KETIK, BANDUNG – Layanan hapus tato gratis tidak semestinya berhenti pada tindakan medis. Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung Dr. KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A., mendorong agar penerima manfaat mendapat pendampingan lanjutan sehingga perubahan yang mereka mulai dapat berujung pada kemandirian.
Pesan itu disampaikan Yusuf saat menghadiri Program Layanan Hapus Tato Gratis Tahap III di Pondok Pesantren Anak Jalanan At-Tamur, Cibiru Hilir, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Rabu (9/9/2026).
Menurut Yusuf, keputusan seseorang menghapus tato dapat menjadi bagian dari proses perubahan dalam kehidupannya. Karena itu, layanan sosial semestinya tidak hanya menyelesaikan kebutuhan sesaat, tetapi juga membantu penerima manfaat membangun kehidupan yang lebih baik.
“Tugas kita bukan menghakimi masa lalu seseorang. Tugas kita adalah menguatkan ikhtiarnya hari ini dan membantu membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik,” ujar Yusuf.
Ia mengatakan layanan hapus tato memiliki dimensi kesehatan sekaligus sosial. Bagi sebagian masyarakat, biaya dan akses terhadap layanan medis dapat menjadi hambatan untuk menjalani proses penghapusan tato secara aman.
Baca Juga:
Bupati Tulungagung Lantik Pimpinan BAZNAS 2026-2031Melalui layanan gratis yang digelar BAZNAS Provinsi Jawa Barat bersama sejumlah pihak, masyarakat mendapat kesempatan memperoleh penanganan medis tanpa harus terbebani biaya.
Namun, kata Yusuf, perubahan tersebut perlu dilanjutkan dengan pembinaan.
Menurut dia, penerima manfaat yang telah mengambil keputusan untuk berubah perlu mendapatkan dukungan dari lingkungan. Pendampingan dapat dilakukan melalui penguatan mental, spiritual, keterampilan hingga pemberdayaan ekonomi.
“Ketika seseorang ingin berubah, ia harus menemukan tangan yang merangkul, bukan pintu yang tertutup,” katanya.
Baca Juga:
12 Pasangan di Brebes Nikah Gratis di MPP, Dapat Buku Nikah Hingga Modal UsahaYusuf mengapresiasi kolaborasi BAZNAS Provinsi Jawa Barat, Pondok Pesantren Anak Jalanan At-Tamur, tim medis dan pihak lain dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia menilai pesantren dapat menjadi salah satu ruang penting untuk pembinaan. Terlebih bagi masyarakat yang pernah berada dalam situasi sulit dan membutuhkan lingkungan yang mendukung proses perubahan.
Layanan Hapus Tato Gratis Tahap III berlangsung dalam dua sesi hingga sore. Kegiatan diisi pembacaan Al-Qur’an, testimoni penerima manfaat, penyerahan bantuan dan layanan penghapusan tato oleh tim medis.
Bagi Yusuf, testimoni peserta menunjukkan bahwa keputusan untuk berubah membutuhkan keberanian sekaligus dukungan lingkungan.
Karena itu, ia berharap masyarakat tidak terus memberikan stigma kepada orang yang sedang berusaha meninggalkan masa lalunya.
“Yang kita bangun bukan hanya perubahan fisik, tetapi juga harapan dan kepercayaan diri agar mereka bisa kembali menjadi bagian dari masyarakat,” ujarnya.
Sebagai Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, Yusuf menegaskan lembaganya akan terus mendorong program yang tidak berhenti pada bantuan atau pelayanan, tetapi diarahkan pada pembinaan dan pemberdayaan.
Menurutnya, keberhasilan program sosial pada akhirnya bukan hanya dilihat dari berapa banyak orang yang menerima layanan, melainkan dari seberapa jauh mereka mampu bangkit dan menjalani kehidupan secara mandiri.
“Manfaat program harus bisa dirasakan dalam bentuk pulihnya harapan, meningkatnya martabat dan tumbuhnya kemandirian penerima manfaat,” kata Yusuf.(*)