Ketua DPR RI Puan Maharani tentang Pemalsuan MinyaKita: Rakyat Korban karena Pengawasan Lemah

Jurnalis: M. Rifat
Editor: Rahmat Rifadin

15 Mar 2025 12:03

Thumbnail Ketua DPR RI Puan Maharani tentang Pemalsuan MinyaKita: Rakyat Korban karena Pengawasan Lemah
Ketua DPR RI Puan Maharani. (Foto: dpr.go.id)

KETIK, JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti kasus pengurangan takaran dan pemalsuan MinyaKita yang beredar di pasaran. Ia menegaskan pengawasan produk pangan harus ditingkatkan agar tidak terjadi penyalahgunaan yang merugikan rakyat.

Menurut Puan, jika pemerintah tidak segera bertindak tegas dan memperbaiki sistem pengawasan, kepercayaan masyarakat terhadap program bantuan pangan bisa semakin menurun.

"Jika hanya pelaku di tingkat bawah yang dijerat, sedangkan pihak yang lebih besar lolos dari tanggung jawab, maka keadilan tidak akan benar-benar ditegakkan," kata Puan dalam siaran persnya, (14/3/2025).

Puan menilai kasus pengurangan takaran dan peredaran MinyaKita palsu terjadi akibat kurangnya pengawasan, sehingga membuka celah bagi oknum yang ingin mengambil keuntungan.

Baca Juga:
Walkot Mojokerto dan Bulog Sidak Pasar, Pastikan Stok dan Harga Pangan Aman

"Kasus ini menunjukkan adanya celah dalam sistem pengawasan yang memungkinkan praktik pemalsuan terjadi. Pemerintah harus melakukan evaluasi terhadap lemahnya sistem pengawasan ini," ujar Puan.

Ia juga menekankan bahwa MinyaKita merupakan program pemerintah yang bertujuan menyediakan minyak goreng murah bagi masyarakat. Jika program ini dimanipulasi, dampaknya sangat besar, baik dari sisi kualitas maupun harga, serta berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.

"Negara harus memastikan bahwa kesejahteraan dan keadilan rakyat tidak dikorbankan hanya karena lemahnya pengawasan," katanya.

Ketua DPR RI meminta aparat penegak hukum menindak tegas semua pihak yang terlibat dalam kecurangan distribusi MinyaKita.

Baca Juga:
Cek Bahan Pokok di Pasar Larangan, Gubernur Khofifah Pastikan Kebutuhan Warga Tetap Terpenuhi

"Hukuman berat bagi pelaku kecurangan takaran produk dan pemalsuan pangan harus dipastikan agar memberikan efek jera dan tidak ada celah bagi praktik serupa di masa depan," ujar Puan.

Ia juga meminta seluruh rantai distribusi MinyaKita diusut tuntas untuk memastikan tidak ada lagi celah bagi praktik kecurangan di masa mendatang.

Untuk mencegah kasus serupa terjadi lagi, Puan meminta Komisi IX DPR RI yang bermitra dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) ikut mengawasi dan melakukan inspeksi berkala terhadap MinyaKita.

"BPOM harus meningkatkan pengawasan dan inspeksi berkala terhadap produk pangan di semua lini produksi dan distribusi. Termasuk juga mengecek merek-merek minyak goreng lainnya. DPR akan ikut serta mengawasi demi memastikan masyarakat tidak dirugikan lagi," tegasnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan Kementerian Perdagangan dan Satgas Pangan untuk membangun sistem pemantauan yang lebih transparan, sehingga setiap rantai distribusi produk bersubsidi dapat diawasi dengan lebih ketat.

"Sistem pengawasan harus diperkuat untuk mengantisipasi praktik-praktik penipuan yang merugikan masyarakat sebagai konsumen," tutupnya.

Dengan langkah tegas dari DPR RI dan pemerintah, diharapkan kasus pemalsuan dan pengurangan takaran MinyaKita tidak akan terulang, serta jaminan pangan bagi masyarakat tetap terjaga. (*)

Baca Sebelumnya

Daftar Pembagian Jadwal Tiga Gelombang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada di 24 Daerah

Baca Selanjutnya

Ini Kata Bupati Situbondo Mas Rio saat Kumpul Bareng Wartawan

Tags:

Ketua DPR RI Puan Maharani minyakita

Berita lainnya oleh M. Rifat

Diplomasi Maraton ala Prabowo, Tiba di Paris Temui Presiden Macron setelah 5 Jam Diskusi dengan Putin

14 April 2026 17:51

Diplomasi Maraton ala Prabowo, Tiba di Paris Temui Presiden Macron setelah 5 Jam Diskusi dengan Putin

Peta Geopolitik Tak Menentu, Prabowo dan Putin Perkuat Arah Kemitraan Indonesia-Rusia

14 April 2026 17:37

Peta Geopolitik Tak Menentu, Prabowo dan Putin Perkuat Arah Kemitraan Indonesia-Rusia

Komitmen Jaga Keutuhan Bangsa, Ulama Dirikan Wadah Santri dan Alumni Pesantren Se-Nusantara

14 April 2026 16:22

Komitmen Jaga Keutuhan Bangsa, Ulama Dirikan Wadah Santri dan Alumni Pesantren Se-Nusantara

MGPA Siapkan Opening Ceremony Megah untuk GT World Challenge Asia 2026 Mandalika

13 April 2026 08:05

MGPA Siapkan Opening Ceremony Megah untuk GT World Challenge Asia 2026 Mandalika

Prabowo ke Rusia, Dijadwalkan Bicara Empat Mata dengan Putin

13 April 2026 06:00

Prabowo ke Rusia, Dijadwalkan Bicara Empat Mata dengan Putin

Jadwal Salat Kota Surabaya 13 April 2026

13 April 2026 04:01

Jadwal Salat Kota Surabaya 13 April 2026

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar