Kejar Target Sebelum Puasa, BNPB Percepat Pembangunan 2.299 Huntara di Aceh Tamiang

Jurnalis: Michelle Gabriela
Editor: Fisca Tanjung

15 Jan 2026 13:54

Thumbnail Kejar Target Sebelum Puasa, BNPB Percepat Pembangunan 2.299 Huntara di Aceh Tamiang
Sejumlah pekerja menyelesaikan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir di Desa Pematang Durian, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada Rabu, 14 Januari 2026. (Foto: BNPB)

KETIK, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, unsur TNI/Polri, serta mitra swasta terus mengakselerasi pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Berdasarkan data BNPB hingga 14 Januari 2026, secara keseluruhan direncanakan pembangunan sebanyak 2.299 unit huntara yang tersebar di sejumlah kecamatan. Pembangunan tersebut diperuntukkan bagi kepala keluarga (KK) dengan kategori rumah rusak berat, hanyut, hingga hilang akibat bencana.

Plh Direktur Dukungan Infrastruktur Darurat BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan, menjelaskan, bahwa pembangunan huntara dilaksanakan melalui dua skema, yakni pembangunan langsung oleh BNPB serta kerja sama dengan kementerian/lembaga dan pihak swasta.

Ia menyampaikan bahwa huntara terpusat dibangun di 10 titik yang tersebar di beberapa kecamatan. Saat ini, sejumlah lokasi telah mulai dikerjakan sejak awal Januari dan ditargetkan selesai pada akhir Januari, sehingga menjelang bulan puasa masyarakat sudah dapat menempati huntara tersebut.

Baca Juga:
Bupati Bandung Pastikan Penanganan Banjir Berjalan Optimal, BNPB Segera Tinjau Titik Rawan

Djohan menegaskan bahwa faktor kenyamanan dan kesehatan menjadi prioritas utama dalam pembangunan huntara. Fasilitas sanitasi seperti MCK menjadi perhatian, begitu pula penyediaan jaringan listrik melalui dukungan PLN yang saat ini masih dalam proses pemasangan. Selain itu, dalam waktu dekat juga akan dibangun sumur bor guna memenuhi kebutuhan air bersih.

Salah satu lokasi pembangunan huntara berada di Desa Pematang Durian, Kecamatan Sekerak. Pembangunan dilakukan di atas lahan seluas kurang lebih 8.672,6 meter persegi dengan bangunan yang disusun menggunakan sistem kopel berukuran 18 meter x 7,2 meter, yang terdiri atas beberapa unit hunian dalam satu rangkaian.

Setiap unit bangunan memiliki ukuran 3,6 meter x 4,8 meter dan dilengkapi kamar mandi berukuran 1,2 meter x 1,2 meter serta teras seluas 1,2 meter x 3,6 meter guna menunjang kenyamanan penghuni.

Penerapan desain kopel ini memungkinkan pemanfaatan lahan secara optimal, memudahkan penyediaan fasilitas bersama seperti sanitasi, serta mendukung penataan lingkungan huntara yang layak huni bagi masyarakat terdampak.

Baca Juga:
Krisis Minyak Global Imbas Konflik Iran-AS, Menaker Imbau Perusahaan Terapkan WFH

Untuk mengejar target penyelesaian, BNPB melakukan percepatan pembangunan dengan menambah jumlah personel di lapangan, termasuk melibatkan masyarakat setempat, unsur TNI/Polri, serta lembaga swasta. Kondisi cuaca yang relatif cerah turut mendukung kelancaran proses pembangunan.

Sementara itu, BNPB membangun sebanyak 1.505 unit huntara yang terdiri dari 323 unit huntara insitu, yakni hunian yang dibangun dekat dengan lokasi tempat tinggal asal warga.

Huntara insitu tersebut tersebar di Kecamatan Karang Baru (203 unit), Manyak Payed (22 unit), Bendahara (48 unit), Banda Mulia (2 unit), Rantau (28 unit), dan Kota Kualasimpang (20 unit).

Adapun sebanyak 1.182 unit huntara terpusat dibangun di sejumlah kecamatan, antara lain Kecamatan Sekerak (121 unit), Bandar Pusaka (245 unit), Tamiang Hulu (481 unit), Rantau (116 unit), Seruway (34 unit), Kota Kualasimpang (35 unit), serta Kejuruan Muda (150 unit).

Selain itu, melalui dukungan kementerian/lembaga dan sektor swasta, direncanakan pembangunan sebanyak 794 unit huntara.

Rinciannya meliputi Desa Simpang IV, Kecamatan Karang Baru sebanyak 600 unit di atas lahan milik Danantara; Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru sebanyak 84 unit dengan dukungan Kementerian Pekerjaan Umum; Kecamatan Karang Baru (eks kios) sebanyak 10 unit dengan dukungan Dompet Dhuafa; serta Desa Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak sebanyak 100 unit dengan dukungan Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Penentuan lokasi pembangunan huntara dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat setempat, serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) guna memastikan lokasi berada dalam radius aman dari potensi ancaman bencana.

Selain itu, BNPB juga berkoordinasi dengan camat, kepala desa, dan BPBD untuk melakukan verifikasi ulang data agar pembangunan huntara tepat sasaran dan sesuai kebutuhan warga terdampak di lapangan.

Djohan berharap melalui sinergi seluruh pihak, masyarakat terdampak bencana dapat segera menempati hunian sementara yang layak, aman, dan nyaman sembari menunggu proses pembangunan hunian tetap. (*)

Baca Sebelumnya

Target Retribusi Bocor, Dishub Kota Batu Minta Masyarakat Berani Tolak Parkir Tanpa Karcis

Baca Selanjutnya

Dihadiri Retno Marsudi hingga Alwi Shihab, Menlu Sugiono Mengaku Grogi pada Pidato Tahunan 2026

Tags:

Bnpb Aceh Tamiang Hunian Sementara Huntara bencana alam penanggulangan bencana pembangunan Pemerintah

Berita lainnya oleh Michelle Gabriela

Jelang Lebaran! Kalaksa BPBD Jatim  Ikut Terbang Lakukan OMC Antisipasi Cuaca Ekstrem

17 Maret 2026 10:32

Jelang Lebaran! Kalaksa BPBD Jatim Ikut Terbang Lakukan OMC Antisipasi Cuaca Ekstrem

Jessie Buckley dan Michael B. Jordan Raih Aktris dan Aktor Terbaik di Oscar 2026

16 Maret 2026 12:25

Jessie Buckley dan Michael B. Jordan Raih Aktris dan Aktor Terbaik di Oscar 2026

Wa Ode Herlina Haru Hadiri Pondok Ramadan Rumah Sakinah, Soroti Nasib Perempuan Rentan

13 Maret 2026 15:00

Wa Ode Herlina Haru Hadiri Pondok Ramadan Rumah Sakinah, Soroti Nasib Perempuan Rentan

Komisi C DPRD Jatim Ditunjuk Bahas Raperda Penyertaan Modal

12 Maret 2026 11:40

Komisi C DPRD Jatim Ditunjuk Bahas Raperda Penyertaan Modal

Penguatan Ekonomi Warga, Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah dan Salurkan Bansos di Nganjuk

10 Maret 2026 14:07

Penguatan Ekonomi Warga, Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah dan Salurkan Bansos di Nganjuk

Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Pasar Gelondong Gede Tuban, Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok Terjaga

7 Maret 2026 13:44

Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Pasar Gelondong Gede Tuban, Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok Terjaga

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar