KETIK, MALUKU UTARA – Kabupaten Halmahera Selatan mendapat perhatian khusus dalam Alignment Forum pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara yang berlangsung di Gamalama Ballroom, Kota Ternate, Rabu 29 Juli 2026.

Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, hadir bersama seluruh bupati dan wali kota se-Provinsi Maluku Utara. Pertemuan tersebut menjadi ruang strategis untuk menyatukan arah kebijakan pemerintah pusat dan daerah dalam membangun aparatur yang profesional, tangguh, serta mampu menjawab perubahan kebutuhan pelayanan publik.

Forum itu dihadiri Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, Dr. Muhammad Taufiq, DEA., CHRM., CHCD., CRMP., CACP., MMC., Kepala Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H., Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos, serta Wakil Gubernur Sarbin Sehe.

Mengangkat tema “Membangun Profil ASN Daerah yang Adaptif; Kolaborasi Kebijakan Pengembangan Kompetensi dan Kepegawaian di Lingkungan Pemerintah Daerah se-Provinsi Maluku Utara”, kegiatan ini menempatkan peningkatan kapasitas aparatur sebagai fondasi penting bagi pembenahan birokrasi daerah.

Pembahasan tidak hanya berfokus pada pelatihan pegawai. Para peserta juga mendalami tata kelola karier, pemetaan kapasitas aparatur, penempatan jabatan berdasarkan kecakapan, hingga pembangunan birokrasi yang berorientasi pada hasil dan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga:
Resort Jaga Alam, Bom Ikan Ancam Surga Bahari Halmahera Selatan

Di tengah pemaparannya, Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) Dr. Muhammad Taufiq memberikan perhatian terhadap langkah yang telah dijalankan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan. Daerah berjuluk Bumi Saruma itu dinilai berada di barisan awal dalam menata karier aparatur berdasarkan potensi, prestasi, dan kecakapan individu.

“Kabupaten Halmahera Selatan sudah memulai lebih dahulu penguatan Sistem Manajemen Talenta,” ungkap Taufiq saat menyampaikan materi di hadapan para kepala daerah dan peserta forum.

Penilaian tersebut menjadi catatan penting bagi pemerintahan Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba. Upaya pembenahan sumber daya aparatur di Halmahera Selatan tidak lagi sekadar bergerak pada urusan administratif, tetapi mulai diarahkan menuju pola pengelolaan pegawai yang terukur dan berbasis merit.

Manajemen talenta memungkinkan pemerintah memetakan kemampuan setiap aparatur secara lebih objektif. Dari pemetaan itu, promosi, pengembangan karier, pelatihan, dan penempatan jabatan dapat disesuaikan dengan rekam kinerja serta kapasitas masing-masing pegawai.

Baca Juga:
DLH Halmahera Selatan Bantah Restui Pengambilan Topsoil: Kami Tak Pernah Beri Rekomendasi

Langkah tersebut sekaligus memperkuat agenda reformasi birokrasi di Halmahera Selatan.

Di bawah kepemimpinan Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba dan Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin, pemerintah daerah terus mendorong terciptanya organisasi yang tidak hanya tertib secara kelembagaan, tetapi juga memiliki aparatur yang responsif, kompeten, dan sanggup bekerja mengikuti perubahan zaman.

Sepanjang kegiatan, para kepala daerah memperoleh pemaparan mengenai kebijakan nasional pengembangan kompetensi pegawai, penerapan manajemen talenta, serta strategi membentuk birokrasi modern yang cepat, efektif, dan berorientasi pada kepentingan publik.