Ketua Komisi A DPRD Surabaya Kritik Keras Skema Baru Bantuan Pendidikan: Berpotensi Timbulkan Ketidakadilan

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Rahmat Rifadin

20 Okt 2025 17:10

Thumbnail Ketua Komisi A DPRD Surabaya Kritik Keras Skema Baru Bantuan Pendidikan: Berpotensi Timbulkan Ketidakadilan
Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko. (Foto: Shinta Miranda/Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, menyoroti tajam kebijakan baru Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang mengubah skema bantuan pendidikan dalam Raperda APBD 2026.

 Ia menilai langkah tersebut berpotensi menciptakan ketimpangan dan kecemburuan sosial di kalangan pelajar.

Menurut Yona, kebijakan yang hanya memberikan bantuan biaya pendidikan kepada siswa SMA/SMK swasta, sementara siswa negeri hanya memperoleh bantuan seragam, tidak memenuhi asas keadilan.

“Kami berpikir kebijakan ini tidak memenuhi asas keadilan. Baik siswa negeri maupun swasta sama-sama berasal dari keluarga miskin atau pramiskin. Kalau bantuan untuk yang negeri dihapus, pasti akan timbul polemik di bawah,” tegas Yona, usai rapat bersama Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Bapemkesra), Senin 20 Oktober 2025.

Baca Juga:
Penemuan Jenazah di Bawah Jembatan Tol Wonocolo Surabaya, Tim 112 Segera Evakuasi

Selama ini, seluruh penerima Beasiswa Pemuda Tangguh baik negeri maupun swasta memperoleh bantuan biaya pendidikan sebesar Rp200.000 per bulan. 

Namun mulai 2026, Pemkot berencana menghapus bantuan tunai bagi siswa negeri dan menaikkan bantuan untuk siswa swasta menjadi Rp500.000 per bulan.

Yona menilai kebijakan itu tidak hanya timpang, tetapi juga terlalu tinggi untuk satu kelompok penerima.

“Kenaikan untuk siswa swasta dari Rp200.000 menjadi Rp500.000 memang bagus tujuannya, tapi terlalu tinggi. Ini bisa menimbulkan kesenjangan sosial,” kritiknya.

Baca Juga:
Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Komisi A, kata Yona, tidak menolak peningkatan bantuan bagi siswa swasta, tetapi meminta agar besaran bantuan disesuaikan secara proporsional dan penerima diperluas.

“Lebih baik bantuannya dinaikkan jadi Rp250.000 saja, tapi kuotanya dua kali lipat. Jadi lebih banyak keluarga miskin yang bisa menikmati,” sarannya.

Selain besaran dana, Yona juga menyoroti mekanisme baru penyaluran bantuan yang rencananya langsung ditransfer ke rekening sekolah, bukan ke siswa. Menurutnya, sistem tersebut rawan penyalahgunaan jika tidak diawasi ketat.

“Kalau dana ditransfer ke sekolah, harus ada pengawasan. Jangan sampai ada sekolah yang menerima penuh padahal biaya SPP-nya lebih rendah. Ini bisa jadi celah penyimpangan,” ujarnya.

Politisi yang dikenal vokal itu menegaskan, Pemkot tidak boleh terburu-buru menjalankan kebijakan baru tanpa kajian mendalam.

Ia khawatir, perubahan skema justru menimbulkan gejolak di masyarakat dan mengaburkan semangat keadilan sosial.

“Setiap kebijakan publik harus berpihak pada keluarga miskin. Jangan sampai niat baik berubah jadi masalah sosial baru,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bapemkesra Kota Surabaya Arif Boediarto menjelaskan bahwa perubahan skema bantuan merupakan bagian dari restrukturisasi pengelolaan dana Kader Surabaya Hebat (KSH) agar lebih efektif.

Pada 2026, pengelolaan KSH akan dialihkan ke tingkat kecamatan dengan total anggaran mencapai Rp250 miliar.

“Kami ingin agar dana benar-benar digunakan untuk pendidikan. Karena itu, mulai tahun depan bantuan akan ditransfer langsung ke sekolah agar penggunaannya tepat sasaran,” terang Arif. (*)

Baca Sebelumnya

Flu Malaysia Naik 7 Kali Lipat, Pakar UNAIR Ajak Masyarakat Disiplin Jaga Daya Tahan Tubuh

Baca Selanjutnya

Belum Banyak Diketahui, Pemkot Malang Perkuat Sosialisasi Wakaf Uang

Tags:

DPRD Surabaya Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko bantuan pendidikan surabaya Raperda APBD 2026 surabaya APBD 2026 surabaya

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar