Kembalikan Marwah Hutan, Prof Asihing Buktikan Jasa Lingkungan Jadi Jantung PDRB

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Dendy Ganda Kusumah

19 Jan 2026 19:46

Thumbnail Kembalikan Marwah Hutan, Prof Asihing Buktikan Jasa Lingkungan Jadi Jantung PDRB
Prof Asihing dan para narasumber dalam FGD yang mengupas tentang potensi sub sektor kehutanan tehadap PDRB. (Foto: Prof Asihing untuk Ketik.com)

KETIK, MALANG – Kontribusi subsektor kehutanan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) saat ini belum mencerminkan nilai yang sesungguhnya. Melalui riset Prof Asihing Kustanti, Kaprodi Magister Sosiologi Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (UB), menunjukkan bahwa jasa lingkungan belum terakomodir secara optimal dalam PDRB.

Persoalan ini menjadi bahasan utama dalam Focus Group Discussion (FGD) yang bertema 'Kebijakan Pengembangan PDRB Jawa Timur Sub Sektor Kehutanan Berdasarkan Persepi Stakeholder dan Dampaknya pada Pembangunan Kehutanan di Jawa Timur.'

Pada FGD tersebut juga menghadirkan Prof Dodik Ridho Nurrochmat, Dekan Fakultas Kehutanan IPB University, Adam Rusydi, Ketua Komisi C DPRD Jatim, dan Puji Agus Kurniawan, Direktur Neraca Produksi BPS RI.

Prof. Asihing menjelaskan, sub sektor kehutanan tak dapat dipersempit hanya pada komoditas kayu, namun juga sebagai penyumbang fungsi biologi, ekologi, dan sosial ekonomi masyarakat sekitar.

Baca Juga:
Gelar FGD Perencanaan, Plt Wali Kota Madiun Tekankan Transformasi dan Kebijakan Berbasis Data

Banyak produk dan jasa yang berasal dari kawasan hutan justru tercatat di sektor lain dalam PDRB. Seperti hasil pertanian yang ada di kawasan hutan justru masuk di sektor pertanian, produk perkebunan tercatat di sektor perkebunan, dan wisata alam hutan dilaporkan sebagai sektor pariwisata. Imbasnya, kontribusi kehutanan terhadap PDRB cenderung lebih kecil.

"Di KPH Probolinggo kalau didata secara holistik, gabungan kayu, ekowisata, kopi, dan tanaman sayur, itu menghasilkan Rp100 miliar per tahun. Namun, kenapa di data pusat, PDRB kecil, sub sektor kehutanan hanya Rp100 miliar setahun secara nasional," ujarnya, Senin 19 Januari 2026.

Melalui FGD, ditemukan jalan keluar agar data terkait kontribusi di sub sektor kehutanan tidak tercecer. Prof Asihing menjelaskan penggunaan metode Produk Domestik Bruto (PDB) Satelit memungkinkan pemerintah tak hanya fokus pada perhitungan produk berupa barang. Namun juga jasa lingkungan yang selama ini belum terakomodir optimal terhadap PDRB.

"Jasa lingkungan juga diakomodir lewat neraca PDB Satelit oleh BPS. Ke depan mereka akan memetakan melalui PDB Satelit. Jadi semakin terbuka bahwa kehutanan juga bisa dihitung jasa lingkungannya tidak hanya kayu dan non-kayu melalui PDB satelit," lanjutnya.

Baca Juga:
Tinjau Kebakaran Hutan, Deputi Pelayanan Umum BP Batam Imbau Masyarakat Waspada

Prof Asihing juga telah mengajukan riset PDRB Kehutanan Jatim untuk tahun kedua dengan melibatkan BPS Pusat, hingga pakar-pakar dari Fakultas Kehutanan IPB University. Hasilnya diharapkan menjadi dasar rekomendasi kebijakan bagi pemerintah, khususnya dalam memetakan sentra produksi di kawasan hutan yang dikelola secara berkelanjutan bersama masyarakat. 

"Dampaknya akan menaikkan marwah kehutanan itu mempunyai fungsi biologi, ekologi, dan sosial ekonomi, meningkatkan kehidupan masyarakat sekitar hutan. Ekosistem hutan itu sangat kaya menghidupi masyarakat yang tinggal di kawasan sekitar hutan dengan hasil-hasil yang dilakukan masyarakat," tegasnya.

Prof Asihing menegaskan bahwa manajemen pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan melibatkan masyarakat, dapat memberikan hasil positif bagi kesejahteraan masyarakat. Namun pendampingan juga perlu dilakukan agar pemanfaatan lahan hutan tetap mempertahankan aspek konservasi.

"Nanti kita sampaikan sebagai bentuk rekomendasi dan kita jurnalkan internasional. Kegiatan kehutanan kita sebagai ekosistem itu manajemennya sangat berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat dan terbukti meningkatkan kesejahteraan rakyat," pungkasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Camat Asembagus Sosalisasi Pra Penyaluran Bantuan Kerohiman dari Menhan RI

Baca Selanjutnya

Rayakan Anniversary ke-4, Ascent Hospitality Group Gelar Grand Opening "Ascent Food Touristic" di Malang City Point

Tags:

Prof Asihing Kustanti PDRB Sub Sektor Kehutanan Marwah Hutan Jasa Lingkungan Kontribusi PDRB kehutanan hutan FGD

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

13 April 2026 19:05

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

13 April 2026 17:45

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

Wakil Wali Kota Malang Ajak Pemuda Pancasila Kawal Pembangunan, Tekankan Persatuan Jadi Kunci

13 April 2026 17:43

Wakil Wali Kota Malang Ajak Pemuda Pancasila Kawal Pembangunan, Tekankan Persatuan Jadi Kunci

Waspada Bahaya Ambruk, Area Timur Pasar Besar Malang Disterilkan dari Aktivitas

13 April 2026 17:14

Waspada Bahaya Ambruk, Area Timur Pasar Besar Malang Disterilkan dari Aktivitas

Sapa Penggemar di Matos, Pemeran Film 'Ku Pilih Jalur Langit' Ceritakan Tantangan Syuting di Malang

12 April 2026 19:13

Sapa Penggemar di Matos, Pemeran Film 'Ku Pilih Jalur Langit' Ceritakan Tantangan Syuting di Malang

Komitmen Bangun Kembali Gaza, LMI dan LAZ Yasa Targetkan Galang Donasi Rp1 Miliar di Malang

12 April 2026 18:25

Komitmen Bangun Kembali Gaza, LMI dan LAZ Yasa Targetkan Galang Donasi Rp1 Miliar di Malang

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar