KETIK, JAKARTA – Banyak beredar mitos di masyarakat terkait kanker pada anak yang sering kali menimbulkan kekhawatiran yang tidak perlu.

Dilansir dari laman Kemenkes RI yang ditulis oleh dr. Fitriana Andiani, dr Vininsiasi Merry Laura dijelaskan bahwa, kanker ini adalah penyakit medis, bukan penyakit menular, bukan kutukan, dan bukan akibat kesalahan orang tua.

Kanker pada anak terjadi akibat pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali di dalam tubuh. Penyakit ini tidak dapat menyebar melalui sentuhan, udara, makanan, maupun cairan tubuh, sehingga tidak perlu dikhawatirkan penularannya dalam interaksi sehari-hari.

Tidak Bisa Dicegah, Namun Bisa Dideteksi Dini
Hingga saat ini, penyebab pasti kanker pada anak belum sepenuhnya diketahui. Berbeda dengan kanker pada orang dewasa yang sering berkaitan dengan gaya hidup.

Kanker pada anak umumnya dipengaruhi faktor genetik atau perubahan biologis sejak dalam kandungan. Meski tidak dapat dicegah, deteksi dini menjadi kunci penting dalam meningkatkan peluang kesembuhan.

Oleh karena itu, orang tua diimbau untuk mengenali gejala awal dan segera mencari pertolongan medis bila ditemukan tanda mencurigakan.

Tingkat Kesembuhan Semakin Meningkat
Kabar baiknya bagi orang tua bahwa, banyak jenis kanker pada anak dapat disembuhkan.

Di negara maju, sekitar 80% anak dengan kanker berhasil sembuh berkat diagnosis dini dan pengobatan yang tepat.

Jenis kanker yang paling sering terjadi pada anak antara lain leukemia, tumor otak dan sistem saraf pusat, limfoma, neuroblastoma, tumor Wilms, serta retinoblastoma.

Masing-masing memiliki gejala yang berbeda dan membutuhkan penanganan khusus dari tenaga medis.

Meluruskan Mitos yang Beredar
Sejumlah mitos yang beredar di masyarakat juga perlu diluruskan, di antaranya:
• Gula tidak menyebabkan kanker tumbuh lebih cepat, dan mengurangi gula tidak menghentikan kanker.
• Paparan sinyal ponsel, Wi-Fi, atau antena tidak terbukti menyebabkan kanker pada anak.
• Makanan ringan tidak secara langsung menyebabkan kanker, meski konsumsi berlebihan makanan ultra-proses tetap tidak dianjurkan.
• Penyintas kanker tetap dapat memiliki keturunan, meskipun pengobatan tertentu dapat memengaruhi kesuburan.
• Anak yang sembuh dari kanker tetap memerlukan kontrol rutin untuk memantau kondisi kesehatannya.
• Anak dengan kanker tetap bisa hidup normal, bersekolah, dan bersosialisasi seperti anak lainnya.

Baca Juga:
62 Kasus Kanker di Kota Batu, Dinkes Targetkan 1.300 Perempuan Jalani Skrining