KETIK, BATU – Hampir tujuh bulan sejak jasad calon doktor Universitas Brawijaya (UB) berinisial KHK ditemukan mengapung di aliran Sungai Clumprit, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, misteri di balik kematiannya masih belum terungkap. 

Satreskrim Polres Batu terus memperdalam penyelidikan dengan memeriksa puluhan saksi dan mengumpulkan berbagai barang bukti guna mengungkap secara terang peristiwa yang menyita perhatian publik tersebut.

Warga Kelurahan Sisir, Kota Batu, tersebut ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengapung dan telah membusuk di aliran Sungai Clumprit pada November 2025.

Sejak saat itu, penyidik terus melakukan serangkaian langkah penyelidikan untuk mengungkap penyebab dan kronologi kematian korban.

Kasatreskrim Polres Batu, AKP Zaenal Arifin, mengatakan, tim penyidik telah memeriksa sedikitnya 46 saksi, termasuk sejumlah saksi ahli, untuk membantu mengurai berbagai fakta yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Baca Juga:
Daftar 5 Jurusan Baru D4 Vokasi UB: Kuliah Berbasis Proyek Nyata, Lulus Langsung Kerja

Menurutnya, salah satu hambatan terbesar dalam proses penyelidikan adalah belum ditemukannya saksi yang benar-benar melihat atau mengetahui secara pasti peristiwa yang menimpa korban.

“Sampai saat ini kami masih berupaya mencari saksi yang benar-benar mengetahui atau melihat langsung kejadian tersebut. Keberadaan saksi seperti itu sangat penting untuk membantu mengungkap peristiwa ini secara lebih jelas,” ujarnya, Kamis, 11 Juni 2026.

Dalam proses penyelidikan, polisi telah melakukan berbagai langkah, mulai dari pemeriksaan saksi, pengumpulan barang bukti, hingga olah tempat kejadian perkara (TKP) yang melibatkan Tim Identifikasi Forensik (Inafis) Polda Jawa Timur.

Penyisiran juga dilakukan di sepanjang aliran sungai tempat jasad korban ditemukan. Dari upaya tersebut, sejumlah barang bukti berhasil diamankan untuk kepentingan penyelidikan.

Baca Juga:
Persikoba Tak Gentar Hadapi Juara Liga 4 Jatim, Mas Heli: Mental Harus Juara

AKP Zaenal menjelaskan, kendaraan roda dua milik korban telah ditemukan oleh penyidik. Namun, beberapa barang pribadi lainnya yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut masih belum berhasil ditemukan.

“Sepeda motor milik korban sudah ditemukan. Namun masih ada beberapa barang lain yang hingga saat ini belum kami temukan dan masih terus dilakukan penelusuran,” katanya.

Meski belum memperoleh titik terang terkait penyebab maupun rangkaian peristiwa yang menyebabkan kematian korban, kepolisian memastikan penyelidikan tetap berjalan dan menjadi salah satu perhatian utama Satreskrim Polres Batu.

Dalam waktu dekat, penyidik akan melakukan analisis dan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh hasil pemeriksaan yang telah diperoleh guna menentukan langkah lanjutan dalam pengungkapan perkara tersebut.

“Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengungkap kasus ini karena menjadi perhatian bersama. Seluruh fakta dan bukti yang ada akan terus kami dalami,” tegasnya.

Hingga saat ini, polisi belum dapat menyimpulkan secara pasti konstruksi peristiwa maupun penyebab kematian korban.

Penyidik masih terus mengumpulkan dan mencocokkan berbagai keterangan saksi serta barang bukti yang telah diperoleh untuk mengungkap misteri kematian calon doktor UB tersebut. (*)