KETIK, LEBAK – Pemerintah Kabupaten Lebak terus memastikan pelaksanaan pembangunan infrastruktur pendidikan berjalan sesuai rencana. Kepala Bagian Administrasi Pembangunan (Adpem) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Lebak, Wahyu Hidayat, melakukan monitoring revitalisasi tiga sekolah dasar di wilayah Kabupaten Lebak.
Tiga sekolah yang dimonitoring tersebut adalah SDN 1 Bojongmanik, SDN 2 Bojongmanik, dan SDN 1 Lebak Parahiang. Monitoring ini merupakan bagian dari fungsi pengendalian pembangunan daerah.
Wahyu mengatakan, monitoring dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan pekerjaan di lapangan.
Pihaknya memeriksa sejumlah aspek, mulai dari kemajuan fisik, kualitas pekerjaan, kesesuaian pelaksanaan dengan perencanaan, hingga aspek keselamatan dan ketertiban kerja.
"Monitoring ini kami lakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana, baik dari sisi progres maupun kualitas. Kami juga memberikan beberapa catatan kepada pelaksana agar pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu dan dengan kualitas yang baik," ujar Wahyu.
Baca Juga:
Bank Banten Raih The Rising Power of Regional Bank 2026 di Ajang 9.9 Awarding BUMD DaerahDari hasil monitoring di lapangan, secara umum pelaksanaan revitalisasi ketiga sekolah tersebut berjalan dengan baik dan sesuai dengan tahapan pekerjaan yang telah direncanakan. Meski demikian, tim monitoring tetap memberikan sejumlah masukan kepada pihak pelaksana.
Masukan tersebut meliputi pentingnya menjaga kualitas konstruksi, ketepatan waktu penyelesaian, kebersihan lingkungan sekolah selama proses pembangunan, serta penerapan standar keselamatan kerja.
Wahyu menegaskan, monitoring merupakan bagian penting dalam memastikan setiap pelaksanaan pembangunan memberikan hasil yang optimal dan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
Revitalisasi sekolah sendiri diharapkan mampu menghadirkan sarana dan prasarana pendidikan yang lebih layak, aman, dan nyaman, baik bagi siswa maupun tenaga pendidik.
Baca Juga:
Hujan Tak Surutkan Antusiasme Ribuan Penonton di Hari Tani Nasional 2026 di LebakUpaya tersebut sejalan dengan semangat Lebak Ruhay, khususnya dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan fasilitas pendidikan yang mendukung proses belajar mengajar.
"Pembangunan sarana pendidikan pada akhirnya bukan hanya tentang bangunan, tetapi tentang menyiapkan lingkungan yang lebih baik bagi anak-anak kita untuk belajar dan tumbuh menjadi generasi Lebak yang unggul," kata Wahyu.
Pemerintah Kabupaten Lebak berkomitmen akan terus melakukan pengendalian dan monitoring terhadap seluruh pelaksanaan pembangunan. Langkah ini dilakukan agar setiap program yang dilaksanakan dapat selesai sesuai target dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.(*)