KETIK, SLEMAN – Menjelang perayaan Hari Raya Iduladha 1447 H, stabilitas harga barang kebutuhan pokok di wilayah Kabupaten Sleman menunjukkan tren yang relatif aman.

Kepastian ini didapat setelah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman memperketat pengawasan dengan menerjunkan tim khusus untuk memantau pergerakan harga pangan setiap hari secara langsung.

Langkah jemput bola tersebut menyasar delapan pasar rakyat utama yang tersebar di seluruh penjuru Sleman. Mulai dari Pasar Sleman, Pasar Prambanan, Pasar Godean, Pasar Tempel, Pasar Pakem, Pasar Kalasan, Pasar Depok, hingga Pasar Cebongan.

Berdasarkan data terbaru pada minggu keempat Mei 2026, mayoritas komoditas utama seperti beras, gula pasir, minyak goreng curah, tepung terigu, hingga daging sapi dipastikan dalam kondisi stabil jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya.

Kepala Disperindag Kabupaten Sleman, RR Mae Rusmi Suryaningsih, menjelaskan bahwa meski mayoritas komoditas aman, riak kenaikan harga tetap terjadi pada beberapa bahan pokok.

Lonjakan tertinggi tercatat pada cabai merah keriting yang meroket hingga 19,58 persen. Tren kenaikan tipis juga diikuti oleh Minyakita yang naik 5,17 persen, bawang merah 2,41 persen, serta fluktuasi minor pada komoditas cabai rawit merah, cabai merah besar, minyak goreng kemasan premium, hingga kedelai.

"Berdasarkan data pantauan kami, stabilitas harga pangan di Sleman pada minggu ke-4 bulan Mei dibandingkan minggu ke-3 bulan Mei tahun 2026 cukup terjaga dengan mayoritas komoditas utama seperti beras, gula pasir, minyak curah, tepung terigu, dan daging sapi terpantau stabil," terang RR Mae Rusmi Suryaningsih di Sleman, Senin 25 Mei 2026.

Sebaliknya, kabar baik berembus dari sektor peternakan dan bumbu dapur lainnya.

Tren penurunan harga yang cukup signifikan justru terjadi pada bawang putih honan yang merosot 1,97 persen, disusul daging ayam ras yang turun 0,61 persen.

Baca Juga:
Dekati Iduladha, Khofifah Inspeksi Harga Pangan hingga Cek Kesiapan Hewan Kurban di Bojonegoro

 

Selain itu, cabai rawit hijau, bawang putih kating, dan telur ayam ras juga kompak mengalami penurunan harga, di mana harga telur ayam kini melandai di angka Rp25.375 per kilogram.

Mengantisipasi lonjakan yang lebih tinggi menjelang hari besar keagamaan, Pemerintah Kabupaten Sleman bergerak cepat dengan memperkuat koordinasi bersama jaringan distributor, pedagang, dan pelaku logistik demi menjaga kelancaran pasokan.

Mae Rusmi menegaskan, jika nantinya terjadi lonjakan harga yang tidak wajar di pasaran, pihaknya bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) sudah menyiapkan skenario intervensi taktis.

"Ketika terjadi kenaikan harga yang signifikan, Disperindag bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan intervensi melalui kegiatan operasi pasar. Ini bertujuan untuk membantu masyarakat memperoleh barang kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjaga keseimbangan harga di pasaran," tegas Mae Rusmi. (*)

Baca Juga:
Harga Telur Anjlok saat Pakan Naik, Peternak Ayam Petelur di Pacitan Kelimpungan