KETIK, JAKARTA – Komjen Pol. Suyudi Ario Seto memiliki rekam jejak di bidang penegakan hukum sebelum dipercaya menjadi Kapolri. Salah satu catatan penting dalam perjalanan kariernya adalah ketika memimpin Badan Narkotika Nasional (BNN).
Suyudi menjabat sebagai Kepala BNN setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 25 Agustus 2025. Selama memimpin lembaga tersebut hingga Oktober 2026, sejumlah capaian dicatat dalam upaya pemberantasan dan pencegahan peredaran narkotika di Indonesia.
Beberapa pekan setelah dilantik, Suyudi langsung memimpin pengungkapan 11 jaringan narkotika lintas wilayah pada September 2025. Dalam operasi tersebut, BNN mengamankan 53 tersangka.
Penindakan terhadap jaringan narkotika kemudian berlanjut hingga 2026. Di bawah kepemimpinannya, BNN mencatat penyitaan barang bukti narkotika mencapai 12,3 ton. Penindakan tersebut juga disebut berhasil menghentikan nilai ekonomi jaringan narkoba hingga Rp16,5 triliun.
Tidak hanya narkotika, BNN juga melakukan penelusuran terhadap aset yang berkaitan dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Aset senilai Rp165 miliar berhasil disita dalam rangka memutus aliran keuangan jaringan narkotika.
Baca Juga:
GPK RI Ucapkan Selamat kepada Suyudi Ario Seto, Siap Kawal Reformasi dan Program KapolriDari berbagai penindakan tersebut, BNN mencatat sekitar 48,3 juta jiwa generasi bangsa berhasil diselamatkan dari potensi dampak peredaran narkotika.
Selain mengedepankan penindakan, Suyudi juga menyoroti persoalan narkotika dari sisi rehabilitasi. Ia menyebut hampir 80 persen penghuni lembaga pemasyarakatan (lapas) di Indonesia merupakan tahanan atau narapidana kasus narkotika.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena persoalan narkotika tidak hanya berkaitan dengan pengedar dan jaringan besar, tetapi juga pengguna yang membutuhkan penanganan melalui rehabilitasi. Karena itu, penguatan koordinasi dalam penanganan pengguna narkotika menjadi salah satu hal yang didorong selama kepemimpinannya di BNN.
Suyudi juga mendorong penanganan terhadap perkembangan jenis dan modus penyalahgunaan narkotika. Salah satunya melalui pembahasan regulasi terkait peredaran narkotika cair seperti etomidate.
Baca Juga:
Jejak Panjang Suyudi Ario Seto Menuju Kursi KapolriDi sisi pencegahan, BNN di bawah kepemimpinan Suyudi memperkuat program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat digalakkan untuk meningkatkan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba.
Berbagai catatan tersebut menjadi bagian dari rekam jejak Suyudi sebelum akhirnya mendapat persetujuan DPR untuk menjadi Kapolri. Pengalaman memimpin BNN memberinya catatan dalam penindakan jaringan narkotika, penguatan koordinasi, penelusuran aset hasil kejahatan, hingga upaya pencegahan melalui edukasi masyarakat.
Kini, perjalanan Suyudi berlanjut ke jabatan Kapolri. Rekam jejaknya selama memimpin BNN menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan kariernya sebelum dipercaya memimpin institusi Polri.(*)