Keracunan Massal Usai Konsumsi Takjil, 4 Korban Masih Dirawat di Puskesmas Mayang

Jurnalis: Fenna Nurul
Editor: Mustopa

1 Apr 2024 11:06

Thumbnail Keracunan Massal Usai Konsumsi Takjil, 4 Korban Masih Dirawat di Puskesmas Mayang
Pasien anak alami gejala keracunan usai konsumsi takjil, tengah dirawat di Puskesmas Mayang, Jember (1/4/2024) (Foto: Fenna/Ketik.co.id)

KETIK, JEMBER – Puluhan warga Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember terpaksa dirawat di Puskesmas setempat. Akibat mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi takjil atau menu makanan gratis pada Minggu (31/3/2024) kemarin.

Sekitar 300 takjil dibagikan di depan SDN 01 Mayang yang berisi paket nasi putih, ayam suwir pedas, dan tempe bacem. Hingga saat ini, informasi yang diterima total ada 71 korban ditangani di sejumlah fasilitas kesehatan di sekitar kecamatan. 

Perawat Puskesmas Mayang, Fairus Fitri Sari mengatakan, hingga siang ini masih ada empat orang yang dirawat. Keempatnya adalah anak-anak, yakni Arga 11 tahun, Ananda Slamet 15 tahun, Putri 9 tahun, dan Wildan 11 tahun.

Keempat anak tersebut masih ada yang mengalami demam tinggi, pusing, diare sehingga kondisi tubuhnya masih lemas. 

Baca Juga:
Viral Kasus Bullying Siswa di Jember, Akademisi Soroti Bahaya Normalisasi Kekerasan Remaja

“Pasien masih terus menjalani perawatan intensif hingga kondisi membaik baru diizinkan pulang,” ujarnya, Senin (1/4/2024).

Sementara puluhan pasien lainnya telah diperbolehkan pulang tadi pagi sambil menjalani rawat jalan. Pihak puskesmas juga masih memeriksa sampel makanan tersebut apakah benar menjadi penyebab keracunan.

Menurut penuturan salah satu ibu pasien Dena, anaknya mengalami mual, muntah, diare, dan pusing tidak berapa lama setelah mengonsumsi makanan yang didapat dari bagi-bagi takjil gratis.

“Karena enggak segera membaik, sekitar pukul 03.15 pagi tadi dibawa ke puskesmas Mayang,” katanya.

Baca Juga:
Polisi Selidiki Kasus Bullying Siswa SMA di Jember, Diduga Libatkan 10 Remaja

Kondisi si anak saat ini masih terkulai lemas. Mendapati kondisi anaknya tidak segera membaik, baru sekitar pukul 03.15 pagi tadi di bawa ke puskesmas Mayang. Menjalani perawatan, kondisi si anak saat ini masih terkulai lemas.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember angkat bicara terkait kasus dugaan keracunan massal tersebut.

Kepala Dinkes Jember, dr Hendro Soelistijono mengatakan, sampai saat ini penyebab pasti keracunan tersebut masih belum diketahui. Namun demikian, pihaknya telah melakukan uji laboratorium pada sampel sisa makanan maupun muntahan dari korban. 

“Saat ini masih kami lakukan pemeriksaan dan uji laboratorium untuk mengetahui penyebab pastinya,” katanya melalui sambungan telepon Senin (1/4/24) sore. 

Pemeriksaan itu, lanjut dr Hendro, dilakukan secara kimia dan mikrobiologi di dua laboratorium berbeda untuk mengetahui kuman dan virus tertentu yang menjadi penyebab terjadinya keracunan. 

"Sejauh ini di Jember yang bisa melakukan pemeriksaan mikrobiologi itu di laboratorium kesehatan daerah (Labkesda), sementara pemeriksaan kimia kami lakukan di Surabaya," imbuhnya. 

Hasil pemeriksaan akan bisa diketahui  setelah 3-7 hari. Pihaknya menghimbau masyarakat untuk lebih waspada sebelum mengkonsumsi makanan, utamanya yang berada dalam kaleng.(*)

Baca Sebelumnya

Peternak Ayam Petelur Merugi, Pemkot Batu Siapkan Subsidi Pakan Jagung

Baca Selanjutnya

Kitab Berusia Lebih dari 3 Abad Lengkapi Koleksi Naskah Kuno di Masjid Al-Akbar Surabaya

Tags:

Keracunan Masal takjil Jember Mayang Dinkes Jember

Berita lainnya oleh Fenna Nurul

Polije Raih Tiga Penghargaan di Ajang Bergengsi Vokasi Berinovasi

17 Desember 2024 08:46

Polije Raih Tiga Penghargaan di Ajang Bergengsi Vokasi Berinovasi

Kembangkan Ekosistem Halal, KPwBI Jember dan Pemkab Luncurkan Zona KHAS di Unej

2 Desember 2024 15:34

Kembangkan Ekosistem Halal, KPwBI Jember dan Pemkab Luncurkan Zona KHAS di Unej

Polije Fokus Cetak Agripreneur Muda Melalui Project Based Learning Exhibition and Talkshow

13 November 2024 14:56

Polije Fokus Cetak Agripreneur Muda Melalui Project Based Learning Exhibition and Talkshow

Utus Rahayu Saraswati ke Jember, Prabowo Pastikan Dukung Gus Fawait-Djoko

10 November 2024 06:30

Utus Rahayu Saraswati ke Jember, Prabowo Pastikan Dukung Gus Fawait-Djoko

Ketum PP Tidar Rahayu Saraswati Tanam Pohon Bersama Arum Sabil di City Forest Jember

9 November 2024 18:04

Ketum PP Tidar Rahayu Saraswati Tanam Pohon Bersama Arum Sabil di City Forest Jember

Cabup Hendy Siap Tingkatkan Program Layak Anak dengan Bangun Fasilitas Ibu dan Anak di Pusat Perbelanjaan

30 Oktober 2024 08:02

Cabup Hendy Siap Tingkatkan Program Layak Anak dengan Bangun Fasilitas Ibu dan Anak di Pusat Perbelanjaan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar