirancang agar proses tindakan lebih nyaman, aman, dan minim trauma bagi anak-anak.
Bondowoso Digital Days 2026 sendiri berlangsung pada 14–27 Juli 2026 dengan menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari pameran teknologi digital, bazar UMKM, layanan publik terpadu, edukasi digital, hingga hiburan masyarakat.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap transformasi digital tidak hanya menjadi konsep, tetapi benar-benar menghadirkan manfaat nyata bagi pelayanan publik dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. (*)