KH Thoha Yusuf Zakariya Curhat ke Rizal Ramli: Kita Sedang Mencari Obat untuk Indonesia  

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Moana

5 Jun 2023 07:28

Thumbnail KH Thoha Yusuf Zakariya Curhat ke Rizal Ramli: Kita Sedang Mencari Obat untuk Indonesia  
Rizal Ramli bertemu dengan pimpinan Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso, Jawa Timur, KH. Thoha Yusuf Zakariya.(Dok.Pribadi)

KETIK, BONDOWOSO – Hubungan persahabatan tokoh nasional Dr Rizal Ramli dengan para tokoh agama bukan merupakan hal yang baru.

Sebagai murid ideologis Gus Dur yang menekankan pentingnya menjaga toleransi dan kerukunan, Rizal Ramli juga mengutamakan dialog untuk mencapai Indonesia yang lebih baik.

Setelah sebelumnya pada Kamis, 1 Juni lalu, bertemu dengan tokoh umat Hindu dari Bali, Ida Rsi Putra Manuaba (Agus Indra Udayana) atau yang biasa disapa Gus Indra, hari Sabtu (3/6/2023) kemarin Rizal Ramli bertemu dengan pimpinan Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso, Jawa Timur, KH. Thoha Yusuf Zakariya.

Silaturrahim dengan putra kiai kharismatik, KH Muhammad Ma'shum ini, berlangsung dalam suasana kekeluargaan.

Baca Juga:
OJK: Stabilitas Sektor Keuangan RI Tetap Terjaga di Tengah Gejolak Global

Selain sudah akrab dengan situasi pesantren yang pernah dikunjunginya beberapa tahun lalu itu, Rizal Ramli juga bersahabat dengan mendiang KH Muhammad Ma'shum ayahanda KH Thoha Yusuf Zakariya.

Di sela-sela pengajian rutin bulanan Tambhana Ate, Ngaji Kitab Tafsir Jalalain yang dihadiri oleh para kiai, para santri dan para santriwati serta masyarakat umum itu KH Thoha Yusuf Zakariya meminta Rizal Ramli untuk menjelaskan mengapa kondisi perekonomian nasional saat ini begitu sangat memprihatinkan.

“Kita sekarang ini sedang mencari obat untuk hati yang sedang gundah gulana. Karena ekonomi, politik, keamanan, sosial, di Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Kenapa kok seperti ini masalah ekonomi kita," ujar KH Thoha Yusuf Zakariya bertanya-tanya. 

Menurutnya, pemiskinan ekonomi atau pem-fakiran umat di negeri ini dapat mengakibatkan kekufuran umat.

Baca Juga:
Prabowo Bertemu Ray Dalio di Istana, Bahas Strategi Penguatan Ekonomi dan Peran Danantara

Di sisi lain, iman dan takwa kepada Allah SWT sangat diperlukan, karena iman dan takwa akan memberikan jalan keluar dan barokah. Tanpa iman dan takwa, pintu-pintu keberkahan akan ditutup.

“Kami minta masukan dan arahan dari Pak Rizal Ramli. Kami ini orang desa, tapi ingin juga mempunyai wawasan global supaya kita siap menghadapi krisis pangan, krisis air, krisis ekonomi. Juga soal utang yang katanya tiap tahun bayar utang 1000 triliun. Kita butuh pemimpin yang kuat supaya Indonesia bisa keluar dari masalah-masalah seperti ini,” tandas KH Thoha Yusuf Zakariya.

Sebelum memulai pemaparannya, Rizal Ramli mengapresiasi ketangguhan dan kehebatan KH Thoha Yusuf Zakariya dalam mengelola Pondok Pesantren Al-Ishlah, sebagaimana yang dilakukan oleh mendiang KH Muhammad Ma'shum.

Di mana antara lain para santri dan santriwati Pondok Pesantren Al-Ishlah ada yang digratiskan dari biaya mondok dan ada yang boleh membayar biaya mondok semampunya.

Tentang kondisi perekonomian Indonesia yang kini semakin tertinggal oleh negara-negara lain, Rizal Ramli secara sederhana antara lain menjelaskan pada akhir tahun 1960-an kondisi perekonomian negara-negara di Asia, termasuk pula Asia Selatan, seperti China, Jepang, Korea, Malaysia, Thailand, India, Singapura, umumnya kondisinya sama, yaitu sama-sama miskin. 

China misalnya, income per kapitanya waktu itu setiap orangnya hanya 50 US $, setengah dari Indonesia. Namun, dalam waktu sekitar 30-40 tahun negara-negara tersebut mampu meningkatkan taraf perekonomiannya dan menjadi negara maju.

Malaysia kini income per kapitanya tiga setengah kali dibandingkan dengan Indonesia. Inilah yang menjelaskan para tenaga kerja Indonesia, yang kebanyakan kaum Nahdliyin, membanjiri Malaysia untuk bekerja di perkebunan-perkebunan.

Sementara model pembangunan Indonesia lebih banyak mengandalkan utang dan patuh pada IMF seperti yang terjadi di sebagian negara Latin Amerika dan Afrika, sehingga sulit untuk maju. Sedangkan dalam penanganan masalah utang sangat tidak kreatif.

Rizal Ramli mencontohkan salah satu cara kreatif yang dilakukannya dalam menangani masalah utang saat menjadi menteri keuangan di era Presiden Gus Dur. Yaitu dengan cara melakukan negosiasi atau restrukturisasi utang dengan debt swap, debt to nature swap atau skema lainnya.

Dalam diskusi yang berlangsung akrab dan diselingi canda itu, Rizal Ramli juga mengutip pernyataan KH Thoha Yusuf Zakariya yang bernada guyon tetapi mengandung spirit dalam perjuangan kehidupan: 

“Di Bondowoso kereta api disebut sepur. Di atas sepur ada kondektur. Daripada mati di tempat tidur, lebih baik mati di medan tempur ...”(*) 

 

Baca Sebelumnya

Buah Ini Mudah Didapat, Tapi Manfaatnya Bisa Cegah Kanker

Baca Selanjutnya

Tawarkan Kualitas Potong Rambut Premium, Surabaya Punya Cutsby Barbershop

Tags:

Dr Rizal Ramli KH. Thoha Yusuf Zakariya Ponpes Al Ishlah Bondowoso Ekonomi Indonesia Tokoh Politik Ekonom

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar