Kenapa Nasi Jadi Makanan Pokok Indonesia? Ini Akar Sejarahnya

Jurnalis: Adiybah Fawziyyah
Editor: Muhammad Faizin

19 Nov 2025 05:15

Thumbnail Kenapa Nasi Jadi Makanan Pokok Indonesia? Ini Akar Sejarahnya
Ilustrasi bulir beras. (Foto: Pexels)

KETIK, SURABAYA – Nasi menjadi sumber karbohidrat utama masyarakat Indonesia. Bagi banyak orang, kalau belum makan nasi dianggap belum makan “berat”. 

Padahal, ada banyak sumber karbohidrat lain seperti kentang, ubi, atau jagung. Lalu, mengapa nasi bisa menjadi makanan pokok utama di Indonesia?

Alasannya tidak lepas dari sejarah, budaya, dan perjalanan politik bangsa.

Secara geografis, iklim tropis Indonesia dengan tanahnya yang subur serta curah hujan tinggi sangat ideal untuk budidaya padi sawah. 

Baca Juga:
Justin Hubner Minta Maaf ke Lewis Holtby Usai Insiden Kaki Sobek di Liga Belanda

Teknik persawahan basah yang dipengaruhi oleh pedagang dari Tiongkok dan India kemudian diadopsi dan berkembang pesat di Nusantara.

Jauh sebelum masa kolonial, pada era Kerajaan Mataram, beras memiliki nilai simbolis yang tinggi dan menjadi representasi kemakmuran. 

Dalam kepercayaan Jawa dan Bali, beras dianggap anugerah dari Dewi Sri (Dewi Kesuburan dan Panen), sehingga posisinya tidak hanya sebagai pangan, tetapi juga bagian dari spiritualitas.

Pengaruh kolonial juga memperkuat peran beras. VOC menjadikan beras sebagai komoditas perdagangan penting, memonopoli distribusinya, bahkan mengirimkannya ke berbagai wilayah Indonesia. 

Baca Juga:
19 Siswa SMKN 3 Malang Lolos SNBP 2026, Tembus UB, UM hingga Politeknik Negeri

Di daerah seperti Maluku yang makanan pokoknya dulu sagu, beras kemudian dipandang lebih bergengsi karena identik dengan kekuasaan.

Memasuki era Orde Baru (1966–1998), pemerintah di bawah Presiden Soeharto menjadikan swasembada beras sebagai prioritas pembangunan pertanian. 

Kebijakan pro-beras diterapkan melalui program seperti Bimas dan Imas, yang berfokus pada peningkatan produksi padi. 

Keberhasilan swasembada beras pada 1984 dijadikan simbol keberhasilan pembangunan serta stabilitas politik dan ekonomi, sehingga konsumsi nasi dipromosikan secara besar-besaran.

Akibatnya, pangan lokal seperti ubi, jagung, dan sagu perlahan dipandang sebagai makanan “kampungan” atau makanan orang miskin, sedangkan beras dianggap lebih modern dan prestisius.

Seiring waktu, kebiasaan makan nasi mengakar kuat sebagai jati diri masyarakat. Ungkapan “belum makan kalau belum makan nasi” menunjukkan betapa nasi telah menjadi standar dan definisi “makan” itu sendiri, menjadikannya sulit digantikan hanya dengan kebijakan apa pun.

Baca Sebelumnya

Kota Batu Raih Tiga Penghargaan pada Inotek Award Jawa Timur 2025

Baca Selanjutnya

PPNI Bondowoso Kolaborasi dengan Klinik Al Fatih Gelar Sunat Modern Gratis dalam Peringatan HKN Ke-61

Tags:

Beras nasi sejarah Indonesia karbohidrat

Berita lainnya oleh Adiybah Fawziyyah

KKN-BBK 7 UNAIR Dorong Pengembangan Ekonomi, Lingkungan, dan Digital di Desa Nglanduk

2 Februari 2026 07:34

KKN-BBK 7 UNAIR Dorong Pengembangan Ekonomi, Lingkungan, dan Digital di Desa Nglanduk

Tim BBK 7 Universitas Airlangga Dorong Pemanfaatan Bunga Telang sebagai Produk Bernilai Ekonomi

29 Januari 2026 23:45

Tim BBK 7 Universitas Airlangga Dorong Pemanfaatan Bunga Telang sebagai Produk Bernilai Ekonomi

Bukan Sekadar Simbol Pesta, Inilah Asal-usul dan Makna Mendalam Tradisi Terompet Tahun Baru

1 Januari 2026 13:01

Bukan Sekadar Simbol Pesta, Inilah Asal-usul dan Makna Mendalam Tradisi Terompet Tahun Baru

Dari Bambu Tiongkok hingga Tradisi Tahun Baru Dunia, Evolusi Kembang Api  yang Berakar dari Sejarah

1 Januari 2026 06:00

Dari Bambu Tiongkok hingga Tradisi Tahun Baru Dunia, Evolusi Kembang Api yang Berakar dari Sejarah

Rayakan Tahun Baru Tanpa Keluar Rumah, Ini 10 Ide Kegiatan Bersama Keluarga

31 Desember 2025 11:01

Rayakan Tahun Baru Tanpa Keluar Rumah, Ini 10 Ide Kegiatan Bersama Keluarga

Ide Permainan Seru untuk Rayakan Tahun Baru bareng Teman, Dijamin Ngakak!

31 Desember 2025 07:01

Ide Permainan Seru untuk Rayakan Tahun Baru bareng Teman, Dijamin Ngakak!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar