KETIK, PALEMBANG – Suasana khidmat menyelimuti Taman Makam Pahlawan (TMP) Ksatria Ksetra Siguntang Palembang, Selasa 1 Agustus 2026. Di tempat para pejuang bangsa disemayamkan, jajaran Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan menundukkan kepala, mengenang jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan Indonesia.
Momen tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81. Keluarga besar Kejati Sumsel menggelar upacara ziarah dan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan sekaligus refleksi atas nilai perjuangan yang harus terus diwariskan dalam pelaksanaan tugas penegakan hukum.
Upacara dipimpin langsung Kepala Kejati Sumsel Nurcahyo, J.M., S.H., M.H. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Sumatera Selatan Hanny Nurcahyo, Wakil Kepala Kejati Sumsel Rinaldi Umar, S.H., M.H., Wakil Ketua IAD Wilayah Sumsel, para pejabat utama Kejati Sumsel, jajaran IAD, Kepala Kejaksaan Negeri Palembang, Ketua IAD Daerah Palembang, Kabag TU, para koordinator, pejabat eselon IV dan V, hingga seluruh pegawai Kejati Sumsel dan Kejari Palembang.
Kehadiran jajaran Adhyaksa bersama keluarga besar IAD membuat prosesi penghormatan kepada para pahlawan berlangsung penuh makna.
Dalam suasana hening, seluruh peserta mengheningkan cipta. Tak ada suara selain rangkaian prosesi upacara, ketika para insan Adhyaksa memberikan penghormatan kepada mereka yang telah mendahului bangsa ini dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
Baca Juga:
Rp13,15 Miliar Fee Proyek Smartboard-Chromebook Muara Enim Terungkap, Bupati Edison Disebut Kebagian Rp3,3 MiliarUsai upacara, prosesi dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga di Tugu Makam Pahlawan, pembacaan doa, serta tabur bunga di pusara para pahlawan.
Satu per satu, jajaran Kejati Sumsel menaburkan bunga di atas makam. Sebuah simbol sederhana, namun sarat pesan: bahwa pengabdian yang dijalankan generasi saat ini tidak boleh terputus dari sejarah perjuangan generasi sebelumnya.
"Ziarah ini bukan hanya agenda seremonial dalam rangka memperingati hari lahir institusi. Kegiatan ini menjadi momentum untuk kembali mengingat bahwa tugas sebagai aparat penegak hukum membutuhkan integritas, disiplin, keberanian dan pengabdian tanpa pamrih," ujar Nurcahyo saat dikonfirmasi Ketik.com.
Nilai-nilai tersebut dinilai relevan dengan tantangan penegakan hukum saat ini. Di tengah tuntutan masyarakat terhadap institusi penegak hukum yang profesional dan berintegritas, semangat kepahlawanan menjadi pengingat agar setiap tugas dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Baca Juga:
BNNP Sumsel Bongkar Jaringan Malaysia-Palembang-PALI, 47 Kg Sabu dan 9.439 Ekstasi DisitaKejati Sumsel menegaskan semangat tersebut akan terus dipelihara dalam menjalankan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.
Dari pusara para pahlawan, jajaran Adhyaksa kembali mengingat satu pesan penting yakni pengabdian bukan tentang siapa yang paling terlihat, tetapi tentang seberapa besar tugas dijalankan dengan integritas dan tanggung jawab.
Semangat itulah yang diharapkan menjadi fondasi dalam mewujudkan Kejaksaan yang berwibawa, modern, profesional, dan semakin dipercaya masyarakat.(*)