KH Moh. Zuhri Zaini: Sedekah Bukan Hanya Harta, Tutur Kata Baik Juga Bernilai di Hadapan Allah

Jurnalis: Ponirin
Editor: Muhammad Faizin

4 Mar 2026 05:40

Thumbnail KH Moh. Zuhri Zaini: Sedekah Bukan Hanya Harta, Tutur Kata Baik Juga Bernilai di Hadapan Allah
KH Moh. Zuhri Zaini, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo. (Foto: Ponirin Mika/Ketik.co.id)

KETIK, PROBOLINGGO – Sedekah tidak selalu identik dengan pemberian harta. Dalam pengajian khataman Kitab Nashoihud Diniyah di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, KH Moh. Zuhri Zaini menegaskan bahwa makna sedekah jauh lebih luas daripada sekadar materi.

Menurutnya, ucapan yang baik, sikap yang menyejukkan, hingga upaya membahagiakan sesama mukmin merupakan bentuk sedekah yang bernilai tinggi di sisi Allah SWT.

"Sedekah itu dapat menghapus kesalahan atau dosa, sebagaimana air memadamkan api," ujar Kiai Zuhri mengutip sabda Nabi Muhammad SAW.

Dalam tausiyahnya, Kiai Zuhri menggambarkan kondisi manusia di Padang Mahsyar pada hari kebangkitan. Ia menjelaskan, seluruh manusia akan dibangkitkan dalam keadaan tanpa daya, diliputi rasa takut, lapar, dan haus. Dalam situasi penuh kegelisahan tersebut, amalan sedekah menjadi salah satu penolong utama.

Baca Juga:
Pemprov Jatim Genjot Program PESTANA, Pesantren di Madura Jadi Garda Tangguh Bencana

Ia menyampaikan adanya balasan nyata dari Allah SWT bagi orang yang gemar bersedekah. Siapa pun yang memberi pakaian dengan ikhlas di dunia, akan diberi pakaian di akhirat. Orang yang memberi makan karena Allah akan mendapat balasan serupa, begitu pula mereka yang memberi minum dengan tulus akan dipuaskan dahaganya pada hari penghakiman.

Kiai Zuhri juga mengingatkan pentingnya meluruskan niat dalam bersedekah. Ia menegaskan bahwa sedekah boleh diniatkan untuk membahagiakan orang lain, tetapi menjadi tercela apabila bertujuan mencari pujian atau bersifat riya’. Ia pun mengingatkan agar kebaikan tidak dilakukan secara musiman, melainkan terus-menerus sebagai wujud keikhlasan.

Sebagai teladan, ia mengisahkan Kiai Abdul Lathif, ayah dari KH Moh. Kholil Bangkalan. Meski hidup sederhana, Kiai Abdul Lathif tidak pernah berhenti bersedekah dengan harapan putranya menjadi ulama. Doa dan ketulusannya berbuah manis ketika sang putra kelak dikenal sebagai guru para ulama besar di Indonesia.

Kiai Zuhri juga mengajak jamaah untuk tidak meremehkan kebaikan sekecil apa pun. Ia menuturkan kisah Imam Suyuti yang memperoleh kemuliaan di alam kubur bukan semata-mata karena karya ilmiahnya, melainkan karena pernah membiarkan seekor lalat minum dari tinta penanya saat menulis.

Baca Juga:
Gubernur Khofifah Resmikan Sarana Air Bersih di Bromo, Dukung Wisata Berkelanjutan dan Kenyamanan Pengunjung

Bahkan, tindakan sederhana seperti memberi makan semut pun termasuk sedekah. "Setiap perbuatan baik adalah sedekah. Jangan menunggu memiliki banyak harta untuk berbagi, lakukan sekarang meski tampaknya remeh," pungkasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Kisah Haru Rebi, Warga Difabel di Kendal yang Kini Punya Rumah Layak Huni Berkat TMMD

Baca Selanjutnya

Unesa Gelar Kelas Mengaji Al-Qur’an Bahasa Isyarat Selama Ramadan, Wujud Kampus Ramah Disabilitas

Tags:

Kiai Zuhri sedekah Pahala Besar KH Moh Zuhri Zaini pondok pesantren ponpes Nurul Jadid Paiton probolinggo

Berita lainnya oleh Ponirin

Menag Nasaruddin Umar: Pesantren Nurul Jadid Salah Satu Pesantren Terbaik di Indonesia

18 April 2026 13:06

Menag Nasaruddin Umar: Pesantren Nurul Jadid Salah Satu Pesantren Terbaik di Indonesia

Kunjungi Ponpes Nurul Jadid, Menteri Agama Dorong Pesantren Bangkitkan Semangat Baitul Hikmah

17 April 2026 18:18

Kunjungi Ponpes Nurul Jadid, Menteri Agama Dorong Pesantren Bangkitkan Semangat Baitul Hikmah

Arumi Bachsin Ajak Siswa SDN Randutatah Konsumsi Ikan, 'Superfood' Lokal Pencegah Stunting

16 April 2026 11:39

Arumi Bachsin Ajak Siswa SDN Randutatah Konsumsi Ikan, 'Superfood' Lokal Pencegah Stunting

Ingatkan Pengurus Pesantren, KH Abdul Hamid Wahid Tekankan 5 Pilar Pesantren dan Geopolitik

29 Maret 2026 21:08

Ingatkan Pengurus Pesantren, KH Abdul Hamid Wahid Tekankan 5 Pilar Pesantren dan Geopolitik

Ribuan Pengurus dan Dosen Pesantren Nurul Jadid Ikuti Halalbihalal

29 Maret 2026 20:31

Ribuan Pengurus dan Dosen Pesantren Nurul Jadid Ikuti Halalbihalal

Ribuan Pengurus Hadiri Halalbihalal di Ponpes Nurul Jadid Probolinggo, Ini Pesan Penting Kiai Zuhri Zaini

29 Maret 2026 19:21

Ribuan Pengurus Hadiri Halalbihalal di Ponpes Nurul Jadid Probolinggo, Ini Pesan Penting Kiai Zuhri Zaini

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend