KETIK, JAKARTA – Nama Dr. M. Hasanuddin Wahid, M.Hum., menjadi salah satu figur penting dalam perjalanan politik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Sosok yang akrab disapa Cak Udin ini dikenal sebagai politisi yang tumbuh dari tradisi intelektual pesantren, aktivisme mahasiswa, hingga dipercaya memegang posisi strategis sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PKB.
Hasanuddin Wahid lahir di Malang, Jawa Timur, pada 2 April 1975. Perjalanan pendidikannya dimulai dari lingkungan pendidikan Islam, yakni MI Miftahul Ulum, kemudian melanjutkan ke MTs Hasyim Asy’ari dan Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah (MASS) Tebuireng.
Ia kemudian menempuh pendidikan tinggi di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan meraih gelar Magister Filsafat dari Universitas Indonesia (UI).
Sejak masa mahasiswa, Hasanuddin aktif dalam organisasi kemahasiswaan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Aktivitasnya di dunia pergerakan membentuk karakter kepemimpinan dan membawanya dipercaya menduduki berbagai posisi organisasi, termasuk di tingkat cabang hingga Pengurus Besar PMII.
Baca Juga:
Jejak Moreno Soeprapto, dari Deru Mesin Balap Menuju Kursi ParlemenKarier politik Hasanuddin tidak terlepas dari kedekatannya dengan PKB, partai yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama (NU).
Sebelum menduduki posisi puncak sebagai Sekjen, ia terlebih dahulu mengabdi sebagai Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKB selama dua periode, yakni 2011–2014 dan 2014–2019.
Pengalaman panjang di struktur internal partai membuatnya memahami dinamika organisasi hingga strategi penguatan mesin politik PKB.
Pada 2019, Hasanuddin Wahid dipercaya menjadi Sekretaris Jenderal DPP PKB. Jabatan tersebut menjadikannya salah satu figur kunci yang mendampingi Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar dalam mengelola roda organisasi dan konsolidasi politik partai.
Baca Juga:
Politisi Muda Nur Faizin, Anggota DPRD Jatim dari Madura dengan Segudang Pengalaman OrganisasiSelain aktif di PKB, Hasanuddin juga memiliki rekam jejak dalam organisasi kepemudaan dan Nahdlatul Ulama. Ia pernah memimpin Garda Bangsa PKB serta terlibat dalam kepengurusan Pagar Nusa, organisasi pencak silat di bawah naungan Nahdlatul Ulama.
Di bidang politik kenegaraan, Hasanuddin Wahid juga pernah menjalankan amanah sebagai anggota DPR RI dari Fraksi PKB periode 2019–2024 melalui daerah pemilihan Jawa Timur V. Ia kemudian kembali tercatat sebagai anggota MPR RI periode 2024–2029 dari Fraksi PKB.
Tidak hanya aktif dalam politik praktis, Hasanuddin juga menaruh perhatian pada dunia akademik. Ia menyelesaikan pendidikan doktoral di Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan) dengan kajian mengenai strategi pertahanan Indonesia menghadapi China Grey Zone Strategy di kawasan Laut China Selatan.
Perjalanan Hasanuddin Wahid menunjukkan perpaduan antara pengalaman organisasi, pendidikan, dan politik.
Dari aktivis mahasiswa hingga menjadi salah satu pengendali organisasi partai politik nasional, Cak Udin menjadi figur yang merepresentasikan kader muda Nahdliyin yang berkiprah di panggung politik Indonesia. (*)