KETIK, BATU – Penyelidikan dugaan korupsi proyek pembangunan Gedung RSUD Karsa Husada Kota Batu Tahun Anggaran 2022 dipastikan masih terus berlanjut.
Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Batu menegaskan hingga saat ini tim penyelidik masih aktif mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan pendalaman bersama sejumlah ahli untuk mengungkap dugaan penyimpangan dalam proyek tersebut.
Kasi Intelijen Kejari Kota Batu, Wisnu Sanjaya, menegaskan bahwa tim kejaksaan hingga kini masih aktif melakukan pendalaman perkara melalui permintaan keterangan kepada sejumlah pihak terkait.
“Proses permintaan keterangan masih terus berjalan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa, 9 Juni 2026.
Pernyataan tersebut mempertegas sikap Kejari Kota Batu yang sebelumnya juga telah disampaikan bersama Kasi Tindak Pidana Khusus (Pidsus), Samsul Apriwahyudi Sahubauwa, pada Maret 2026 lalu.
Baca Juga:
Merti Bumi Tulungrejo 2026 di Kota Batu, Wujud Syukur dan Pelestarian Budaya Leluhur DesaSaat itu, Kejari Batu membantah isu yang sempat beredar mengenai penghentian perkara melalui Surat Perintah Penghentian Penyelidikan (SP3) tidak benar dan penyelidikan tetap berlanjut.
Dalam proses pendalaman yang sedang berlangsung, tim penyelidik telah memeriksa belasan saksi serta melibatkan empat orang ahli dari berbagai bidang untuk mengkaji seluruh aspek yang berkaitan dengan proyek tersebut.
Menurut Wisnu, keterlibatan para ahli diperlukan guna memperkuat analisis terhadap data dan keterangan yang telah dikumpulkan selama proses penyelidikan.
“Kami telah melibatkan empat ahli dan meminta keterangan belasan pihak. Seluruh informasi tersebut digunakan untuk memperdalam kajian bersama para ahli,” katanya.
Baca Juga:
Pemkot Batu Kejar Dukungan Pusat untuk Wujudkan Sport Center di Stadion BrantasIa menjelaskan, para ahli yang dilibatkan berasal dari sejumlah disiplin ilmu, termasuk bidang sumber daya manusia (SDM).
Kehadiran mereka dinilai penting untuk menelaah aspek teknis, administratif, hingga kesesuaian pelaksanaan proyek dengan standar dan ketentuan yang berlaku.
Fokus penyelidikan saat ini mengarah pada proyek pembangunan gedung lantai tiga RSUD Karsa Husada yang dikerjakan pada tahun anggaran 2022, termasuk proses finalisasi pembangunan dan pengadaan sarana penunjang berupa alat kesehatan.
“Kami terbuka terkait penyelidikan finalisasi pembangunan gedung lantai tiga RSUD Karsa Husada Tahun 2022, mulai dari pembangunan gedung hingga kelengkapan alat kesehatannya,” jelas Wisnu.
Tidak hanya menelusuri pekerjaan konstruksi fisik bangunan, tim penyelidik juga mendalami proses pengadaan barang dan jasa yang menjadi bagian dari proyek tersebut.
Sejumlah aspek yang menjadi perhatian antara lain kesesuaian spesifikasi, prosedur pengadaan, hingga pemenuhan standar terhadap alat kesehatan yang dibeli untuk menunjang operasional gedung.
Wisnu menegaskan, pendekatan yang melibatkan para ahli merupakan bagian dari upaya membangun konstruksi perkara secara komprehensif dan berbasis kajian yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Pelibatan ahli dilakukan untuk membangun konstruksi perkara yang kuat berdasarkan kajian mendalam dan data yang valid sebelum menentukan langkah hukum berikutnya,” tegasnya. (*)