KETIK, SIDOARJO – Kantor SAR Kelas A Surabaya melatih 41 personel rescuer melalui Pelatihan Medical First Responder (MFR) Angkatan LXXXIII.
Pelatihan yang berlangsung selama kurang lebih tiga pekan ini bertujuan meningkatkan kemampuan personel dalam memberikan pertolongan medis pertama kepada korban saat operasi pencarian dan pertolongan (SAR).
Kegiatan tersebut resmi dibuka pada Senin, 2 November 2026, di area mess Kantor SAR Kelas A Surabaya.
Pembukaan ditandai dengan apel yang dipimpin langsung Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H.
Dalam kesempatan tersebut, Nanang menegaskan bahwa kemampuan memberikan pertolongan medis pertama menjadi keterampilan penting yang harus dimiliki setiap rescuer.
Baca Juga:
Persebaya Waspadai Kendal Tornado FC, Bernardo Tavares Ingatkan Pemain Tak Meremehkan LawanMenurutnya, personel SAR tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis dalam pencarian dan evakuasi, tetapi juga harus terampil menangani kondisi korban sebelum mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Ia berharap pelatihan MFR dapat meningkatkan kompetensi sekaligus mengembangkan kapasitas personel dalam menghadapi berbagai situasi kegawatdaruratan di lapangan.
Pelatihan dijadwalkan berlangsung mulai 2 hingga 20 November 2026.
Baca Juga:
Toilet Masjid Al-Akbar Surabaya Bikin Pejabat NTB Mlongo, Sebut Serasa di HotelSelama kegiatan, peserta mendapatkan pembekalan teori dan praktik yang disampaikan tim instruktur dari Kantor SAR Kelas A Surabaya.
Sejumlah materi menjadi fokus pembelajaran, di antaranya penilaian kondisi korban, bantuan hidup dasar, serta teknik pemindahan dan evakuasi korban secara tepat dan aman.
Peserta juga dibekali keterampilan menangani perdarahan, cedera, kondisi syok, hingga berbagai kasus kegawatdaruratan medis yang berpotensi ditemui selama operasi SAR.
Untuk memastikan kualitas pelaksanaan, pelatihan ini mendapat pengawasan dari tim penjamin mutu Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia Pencarian dan Pertolongan (BPSDMPP) Basarnas.
Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pelatihan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan dan memenuhi ketentuan kompetensi sumber daya manusia pencarian dan pertolongan.
Nanang kembali mengingatkan agar peserta tidak hanya mengikuti seluruh rangkaian pelatihan, tetapi juga mampu menerapkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.(*)