KETIK, LEBAK – Kabupaten Lebak, Banten, memasuki musim durian yang ditandai dengan melimpahnya buah durian dari sejumlah sentra produksi. Musim durian tahun ini diperkirakan berlangsung cukup lama, bahkan hingga Oktober 2026.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, mengatakan musim durian saat ini sudah mulai berlangsung dan diperkirakan masih akan terus berjalan hingga sekitar Oktober mendatang.
“Sekarang sudah mulai. Diperkirakan sampai dengan bulan Oktober,” kata Rahmat Yuniar kepada wartawan, Rabu (20/8/2026).
Menurut Rahmat, jika dihitung secara keseluruhan, musim durian tahun ini berlangsung sekitar tiga bulan. Kondisi tersebut menjadi kabar baik bagi petani maupun masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari komoditas buah musiman tersebut.
“Musim sedang mendukung, agak lama jika dibandingkan dengan biasanya,” ujarnya.
Baca Juga:
Anak Pramuka Lebak Kobarkan Semangat Kemerdekaan Lewat Pawai OborIa menjelaskan, durian yang beredar di Kabupaten Lebak berasal dari sejumlah wilayah yang selama ini dikenal sebagai sentra produksi durian. Beberapa di antaranya berada di Kecamatan Cijaku, Lebakgedong, Leuwidamar, Bojongmanik, Cirinten, Muncang, Sobang, Cihara, hingga Cigembong.
“Cijaku, Lebakgedong, Leuwidamar, Bojongmanik, Cirinten, Muncang, Sobang, Cihara, Cigembong,” kata Rahmat.
Melimpahnya buah durian pada musim ini turut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. Buah yang dipanen petani tidak hanya dijual di tingkat lokal, tetapi juga dipasarkan melalui pedagang dan penjual durian di berbagai wilayah Kabupaten Lebak.
Salah seorang penjual durian di Rangkasbitung, Deti, mengatakan musim durian tahun ini memberikan hasil yang cukup baik. Ia menyebut buah durian yang dijualnya memiliki rasa manis.
Baca Juga:
Semarak Kemerdekaan, Anak-anak Kampung Selahaur Rangkasbitung Antusias Ikuti Beragam Perlombaan“Di musim durian ini hasilnya sangat manis. Kata petani kepada saya karena di musim ini cuacanya cerah, hasil durian ini sangat manis,” ujar Deti.
Deti mengatakan, durian yang dijualnya diperoleh langsung dari petani di wilayah Ciminyak, Kecamatan Leuwidamar.
Menurut dia, membeli langsung dari petani membuat pasokan durian lebih mudah diperoleh selama musim panen berlangsung.
“Saya beli langsung ke petani durian di Ciminyak, Leuwidamar,” katanya.
Ia juga mengaku bersyukur karena musim durian turut memberikan tambahan penghasilan bagi para pedagang. Tingginya minat masyarakat terhadap buah durian membuat aktivitas jual beli komoditas tersebut cukup ramai.
“Alhamdulillah, keuangan juga lumayan hasil jualan durian,” ujar Deti.(*)