KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar doa, dzikir, dan khotmil Qur'an bersama 4.000 hafidz dan hafidzah se-Jawa Timur di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Sabtu, 10 Oktober 2026.
Kegiatan ini menjadi ungkapan syukur sekaligus munajat menjelang peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, dengan memohon keberkahan, keselamatan, dan kedamaian bagi Jawa Timur serta Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, para hafidz dan hafidzah berhasil menuntaskan 810 kali khataman Al-Qur’an secara bersama-sama. Rangkaian acara juga diisi dengan lantunan selawat, doa, penyerahan santunan kepada 81 anak yatim, serta pengundian 12 paket umrah bagi wajib pajak patuh tahap III tahun 2026.
Lantunan solawat dan doa dipimpin oleh Syeikh Prof. Dr. Muhammad Fadhil Al Jailani. Sementara itu, pembacaan surah Ad-Dhuha hingga An-Nas dalam rangkaian khotmil Qur’an dipimpin oleh KH. A. Muzakky Al Hafidz, dilanjutkan dengan doa khotmil Qur’an oleh KH. Abdul Hamid Abdullah.
Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh hafidz dan hafidzah atas lantunan ayat suci serta doa yang mengiringi peringatan Hari Jadi Jawa Timur.
Baca Juga:
Gubernur Khofifah Luncurkan Magister Kajian Turats Pertama di Indonesia, Siapkan Generasi Intelektual Pesantren"Yang kita muliakan, kita cintai, dan kita banggakan para hafidz dan hafidzah rahimakumullah, terima kasih semuanya. Doa yang luar biasa mengiringi Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Penjenengan memberseiringi dengan 810 kali khatam Qur'an," ujar Khofifah.
Gubernur Khofifah berharap khataman Al-Qur’an dan doa bersama tersebut menjadi ikhtiar spiritual untuk memohon rida serta kasih sayang Allah SWT bagi seluruh masyarakat.
"Insya Allah, mudah-mudahan Allah turunkan limpahan kasih sayang-Nya kepada kita semua. Melalui Al-Quran secara berjama'ah sudah panjenengan khatamkan 810 kali, mudah-mudahan Allah anugerahkan ridha barokah-Nya untuk kita semua. Jawa Timur barokah, Indonesia barokah, Jawa Timur aman damai, Indonesia aman damai. Amin," lanjut Gubernur Khofifah.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menyampaikan bahwa rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur akan dilanjutkan dengan salat tahajud pada 13 Oktober mendatang.
Baca Juga:
Khofifah Lantik PW IKA UNAIR Kaltim, Dorong Creative Financing DaerahKegiatan tersebut direncanakan berlangsung di geladak KRI Makassar 590 dalam perjalanan menuju Slopeng, Kabupaten Sumenep, dengan dipimpin Imam Besar Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya KH. A. Muzakky Al Hafidz.
"Bagi seluruh hafidz dan hafidzah yang berkenan mengikuti, silakan. Kita jam 2 siang mulai berangkat, dan akan dipimpin oleh KH. A. Muzakky Al Hafidz yang juga pernah memimpin sholat tahajjud saat kita ingin dipertemukan Allah dengan Lailatul Qadar di KRI yang sama," terangnya.
Sementara itu, Syeikh Prof. Dr. Muhammad Fadhil Al Jailani menyampaikan kegembiraannya dapat menghadiri doa, zikir, dan khotmil Qur’an bersama ribuan hafidz dan hafidzah se-Jawa Timur. Ia juga mengapresiasi Khofifah yang telah menggagas dan menyelenggarakan kegiatan keagamaan yang melibatkan pembacaan Al-Qur’an dan zikir.
"Saya ingin menyampaikan bahwa saya gembira sekali pada acara ini. Utamanya acara yang berhubungan dengan Qur'an, acara yang berhubungan dengan zikir, acara yang berhubungan dengan syafaat kita dengan Qur'an. Acara-acara tersebut sungguh membuat saya sangat senang sekali. Utamanya kepada Ibu Gubernur, Ibu Khofifah Indah Parawansa, yang telah memberikan jerih payahnya untuk menggagas dan melaksanakan acara-acara seperti ini," tuturnya.
Ia kemudian mengajak para hadirin untuk membaca shalawat sebanyak tiga kali. Diharapkan dapat meringankan beban masyarakat Indonesia khususnya bagi mereka yang kini sedang tertimpa musibah, dan menjauhkan mereka dari segala marabahaya.
"Semoga dengan baca salawat ini kita semua akan diberikan keberkahan. Utamanya diberikan hujan yang penuh manfaat jauh dari bahaya, jauh dari banjir, hujan yang memberikan air yang menyejukkan bagi seluruh masyarakat Jawa Timur dan Indonesia semuanya," harapnya.
"Semoga nanti setelah membaca sholawat ini, hafalan-hafalan kita tetap menguat di dalam jiwa dan pikiran kita. Kemudian saya berwasiat, nanti dipimpin oleh Ibu Gubernur untuk bisa melakukan sholat istisqa' setiap Jumat setelah sholat Jumat. Semoga nanti diberikan Allah hujan yang membawa berkah, membawa kenikmatan, dan jauh dari bencana," pungkasnya.(*)