KETIK, MALANG – Upaya pencegahan meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus diperkuat.

Memasuki hari keenam penanganan, petugas gabungan memastikan wilayah Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang tetap aman meski sejumlah titik api masih muncul di wilayah lain.

Kasihumas Polres Malang AKP M Budiono menyampaikan, hingga Minggu 9 Agustus 2026 malam, kebakaran masih terpantau di beberapa wilayah yang masuk kawasan TNBTS, terutama di Kabupaten Probolinggo dan Pasuruan.

Salah satu titik api yang masih ditangani berada di kawasan hutan Blok P 30, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Petugas gabungan dari wilayah Probolinggo bersama Balai Besar TNBTS melakukan upaya pemadaman melalui jalur darat.

"Untuk wilayah Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, situasi sampai malam ini pukul 21.00 WIB aman dan kondusif. Petugas tetap bersiaga untuk mengantisipasi apabila terjadi rembetan api," kata AKP Budiono, Senin, 10 Agustus 2026.

Baca Juga:
73,8 Persen Wilayah Indonesia Masuki Kemarau, BMKG: Waspadai Karhutla!

Selain mengandalkan pemadaman secara manual, petugas juga mengoptimalkan operasi udara dengan metode water bombing.

Tiga unit helikopter milik BNPB dikerahkan untuk membantu penyiraman di sejumlah lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

"Operasi water bombing dilakukan untuk membantu mempercepat proses pemadaman, terutama di lokasi yang medannya sulit dijangkau petugas melalui jalur darat," ujarnya.

Untuk mengantisipasi kemungkinan api bergerak menuju wilayah Malang, personel gabungan TNI, Polri, dan Polhut KPH Tumpang menggelar apel siaga karhutla di Bromo Hillside Pos Jemplang, Desa Ngadas.

Baca Juga:
Kapolres Malang Ajak Komunitas Ojol Jadi Mitra Jaga Kamtibmas

"Apel siaga ini sebagai bentuk kesiapsiagaan personel dalam mengantisipasi perkembangan situasi karhutla, khususnya kemungkinan munculnya kembali titik api atau rembetan ke wilayah Kabupaten Malang," jelas Budiono.

"Kami bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan dan siaga. Jika ditemukan perkembangan atau titik api baru, akan segera dilakukan penanganan bersama," pungkasnya. (*)