KETIK, BANDUNG – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya menjadi momentum untuk menghidupkan kembali keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, khususnya melalui kedermawanan, kepedulian terhadap anak yatim, dan semangat membantu masyarakat yang membutuhkan.
Pesan tersebut disampaikan Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Dr. KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A., dalam sambutannya pada momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Linggaria Festival, Jl Pancasila, Kampung Cipasir RT 03/RW 09 Desa Linggar Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung. Minggu (20/9/26).
Pada kesempatan itu Ketua Baznas didampingi Camat Rancaekek Gugum Gumilar juga menyerahkan santunan kepada perwakilan dari puluhan penerima manfaat atau mustahik dari kalangan anak yatim, kaum dhuafa dan jompo.
Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup hanya diwujudkan melalui lantunan shalawat dan kemeriahan peringatan Maulid. Kecintaan tersebut perlu dibuktikan melalui amal nyata yang memberikan manfaat bagi sesama.
"Rasulullah SAW adalah manusia yang paling dermawan. Beliau sangat peduli kepada orang miskin, menyayangi anak yatim, dan senantiasa membantu mereka yang membutuhkan. Karena itu, jika kita benar-benar mencintai Rasulullah, mari kita teladani akhlak beliau melalui zakat, infak, dan sedekah," ungkapnya.
Baca Juga:
BAZNAS Kabupaten Bandung Buka Peluang Kerja Sama Wakaf Al-Qur’an dengan Lembaga TurkiMemuliakan Anak Yatim, Meneladani Kasih Sayang Rasulullah
Dalam kesempatan tersebut, KH. Yusuf Ali Tantowi mengingatkan bahwa Rasulullah SAW memberikan kedudukan istimewa kepada orang yang mengasuh dan menanggung kebutuhan anak yatim.
Ia mengutip hadis riwayat Imam al-Bukhari: "Aku dan orang yang menanggung anak yatim berada di surga seperti ini," sabda Rasulullah SAW sambil mengisyaratkan kedekatan jari telunjuk dan jari tengah.
Menurutnya, hadis tersebut merupakan motivasi besar bagi umat Islam untuk menjadikan kepedulian terhadap anak yatim sebagai bagian dari pengamalan ajaran Rasulullah.
Baca Juga:
Sekretaris Disbud Kabupaten Bandung: Linggaria Festival Hidupkan Empat Pilar Kebudayaan"Anak yatim tidak cukup hanya disantuni ketika ada acara keagamaan. Mereka membutuhkan perhatian berkelanjutan, pendidikan, kasih sayang, dan kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik. Jangan sampai kita begitu meriah memperingati Maulid Nabi, tetapi masih ada anak yatim di sekitar kita yang terabaikan," tegasnya.
Ia berharap setiap kegiatan Maulid dapat melahirkan gerakan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama anak yatim, fakir miskin, dan keluarga yang membutuhkan.
BAZNAS Hadir Mewujudkan Kepedulian Sosial
Lebih lanjut, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung menjelaskan bahwa semangat kedermawanan Rasulullah sejalan dengan misi BAZNAS dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui berbagai program pemberdayaan dan bantuan sosial, BAZNAS Kabupaten Bandung terus berupaya membantu masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi, memberikan dukungan kepada kelompok rentan, serta memperluas akses pendidikan keagamaan.
Salah satu perhatian BAZNAS Kabupaten Bandung adalah pengentasan buta huruf Al-Qur'an melalui program Dai Pelosok, pemberian bisyaroh bagi ustaz dan ustazah, peningkatan kapasitas guru mengaji melalui kegiatan upgrading, serta gerakan Sedekah Al-Qur'an.
"Kami ingin zakat, infak, dan sedekah masyarakat menjadi kekuatan nyata untuk menghadirkan perubahan. Tidak hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga membuka kesempatan agar mereka dapat bangkit, mandiri, dan berdaya pada masa yang akan datang," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa upaya tersebut memerlukan dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat. Semakin kuat kesadaran umat dalam menunaikan ZIS, semakin luas pula manfaat yang dapat dirasakan oleh para penerima manfaat.
Ajak Masyarakat Jadikan Sedekah sebagai Gaya Hidup
Pada momentum Maulid Nabi ini, KH. Yusuf Ali Tantowi turut mengajak masyarakat Kabupaten Bandung untuk semakin membudayakan zakat, infak, dan sedekah dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, kedermawanan tidak harus menunggu seseorang memiliki kekayaan berlimpah. Setiap Muslim dapat mengambil bagian dalam gerakan kepedulian sesuai kemampuan masing-masing.
"Tidak perlu menunggu kaya untuk menjadi dermawan. Yang memiliki kelapangan rezeki, mari berbagi lebih banyak. Yang memiliki kemampuan terbatas, tetaplah bersedekah dengan ikhlas. Sekecil apa pun kebaikan yang kita lakukan, insyaallah bernilai di sisi Allah SWT," tuturnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menunaikan kewajiban zakat serta menyalurkan infak dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Bandung agar dapat dikelola secara amanah dan disalurkan kepada pihak yang berhak sesuai ketentuan syariat.
Mengakhiri pesannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung menegaskan bahwa keberhasilan peringatan Maulid hendaknya tidak semata-mata diukur dari kemeriahan acara, melainkan juga dari perubahan perilaku dan manfaat sosial yang dihasilkannya.
"Maulid yang bermakna bukan sekadar Maulid yang ramai dihadiri, tetapi Maulid yang mampu menggerakkan hati untuk berbagi. Jika setelah Maulid semakin banyak anak yatim yang terbantu, masyarakat miskin yang diperhatikan, dan umat yang gemar bersedekah, itulah wujud nyata kecintaan kita kepada Rasulullah SAW," pungkasnya.
Melalui semangat Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, BAZNAS Kabupaten Bandung mengajak seluruh masyarakat memperkuat solidaritas dan menjadikan ZIS sebagai gerakan bersama untuk mewujudkan masyarakat Kabupaten Bandung yang semakin sejahtera.(*)