Kenaikan Harga Gabah di Jember Dipicu Cuaca Ekstrim dan Produktivitas Menurun

Jurnalis: Fenna Nurul
Editor: Muhammad Faizin

8 Sep 2023 08:41

Thumbnail Kenaikan Harga Gabah di Jember Dipicu Cuaca Ekstrim dan Produktivitas Menurun
Petani sedang memanen padi di Jember (Foto: Fenna/Ketik.co.id)

KETIK, JEMBER – Harga gabah di Kabupaten Jember dalam sepekan terakhir terus merangkak naik. Kini harga gabah kering panen menyentuh angka Rp 6.800 - 7.000 per kilogram.

Kenaikan harga gabah ini diperkirakan karena cuaca ekstrim, kekeringan berkepanjangan dan kesulitan mendapatkan pupuk subsidi. Akibatnya produktivitas padi menurun.

Belum lagi banyak sawah yang diserang organisme pengganggu tanaman seperti hama wereng.

Jumantoro, Ketua Asosiasi Petani Pangan Indonesia (APPI) Jatim, mengatakan kenaikan harga gabah bukan kabar yang menggembirakan bagi para petani.

Baca Juga:
Pupuk Indonesia: Serapan Pupuk Subsidi Jember Tertinggi dalam Tiga Tahun, Jamin Stok Aman

"Bukan untung. Karena biaya produksi tinggi tapi produktivitas turun, cuaca ekstrim dan kebijakan pemerintah tentang pupuk subsidi yang tidak mendukung," ujarnya.

Disamping itu, anggota DPRD Komisi B David Handoko Seto, menuturkan tidak menutup kemungkinan kenaikan harga gabah dapat mengganggu stabilitas ketahanan pangan.

"Ada hal yang lain terdampak. Yang modal beli gabah mereka sangat berat. Pasti kedepannya juga akan diikuti dengan kenaikan harga beras," ungkap David.(*)

Baca Juga:
Target Nol Kemiskinan Ekstrem 2029, Bupati Jember Dorong Optimalisasi Hutan Sosial
Baca Sebelumnya

Hebat, Polsuska Daop 8 Juara Umum Railway Police Award 2023

Baca Selanjutnya

Judi Online Link Slot Gacor Kian Merajalela, Ini Saran Diskominfo Pacitan Untuk Masyarakat

Tags:

Gabah harga naik Jember produktivitas menurun Pupuk Subsidi Kekeringan Cuaca Ekstrim

Berita lainnya oleh Fenna Nurul

Polije Raih Tiga Penghargaan di Ajang Bergengsi Vokasi Berinovasi

17 Desember 2024 08:46

Polije Raih Tiga Penghargaan di Ajang Bergengsi Vokasi Berinovasi

Kembangkan Ekosistem Halal, KPwBI Jember dan Pemkab Luncurkan Zona KHAS di Unej

2 Desember 2024 15:34

Kembangkan Ekosistem Halal, KPwBI Jember dan Pemkab Luncurkan Zona KHAS di Unej

Polije Fokus Cetak Agripreneur Muda Melalui Project Based Learning Exhibition and Talkshow

13 November 2024 14:56

Polije Fokus Cetak Agripreneur Muda Melalui Project Based Learning Exhibition and Talkshow

Utus Rahayu Saraswati ke Jember, Prabowo Pastikan Dukung Gus Fawait-Djoko

10 November 2024 06:30

Utus Rahayu Saraswati ke Jember, Prabowo Pastikan Dukung Gus Fawait-Djoko

Ketum PP Tidar Rahayu Saraswati Tanam Pohon Bersama Arum Sabil di City Forest Jember

9 November 2024 18:04

Ketum PP Tidar Rahayu Saraswati Tanam Pohon Bersama Arum Sabil di City Forest Jember

Cabup Hendy Siap Tingkatkan Program Layak Anak dengan Bangun Fasilitas Ibu dan Anak di Pusat Perbelanjaan

30 Oktober 2024 08:02

Cabup Hendy Siap Tingkatkan Program Layak Anak dengan Bangun Fasilitas Ibu dan Anak di Pusat Perbelanjaan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda

Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda