Kartini Kekinian, Pilih Profesi 'Driver' Ojol di Tengah Kebutuhan Ekonomi

Jurnalis: Muhammad Hatta
Editor: Muhammad Faizin

21 Apr 2025 17:56

Headline

Thumbnail Kartini Kekinian, Pilih Profesi 'Driver' Ojol di Tengah Kebutuhan Ekonomi
Ketua Kelompok driver Ojol Kartini Jember, Lesly Novitasari (tengah) saat melayani customer. (Foto: Atta/ Ketik.co.id)

KETIK, JEMBER – Di tengah kebutuhan ekonomi, terlebih dengan kondisi menjanda, harus merawat anak, dan membantu ekonomi keluarga. Dilakoni oleh kelompok driver ojek online (ojol) bernama Kartini Jember.

Kelompok driver ojol yang memiliki anggota kurang lebih 15 orang perempuan itu. Setiap hari beroperasi menjadi driver ojol, dan beroperasi keliling Jember mencari penumpang menggunakan aplikasi lewat Smartphone milik masing-masing.

"Adanya kelompok ini bernama Kartini Jember, sebagai wadah untuk saling mendukung dan memantau keselamatan saat bekerja, terutama saat malam hari. Tentunya bagi kami, driver ojol perempuan kan rawan," kata Ketua Kelompok Driver Ojol Kartini Jember, Lesly Novitasari (42), saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Senin siang, 21 April 2025.

Kata perempuan asal Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, Jember ini, berprofesi menjadi driver ojol, adalah bentuk upaya memenuhi kebutuhan ekonomi.

Baca Juga:
Target Nol Kemiskinan Ekstrem 2029, Bupati Jember Dorong Optimalisasi Hutan Sosial

"Terutama dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Terlebih bagi teman-teman kami yang kondisinya kurang beruntung, ada yang janda, juga ada yang dengan terpaksa menjadi ojol dengan membawa anaknya. Karena ya tidak ada yang merawat. Harus berjuang hidup sendiri," ujarnya.

Diakui oleh Lesly, saat bekerja. Tidak jarang dirinya maupun teman-temannya dalam satu komunitas. Juga mengalami tindakan kurang menyenangkan, yang mengarah kepada pelecehan seksual. Saat bekerja mengantar penumpang.

"Contohnya itu ketika kita dapat customer cowok terus dia itu boncengnya mepet (berdempetan, red) banget. Kita beri arahan untuk menjauh, tapi malah tetap bahkan malah menjawab. 'Wong di kota lainnya, seperti ini gak papa mbak'," ujarnya. 

"Saya balik jawab, tidak semua sama bapak, kita jual jasa mengantar jenengan. Bukan jual diri," ujarnya sembari menirukan ucapan penumpang, dari pengalaman tidak menyenangkan saat mengantar.

Baca Juga:
Kartini Power Run 2026 Sukses Digelar, Dorong Perempuan Kota Batu Lebih Sehat dan Berdaya

"Nah dari kejadian itu, kita antar anggota selalu share life. Jadi saling tahu lokasi dimana saat mengantar. Jika ada kejadian seperti itu, langsung kita turunkan dan lapor ke kantor (pemilik aplikasi Ojol). Jadi kita tidak dirugikan dengan laporan tidak benar," sambungnya.

Berkaitan dengan saat ini merayakan Hari Kartini 21 April 2025. Lesly memiliki harapan, agar dirinya beserta anggota di komunitasnya. Mendapat prioritas perlindungan yang lebih baik, saat bekerja sebagai mitra di perusahaan ojol.

"Komunitas kita kan dari berbagai perusahaan ojol yang ada di Jember. Keinginannya sih, keamanan kami dari perusahaan agar lebih diperhatikan apalagi kami perempuan," ungkapnya.

Senada dengan Lesly, salah seorang anggota kelompok driver ojol Kartini Jember. Fera Kurniawati (25) asal Dusun Klungkung Krajan, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi.

Juga memiliki keinginan yang sama, terkait perlindungan khusus bagi driver ojol perempuan.

Perempuan yang akrab disapa Fera ini mengaku terpaksa, mengais rezeki dengan menjadi driver ojol. Terlebih dengan kondisinya yang menjadi janda setelah ditinggal oleh mantan suaminya.

"Saya janda satu orang anak. Sehari-hari ya bekerja ngojek online ini. Karena kondisi, anak saya sering ikut saya ngojek. Ya bagaimana lagi, karena di rumah tidak ada yang jaga, juga gak bisa ditinggal. Jadi sambil bekerja saya ajak," kata Fera.

"Suka dukanya ya, saat hujan gitu dapat orderan penumpang terus dibatalin. Padahal saya sudah jalan. Ya gimana lagi. Tapi kalau hujan, anak gak saya ajak. Tapi kalau tidak hujan ya saya ajak, juga kepikiran kalau masuk angin. Ya dipakaikan jaket itu," sambungnya.

Dengan kondisi saat ini sebagai seorang single parent (orang tua tunggal). Diakui dalam bekerja, juga selalu diliputi kekhawatiran.

"Alhamdulillah selama bekerja ini baik-baik saja, tidak ada masalah. Tapi ya semoga niat bekerja ini lebih baik, juga perlindungan bagi kami driver perempuan ini. Dapat perhatian khusus," ucapnya.

Ungkapan sama juga disampaikan oleh anggota kelompok driver ojol Kartini Jember, Muizzatuz Zulfa (30) asal Desa Klompangan, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember.

Dirinya yang bekerja sebagai driver ojol, bermaksud untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Terlebih dari kerja yang dilakoni itu, juga membuatnya memiliki seorang suami yang juga sama berprofesi sebagai Ojol.

"Saya ojol sudah lama, sejak sebelum Covid. Suami saya juga sama. Saat itu kita sama-sama single (bujangan). Ketemu karena sama-sama punya kelompok dan bertemu. Akhirnya menikah," ucap Zulfa.

Dengan kesibukan sebagai rumah tangga, diakui kini aktifitasnya sedikit dikurangi.

"Kalau saya hanya ambil penumpang di sekitar rumah saja di Ajung. Kalau suami yang lebih luas wilayahnya cari penumpang," tuturnya.

Sebagai pasangan yang berprofesi sama. Zulfa berharap untuk mengumpulkan pundi-pundi uang untuk membuka peluang usaha lain, selain menjadi driver ojol.

"Istri gak masalah, tapi kepikiran juga karena sudah berkeluarga. Juga khawatir banyak hal di jalan. Kan cari makan di jalan berat," ujar suami Zulfa, Ahmad Humaidi (31) menambahkan.

"Tapi niat istri membantu ekonomi. Karena ya kehidupannya gitu. Tapi kami sama-sama berjuang," imbuh pria asal Situbondo yang dikaruniai anak satu, saat ini berusia 1,5 tahun itu. (*) 

Baca Sebelumnya

Wabup Syah Nata Berangkatkan JCH Trenggalek 2025, Begini Pesannya

Baca Selanjutnya

Komisi B DPRD Surabaya Soroti Kelayakan Fasilitas RPU Lakarsantri

Tags:

Hari Kartini Ojol Perempuan Kelompok Driver Ojol Kartini Jember Jember

Berita lainnya oleh Muhammad Hatta

Kebakaran di Permukiman Padat Jember, 3 Rumah Terdampak, Kerugian Capai Rp100 Juta

5 April 2026 21:15

Kebakaran di Permukiman Padat Jember, 3 Rumah Terdampak, Kerugian Capai Rp100 Juta

Video Percikan Api Lokomotif Viral di TikTok, KAI Pastikan Bukan Kebakaran

4 April 2026 11:51

Video Percikan Api Lokomotif Viral di TikTok, KAI Pastikan Bukan Kebakaran

Diduga Terpeleset Saat Menimba Air, Perempuan di Puger Jember Tewas Tercebur Sumur

4 April 2026 11:25

Diduga Terpeleset Saat Menimba Air, Perempuan di Puger Jember Tewas Tercebur Sumur

Terungkap, Dugaan Bullying Siswa SMA di Jember Dipicu Voice Note dan Konflik Lama

4 April 2026 11:00

Terungkap, Dugaan Bullying Siswa SMA di Jember Dipicu Voice Note dan Konflik Lama

Korban Bullying di Jember Alami Trauma, Dinsos Libatkan Psikolog

4 April 2026 10:00

Korban Bullying di Jember Alami Trauma, Dinsos Libatkan Psikolog

Polisi Selidiki Kasus Bullying Siswa SMA di Jember, Diduga Libatkan 10 Remaja

4 April 2026 09:05

Polisi Selidiki Kasus Bullying Siswa SMA di Jember, Diduga Libatkan 10 Remaja

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar