Jengkel Jalan Rusak, Warga Dua Padukuhan Sleman Tanami Pohon Pisang di Jalan Provinsi

Jurnalis: Fajar Rianto
Editor: M. Rifat

5 Feb 2024 13:08

Thumbnail Jengkel Jalan Rusak, Warga Dua Padukuhan Sleman Tanami Pohon Pisang di Jalan Provinsi
Warga menamami pohon pisang di tengah jalan rusak (3/2/2024) (Foto: Krisna/Ketik.co.id)

KETIK, YOGYAKARTA – Diduga jengkel dengan kondisi jalan rusak yang ada di sekitar lingkungannya, warga di dua padukuhan yakni Barongan dan padukuhan Tangisan, Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel, Sleman, Sabtu petang (3/2/2024) melakukan aksi penanaman pohon pisang pada lokasi jalan raya yang rusak berlubang di daerah mereka.

Salah satu warga yang minta dirahasiakan namanya menyebutkan, aksi tersebut merupakan inisiatif masyarakat setempat. Karena keterbatasan sarana, akhirnya mereka menggunakan pohon pisang sebagai rambu peringatan kepada pengguna jalan agar lebih berhati-hati ketika melewati ruas jalan rusak tersebut.
Ini juga sekaligus sebagai bentuk protes kepada pihak terkait agar segera dilakukan perbaikan.

"Kalau kondisi yang paling parah sampai pertigaan Kemusuh. Aksi warga Tangisan kemarin hanya sampai pertigaan Alfamart. Sedangkan Alfamart - Kemusuh Warga Barongan yang melakukan aksi," terangnya.

Diungkapkannya, akibat kondisi jalan yang rusak di ruas jalan tersebut sudah banyak pengendara sepeda motor yang jatuh. Motornya rusak, ban bocor, ataupun velg pecah akibat masuk lubang yang tidak kunjung diperbaiki tadi. Ia sampaikan pula sudah ada korban yang cukup parah, di antaranya warga Minggir Sleman, sedangkan kejadian terjadi hari Jumat lalu.

Baca Juga:
Strategi Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman Wujudkan Kedaulatan Air Desa: Menuju PAMdes yang Mandiri

"Apalagi kalau malam habis hujan, sehingga lubang tergenang air. Kondisinya sangat membahayakan. Warga setempat maupun pengendara yang sering lewat saja masih sering kejeglong. Apalagi pengendara yang belum paham dengan kondisi ruas jalan tersebut," keluhnya.

Salah satu warga lainya yang mengaku bernama Krisna menyebutkan, aksi penanaman pohon tersebut langsung direspon oleh PT Adi Karya. Tidak sampai tiga jam, sejumlah pohon pisang yang ditanam oleh warga Barongan kembali dicabuti oleh tenaga dari PT Adhi Karya selaku pelaksana pembuatan jalan Tol. 
Ia sebutkan, hari Minggu siang kemarin sudah ada tindakan penambalan yang dilakukan oleh PT Adhi Karya, tetapi masih belum sempurna, masih ada banyak lubang yang belum ditambal.

Overload Kendaraan Diduga Penyebab Rusaknya Jalan

Sebelumnya, selama dua hari, Ketik.co.id melakukan pengamatan jalan provinsi di ruas Klangon - Balangan seputaran Kalurahan Banyurejo ini. Di lokasi ini akhir Januari lalu (24/1/2024) terlihat sejumlah titik yang mengalami kerusakan jalan cukup parah. Mulai sekitar Buk Renteng di Tangisan dekat rumah Aji Wulantara Tenaga Ahli Bupati Sleman. Hingga Kemusuh padukuhan Barongan sepanjang kurang lebih 800 an meter. Jalan tersebut merupakan jalan provinsi DIY.

Baca Juga:
Bupati Harda Kiswaya Kukuhkan Pengurus LKK Banyuraden, Tekankan Sinergi Membangun Sleman

Kondisi ni dibenarkan oleh Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Bidang Bina Marga DPUP ESDM DIY, Wira Sasongko Putro. "Iya mas. Sebenarnya jalan itu masuk area yang dipelihara oleh pelaksana jalan tol mas," terangnya.

Foto Saat personil dari PT Adhi Karya tengah melakukan penambalan jalan tanggal 24 Januari 2024 lalu. (Foto: Fajar Rianto / Ketik.co.id)Personil PT Adhi Karya melakukan penambalan jalan (24/1/2024). (Foto: Fajar Rianto/Ketik.co.id)

Memang, bersamaan saat itu dilakukan penambalan pada beberapa titik ruas jalan yang rusak atau berlubang.  Namun nampaknya terjadi kerusakan lagi di sejumlah titik pada ruas jalan tersebut.

Hampir senada, Jagabaya Kalurahan Banyurejo, Irwan Darmanta, Senin (5/2/2024) menyebutkan, sejumlah titik yang pernah diperbaiki sebelumnya ternyata telah rusak kembali.

"Intinya saat ini jalan rusak berlubang dan perlu diperbaiki," kata Irwan.

Jagabaya Kalurahan Banyurejo ini menyakini penyebab kerusakan jalan tersebut tidak semata - mata akibat lalu lalang kendaraan proyek tol. Namun muatan melebihi batas maksmial (tonase) pada kendaraan besar itulah yang menjadi salah satu penyebab kerusakan jalan ini. Kondisi tersebut diperparah dengan turunnya musim hujan serta kondisi  saluran air atau drainase yang buruk.

"Tidak semata-senata karena adanya pembangunan jalan Tol. Karena kendaraan besar diluar Tol yang melebihi tonase, terutama saat jam jam sepi banyak yang lewat jalan ini," ungkapnya.

Truk - truk besar tersebut diduga membawa material pasir, dan biasa berjalan enam atau sekaligus tujuh truk beriringan. Alasan tersebut nampaknya masuk akal mengingat, ruas Alfamart ke arah Tangisan juga mengalami kerusakan cukup parah. Padahal titik tersebut jarang dilalui angkutan proyek Tol. (*)

Baca Sebelumnya

Sidoarjo Diterjang Angin Puting Beliung, Tiga Desa di Kecamatan Prambon Porak-poranda, Seorang Lansia Meninggal

Baca Selanjutnya

Sidoarjo Dihajar Angin Puting Beliung, 200 Lebih Bangunan Rusak di 4 Kecamatan, 1 Tewas, 2 Luka

Tags:

PT Adi Karya Jagabaya Kalurahan Banyurejo Sleman Ruas Klangon - Balangan Pohon Pisang Jalan rusak bina marga DPUP ESDM DIY Tangisan Kemusuh

Berita lainnya oleh Fajar Rianto

Strategi Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman Wujudkan Kedaulatan Air Desa: Menuju PAMdes yang Mandiri

14 April 2026 15:49

Strategi Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman Wujudkan Kedaulatan Air Desa: Menuju PAMdes yang Mandiri

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

13 April 2026 22:04

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

13 April 2026 15:21

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

9 April 2026 16:31

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

9 April 2026 16:18

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

9 April 2026 05:50

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar