Kasus Sub Varian BA 4 dan BA 5 Kembali Melonjak di Indonesia

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Tim IT

5 Jul 2022 07:43

Headline

Thumbnail Kasus Sub Varian BA 4 dan BA 5 Kembali Melonjak di Indonesia
Swab test di Surabaya. (foto: Miranda/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan jumlah kasus mutasi SARS-CoV-2 Omicron dengan subvarian baru yakni BA.4 dan BA.5 melonjak menjadi 1.179 kasus per data 4 Juli 2022. Rinciannya 99 kasus BA.4 dan 1.080 kasus BA.5. 

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meyakini Omicron baru BA.4 dan BA.5 di Indonesia sudah melewati fase puncak. Pasalnya, berkaca pada negara lain, puncak kasus kedua varian tersebut terjadi pasca 30 hari mencatat subvarian baru atau kenaikan kasus. Terlebih, Menkes menyebut 80 persen dari total kasus CovidOm-19 di Indonesia sudah didominasi subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. Efeknya, menurut Menkes, kasus Corona sudah mulai terlihat melandai.

"Kita kenaikannya yang cuma 4 sampai 5 persen dibandingkan dengan puncak sebelumnya, negara-negara lain itu puncak dicapai 30 persenan dari puncak sebelumya, salah satu hal yang menjelaskan adalah memang sero survei terakhir menunjukkan antibodi kita masih tinggi," beber Menkes dalam konferensi pers Senin (4/7).

Untuk memastikan seberapa 'kuat' antibodi yang dimiliki populasi Indonesia, Menkes bakal melanjutkan studi sero survei yang dilakukan seperti Desember dan Maret lalu. Diharapkan, dalam keluar hasil studi sudah keluar sehingga bisa memastikan strategi apa yang bakal dilakukan untuk kebijakan protokol kesehatan dan vaksinasi ke depan.

"Jadi kalau Desember kita sero survei antibodinya sekitar 400 sampai 500-an itu sudah dimiliki oleh 88 persen populasi, itu Maret kemarin kita sero survei 99 persen yang memiliki antibodi sudah di level 3.000, 4.000-an, jauh lebih tinggi," sambung dia.

Data Kemenkes merinci, dari 1.179 kasus tersebut, 527 di antaranya berjenis kelamin laki-laki dan 652 lainnya perempuan. Sebaran pasien berdasarkan usia paling banyak terjadi pada usia produktif 18-59 tahun sebanyak 873 orang.

Sisanya sebanyak 142 orang dari usia 6-17 tahun, 111 orang merupakan warga lansia atau berusia 60 tahun ke atas, 52 lainnya merupakan anak di bawah usia 6 tahun, dan seorang pasien masih dalam tahap identifikasi.

Syahril juga mencatat paling banyak pasien mengalami gejala klinis bersifat ringan yakni 517 orang. Kemudian 96 pasien lainnya mengalami gejala sedang, 36 orang tanpa gejala, dua orang mengalami gejala berat, satu orang kritis, dan tiga orang meninggal dunia. Sisanya masih dalam tahap identifikasi.(*)
 

Baca Juga:
Praktik Kesehatan Ilegal di Ogan Ilir Diduga Makan Korban, Pengamat Minta Kemenkes Turun Tangan

Baca Juga:
Persempit Risiko Penularan, Nakes di Kota Malang Bakal Disuntik Vaksin Campak
Baca Sebelumnya

Korban Tewas Penembakan di Perayaan Kemerdekaan AS Jadi 6 Orang

Baca Selanjutnya

Menarik, Berikut Fakta-Fakta Platform Only Fans

Tags:

Kemenkes RI Covid 19 Omicron BA4 BA5

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar