KETIK, MALANG – Harga kangkung di Malang melonjak signifikan. Lonjakan harga ini dipicu oleh minimnya pasokan yang tidak seimbang dengan tingginya permintaan, serta dampak puncak musim kemarau.

Salah satu petani kangkung di Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Yatmari, mengaku harga kangkung saat ini menembus Rp18.000 hingga Rp20.000 per ikat besar. Bahkan, kangkung dengan kualitas terbaik harganya mencapai Rp35.000 per ikat besar.

"Sekarang harga kangkung sangat mahal. Padahal sebelum-sebelumnya, harga kangkung berkisar antara Rp 3.000 hingga yang paling mahal hanya Rp 7.000 per ikat besar," ujarnya kepada Ketik.com, Senin, 21 September 2026.

Menurut Yatmari, kenaikan harga terjadi akibat ketidakseimbangan pasokan dan permintaan pasar. Kondisi tersebut memaksa para pedagang mengambil pasokan dari luar daerah, seperti Malang dan Kediri.

"Pasokan kurang tetapi permintaannya tambah. Kalau beberapa waktu lalu di Surabaya semua panen, nah sekarang panennya agak berkurang. Jadi, mereka (pedagang) mengambil pasokan kangkung dari luar seperti Malang dan Kediri," jelasnya.

Baca Juga:
Perkuat Pendidikan Keagamaan, SD Islam Surya Buana Malang Jajaki Kerja Sama dengan Fakultas Syariah UIN Malang

Selain kelangkaan pasokan, cuaca ekstrem turut memengaruhi produksi. Kurangnya pasokan air saat puncak musim kemarau yang terik berdampak langsung pada kualitas hasil panen kangkung.

"Saat ini musim kemarau dan cuacanya panas sekali, padahal kangkung ini merupakan tanaman yang butuh banyak air. Kalau airnya kurang, kualitasnya tidak bagus," jujurnya. 

Apabila kecukupan air tidak terpenuhi, warna daun kangkung akan menguning dan itu menandakan kualitasnya menurun. Meski menghadapi tantangan cuaca, pihaknya tetap berupaya untuk menghasilkan sayuran kangkung yang berkualitas.

"Kalau kekurangan air, warna daun kangkung berubah menguning dan kualitasnya menurun. Namun, kami tetap berupaya keras menjaga ketersediaan air, sehingga kangkung yang dihasilkan memiliki warna hijau segar dan pertumbuhannya optimal," tandasnya.(*)

Baca Juga:
Komitmen Hotel Inklusif, Grand Mercure Malang dan Omah Gembira Gelar "Indahnya Bincang Isyarat"