KETIK, MALANG – Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana memberikan perhatian khusus terhadap wilayah pinggiran Kota Malang yang dinilai memiliki kerentanan sosial dan kriminalitas berbeda dibanding kawasan perkotaan lainnya.
Hal itu disampaikan saat berdialog dengan warga RT 01/RW 07 Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang, Sabtu, 30 Mei 2026, dalam kegiatan silaturahmi bersama masyarakat.
Menurut Putu Kholis, kawasan pinggiran kota memerlukan perhatian lebih karena berada dalam fase perkembangan yang pesat. Munculnya permukiman baru, akses jalan baru, hingga berbagai aktivitas ekonomi menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah maupun aparat keamanan.
"Memang daerah pinggiran memiliki kerentanan yang sedikit berbeda dibanding wilayah lain. Daerah atas kota seperti ini perlu perhatian khusus," ujar Putu Kholis.
Ia mencontohkan pengalamannya saat bertugas di Kota Depok yang merupakan kota satelit Jakarta. Menurutnya, kawasan penyangga perkotaan kerap menghadapi tingkat kriminalitas dan persoalan sosial yang lebih kompleks dibanding pusat kota.
Baca Juga:
Lama Vakum, Ajang Roadrace x Supermoto 2026 Kembali Guncang Kota MalangDi sisi lain, perkembangan wilayah yang semakin ekspansif juga memunculkan tantangan baru. Pembukaan kawasan permukiman, usaha, hingga meningkatnya mobilitas masyarakat antar daerah berpotensi menimbulkan berbagai persoalan sosial apabila tidak diantisipasi sejak dini.
Kapolresta menjelaskan, salah satu faktor yang perlu diwaspadai adalah munculnya kesenjangan sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, lingkungan yang memiliki kondisi sosial relatif setara cenderung lebih aman dibanding wilayah dengan tingkat ketimpangan yang tinggi.
"Yang menjadi tidak aman ketika ada ketimpangan yang terlalu jauh. Ini yang perlu kita waspadai di pinggiran kota," katanya.
Selain aspek keamanan dan sosial, Putu Kholis juga mengingatkan bahwa pertumbuhan kawasan pinggiran akan membawa berbagai tantangan infrastruktur dan pelayanan publik.
Baca Juga:
Pecinta Burger Merapat! Ini 8 Kedai Burger Favorit di Kota MalangMenurutnya, persoalan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan lahan, tetapi juga menyangkut kebutuhan jalan, saluran air, listrik, hingga pengelolaan sampah.
"Ekspansi sosial di permukiman itu nanti masalahnya tidak hanya lahan. Masalahnya nanti jalan, saluran air, listrik, sampai sampah. Ini yang menjadi tantangan," ungkapnya.
Karena itu, Polresta Malang Kota akan terus berupaya membangun komunikasi dan kolaborasi dengan masyarakat untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban di wilayah pinggiran kota yang terus berkembang.
Kegiatan dialog bersama warga tersebut juga menjadi sarana bagi jajaran kepolisian untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan lingkungan. (*)