KETIK, PASAMAN BARAT – Bangunan yang direncanakan menjadi Kantor Camat Lembah Melintang di Jorong Salido Barat, Nagari Salido Saroha, Kecamatan Lembah Melintang, Kabupaten Pasaman Barat, hingga kini belum juga difungsikan meski telah selesai dibangun sejak 2019.
Bangunan yang menelan anggaran lebih dari Rp3 miliar itu berdiri di atas lahan hibah seluas sekitar satu hektare. Namun hingga Selasa, 23 Juni 2026, kondisi bangunan masih kosong dan tidak digunakan untuk aktivitas pemerintahan.
Kondisi tersebut memicu kekecewaan masyarakat, termasuk Taridi, salah seorang warga yang menghibahkan lahannya untuk pembangunan kantor camat tersebut.
"Saya kecewa. Awalnya saya pikir setelah bangunan selesai, kantor itu akan langsung digunakan. Tapi sampai sekarang bangunan tersebut terlantar begitu saja," kata Taridi.
Menurutnya, masyarakat saat itu turut mendukung pembangunan dengan membantu menyiapkan akses jalan menuju lokasi kantor. Namun karena bangunan tak pernah digunakan, sebagian jalan yang telah dibuka kini kembali ditumbuhi semak belukar.
Baca Juga:
Smileco 4 Diikuti 486 Pelajar, Dinas Pendidikan Pasaman Barat Tak Tampak Hadir"Akses jalan juga sudah disiapkan waktu itu, tapi sekarang sebagian sudah dipenuhi tumbuhan liar," ujarnya.
Taridi mengungkapkan, saat proyek selesai dibangun beberapa tahun lalu, kondisi fisik bangunan diperkirakan telah mencapai sekitar 80 persen. Menurutnya, yang dibutuhkan saat itu hanya pengadaan mebel dan perlengkapan kantor agar bisa segera ditempati.
Namun harapan tersebut tak pernah terwujud. Seiring berjalannya waktu, bangunan yang dibiarkan kosong mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan akibat minim perawatan.
Kekecewaan serupa juga disampaikan warga sekitar. Mereka mempertanyakan perencanaan pembangunan yang dinilai tidak matang karena hingga bertahun-tahun belum ada kejelasan pemanfaatan bangunan tersebut.
Baca Juga:
SAE, Anti Korupsi, dan Ujian KekuasaanSeorang warga yang enggan disebutkan namanya bahkan menilai proyek tersebut berpotensi menjadi pemborosan anggaran daerah apabila tidak segera dimanfaatkan.
"Mungkin dibangun hanya untuk bancakan proyek. Kalau direncanakan dengan matang, mustahil bangunan miliaran rupiah terbengkalai begitu saja," ujarnya.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Selain agar aset daerah tidak rusak sia-sia, pemanfaatan bangunan juga dinilai penting untuk mendekatkan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat Kecamatan Lembah Melintang.
Jika terus dibiarkan kosong, masyarakat khawatir kondisi bangunan akan semakin rusak dan membutuhkan biaya tambahan yang lebih besar untuk perbaikan di masa mendatang.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui secara pasti alasan bangunan tersebut belum juga difungsikan. Bupati Pasaman Barat, Yulianto, disebut telah menerima video kondisi bangunan tersebut, namun belum memberikan tanggapan resmi.(*)