KETIK, LEBAK – Menjelang Idul Adha, harga sejumlah bahan pokok dan barang strategis di Kabupaten Lebak terpantau relatif stabil. Meski demikian, beberapa komoditas hortikultura seperti cabai merah masih mengalami kenaikan harga di sejumlah pasar tradisional.

Berdasarkan hasil pemantauan harga kebutuhan pokok dan barang strategis yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak pada 11 Mei 2026, sebagian besar kebutuhan masyarakat masih berada dalam kondisi aman dan terkendali.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kabupaten Lebak, Yani mengatakan, harga sejumlah komoditas utama hingga saat ini masih relatif stabil. Beras medium misalnya, masih berada pada kisaran Rp12 ribu hingga Rp13 ribu per kilogram. 

Lanjut Yani, Sementara gula pasir lokal tercatat Rp18.846 per kilogram dan minyak goreng kemasan premium berada di angka Rp21.731 per liter.

“Secara umum harga bahan pokok di Kabupaten Lebak masih relatif stabil dan stok kebutuhan masyarakat juga aman. Memang ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, terutama cabai merah, namun kondisinya masih dalam batas yang wajar,” kata Yani kepada wartawan, Selasa, 12 Mei 2026.

Baca Juga:
Kondisi Memprihatinkan: 11 Jiwa Tinggal di Rumah Nyaris Roboh

Ia menjelaskan, kenaikan harga paling menonjol terjadi pada komoditas cabai merah yang kini mencapai rata-rata Rp76.154 per kilogram. 

Sedangkan cabai hijau berada di angka Rp55.731 per kilogram. Selain itu, harga bawang merah tercatat Rp44.962 per kilogram dan bawang putih Rp38.308 per kilogram.

Menurut Yani, naiknya harga cabai dipengaruhi meningkatnya permintaan masyarakat menjelang hari besar keagamaan serta adanya faktor distribusi dari daerah pemasok.

“Menjelang Idul Adha biasanya permintaan masyarakat meningkat, terutama untuk kebutuhan dapur dan konsumsi rumah tangga. Hal itu ikut mempengaruhi harga beberapa komoditas hortikultura,” ujarnya.

Baca Juga:
Kepala Dinkes Lebak: Perawat Harus Profesional dan Berdaya dalam Menyelamatkan Nyawa

Selain komoditas pangan, sejumlah bahan bangunan juga terpantau stabil. Semen Tiga Roda ukuran 50 kilogram tercatat Rp74.273 per zak, sementara semen Merah Putih ukuran 50 kilogram berada di kisaran Rp62.769 per zak.

Yani menegaskan, pemerintah daerah bersama tim pemantau harga terus melakukan pengawasan rutin di sejumlah pasar tradisional guna memastikan pasokan bahan pokok tetap tersedia dan harga tetap terkendali.

“Kami terus melakukan monitoring secara berkala di pasar-pasar tradisional untuk memastikan distribusi barang berjalan lancar serta mengantisipasi adanya lonjakan harga yang terlalu tinggi,” katanya.

Selain melakukan pemantauan harga, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan distributor dan pelaku usaha untuk menjaga kestabilan pasokan menjelang hari raya.

“Kami berharap kondisi harga tetap stabil sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga dan kebutuhan masyarakat menjelang Idul Adha dapat terpenuhi dengan baik,” tutupnya.(*)