KETIK, JAKARTA – Pemerintah berupaya memastikan kemeriahan Piala Dunia FIFA 2026 dapat dinikmati masyarakat hingga ke berbagai daerah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menambah sekitar 200 titik nonton bareng (nobar) di berbagai wilayah melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas digital, relawan digital, dan berbagai mitra strategis.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan perluasan titik nobar menjadi bagian dari upaya menghadirkan akses yang lebih merata bagi masyarakat untuk menikmati ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut.

“Dari ekosistem Kemkomdigi, kami akan menambah sekitar 200 titik nobar yang melibatkan jaringan Diskominfo daerah, komunitas, relawan digital, dan berbagai mitra ekosistem kami. Kami ingin kemeriahan Piala Dunia benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke berbagai daerah,” ujar Meutya Hafid usai menghadiri acara Semarak Bola Gembira TVRI: Konser Menyambut Piala Dunia FIFA 2026 di Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026).

Menurut Meutya, Piala Dunia bukan hanya tontonan olahraga, tetapi juga momentum yang mampu mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat sportivitas.

“Piala Dunia bukan sekadar tontonan, ini adalah ruang untuk membangun sportivitas, semangat kompetisi yang sehat, sekaligus memperkuat rasa persatuan di tengah masyarakat Indonesia,” katanya.

Baca Juga:
Hasil Piala Dunia 2026: Maroko Paksa Brasil Bermain Imbang

Pemerintah juga menyambut positif penunjukan TVRI sebagai pemegang hak siar Piala Dunia FIFA 2026. Momentum tersebut dinilai menjadi catatan penting bagi televisi publik Indonesia karena untuk pertama kalinya setelah reformasi, TVRI kembali menyiarkan ajang sepak bola paling bergengsi di dunia.

“Ini adalah sejarah baru bagi TVRI. Setelah reformasi, untuk pertama kalinya TVRI kembali mendapatkan amanah menayangkan Piala Dunia. Kepercayaan ini tidak mungkin terjadi tanpa arahan dan perhatian khusus dari Bapak Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan masyarakat Indonesia dapat menikmati perhelatan olahraga terbesar dunia melalui televisi publik,” jelas Meutya.

Berdasarkan data TVRI, saat ini telah terdata hampir 12 ribu titik nonton bareng yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah menjelang dimulainya turnamen. (*)

Baca Juga:
Hasil Piala Dunia 2026: Sejarah Qatar Tahan Imbang Swiss