KETIK, JOMBANG – Ketua Kelompok Tani (Poktan) Dusun Dukuh, Desa Dukuhklopo, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Eko Hadi Saputro, menyebut pembangunan Irigasi Perpompaan (Irpom) bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) senilai Rp155,7 juta telah sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Eko menjelaskan, penempatan sumur bor dan rumah pompa di tengah saluran irigasi tersier bukan tanpa pertimbangan. Lokasi tersebut dipilih berdasarkan kesepakatan petani, kelompok tani, dan penyuluh pertanian lapangan (PPL), lantaran jaringan irigasi lama disebut sudah tidak berfungsi.
Menurut Eko, pilihan lokasi itu juga mempertimbangkan keberatan petani apabila bangunan ditempatkan di lahan persawahan produktif. Keberadaan rumah pompa dan sumur bor dikhawatirkan mengurangi luas lahan yang bisa ditanami.
“Pembangunannya sudah sesuai RAB. Kenapa ditempatkan di saluran irigasi tersier, karena salurannya sudah tidak berfungsi dan atas permintaan petani setempat,” ujar Eko saat dikonfirmasi, Rabu, 21 Oktober 2026.
Ia menambahkan, pembangunan di atas saluran irigasi tersier yang sudah tidak aktif dinilai menjadi pilihan yang disepakati bersama. Pertimbangan lainnya, menurut dia, terdapat bangunan rumah pompa serupa dari bantuan Kementan di desa sekitar yang juga berada di atas saluran irigasi tersier.
Baca Juga:
Pompa Irigasi Bantuan Kementan Menyala, Puluhan Sumur Warga di Jombang Malah Mendadak KeringEko juga menyebut kebutuhan pengairan menjadi pertimbangan pembangunan Irpom. Petani di Dusun Dukuh, menurut dia, masih menghadapi kesulitan mendapatkan air untuk sawah, termasuk ketika musim hujan.
“Intinya memang sumur berada di tengah irigasi dan rencananya nanti juga akan dihidupkan kembali dengan membersihkan saluran irigasi tersier,” ujarnya memungkasi.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Muchamad Rony, sebelumnya membenarkan bahwa saluran irigasi tersier di lokasi pembangunan tidak aktif. Bangunan rumah pompa dibuat dalam bentuk panggung agar aliran air tetap memungkinkan apabila jaringan tersebut kembali difungsikan.
“Kalau kita lihat di foto, itu saluran irigasi tersier yang tidak aktif,” kata Rony.
Baca Juga:
Bupati Situbondo Minta Distribusi Air Bersih Ditambah dan Pemkab Siapkan Sumur BorIa menjelaskan, pembangunan dengan konstruksi panggung dimaksudkan agar air tetap bisa mengalir ketika saluran irigasi kembali berfungsi. Keberadaan Irpom di lokasi itu diharapkan membantu petani memperoleh pasokan air sekaligus mendorong pemanfaatan kembali jaringan irigasi lama. (*)