Jaringan Aktivis Nusantara: Gelar Doktor Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Sesuai Aturan

Jurnalis: Muhamad Zaid Kilwo
Editor: M. Rifat

21 Okt 2024 11:05

Thumbnail Jaringan Aktivis Nusantara: Gelar Doktor Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Sesuai Aturan
Ketua Umum Jaringan Aktivis Nusantara (JAN), Romadhon Jasn, memberikan pandangannya terkait polemik gelar menteri ESDM Doktor Bahlil Lahadalia. (Foto: Zaid Kilwo/Ketik.co.id)

KETIK, SORONG – Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta memberikan klarifikasi terkait dugaan plagiasi disertasi program doktor Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia, Bahlil Lahadalia.

Bahlil meraih gelar Doktor dari Program Pascasarjana Kajian Strategik dan Global Universitas Indonesia (UI) setelah mempertahankan disertasi berjudul “Kebijakan, Kelembagaan dan Tata Kelola Hilirisasi Nikel yang Berkeadilan dan Berkelanjutan di Indonesia” pada sidang terbuka, Rabu (16/10/2024).

Klarifikasi tersebut disampaikan oleh Maila Dinia Husni Rahiem, dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang menegaskan bahwa tuduhan plagiasi dengan tingkat similarity sebesar 95% tidak benar. Berdasarkan pengecekan resmi melalui aplikasi Turnitin, hasil similarity disertasi Bahlil adalah 13%, jauh di bawah ambang batas plagiarisme yang diterima untuk disertasi, yaitu antara 15-30%. “Hasil pengecekan tersebut menegaskan bahwa tidak ada indikasi plagiarisme dalam disertasi Bahlil,” jelas Maila.

Isu yang tersebar di media sosial, menurut Maila, dipicu oleh kesalahan dalam proses penyimpanan dokumen di Turnitin. Saat dilakukan pengecekan ulang oleh beberapa pihak, disertasi Bahlil terdeteksi sebagai dokumen yang terekam dalam repository Turnitin kampus, menyebabkan munculnya angka similarity yang sangat tinggi.

Baca Juga:
Pemerintah Buka Investasi AS di Sektor Mineral Kritis, Tetap Prioritaskan Hilirisasi

“Pemeriksaan dokumen yang sama berulang kali menyebabkan sistem Turnitin mendeteksi kesamaan yang berlebihan, sehingga menimbulkan kesalahpahaman,” tambahnya.

Seiring dengan klarifikasi dari UIN, Jaringan Aktivis Nusantara (JAN) melalui ketuanya, Romadhon Jasn, juga memberikan pandangannya terkait polemik gelar Doktor Bahlil.

Menurut Romadhon, polemik ini seharusnya tidak menjadi kontroversi yang berkepanjangan. Berdasarkan penjelasan dari Universitas Indonesia, masa studi Bahlil sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Masa studi Bahlil sesuai dengan Peraturan Rektor UI No. 16 Tahun 2016, yang memungkinkan program doktoral ditempuh minimal dalam empat semester. Jadi, tidak ada yang luar biasa atau melanggar aturan,” ujar Romadhon kepada awak media, Minggu (20/10/2024).

Baca Juga:
Implementasi Kesepakatan Prabowo–Trump, Indonesia Alokasikan USD15 Miliar untuk Pembelian Energi AS

Romadhon juga menambahkan bahwa tudingan adanya kejanggalan hanya akan menciptakan kegaduhan yang tidak perlu. Ia mencontohkan tokoh lain, Sugeng Purwanto, yang menyelesaikan program doktor lebih cepat, dalam waktu 13 bulan 26 hari, dan bahkan mendapat pengakuan dari Museum Rekor Indonesia (MURI).

“Jika ada yang lebih cepat dari Bahlil dan gelarnya pun sah serta diakui, maka mempersoalkan kelulusan Bahlil seolah mencari-cari masalah untuk viral,” lanjut Romadhon.

Selain itu, Romadhon menyoroti tudingan plagiarisme yang sudah dijawab secara tegas oleh pihak UI. Menurut Prof. Harkristuti Harkriswono, Ketua Dewan Guru Besar UI, disertasi Bahlil telah melalui pengecekan Turnitin dengan hasil similarity di bawah 10 persen, standar yang jauh lebih ketat dari kebanyakan perguruan tinggi.

“Pihak universitas sudah menjelaskan bahwa tidak ada unsur plagiarisme dalam disertasi Bahlil, jadi kenapa masih ada yang terus mempermasalahkan?” ujarnya.

JAN berharap agar semua pihak dapat lebih bijak dalam menyikapi isu ini dan tidak menjadikannya bahan spekulasi yang memperkeruh suasana. “Pendidikan adalah hal yang serius dan harus dipertahankan integritasnya. Jika sudah ada klarifikasi resmi dari institusi akademik, kita harus menghormatinya. Mengembangkan isu yang tidak berdasar hanya akan merusak reputasi pihak-pihak yang terlibat, termasuk Universitas Indonesia sebagai institusi pendidikan ternama,” tambah Romadhon.

Lebih lanjut, Romadhon meminta agar semua pihak berfokus pada hal-hal positif, seperti bagaimana Bahlil bisa menggunakan gelar doktoral tersebut untuk memajukan sektor energi di Indonesia. “Kami harus mendukung tokoh-tokoh publik yang meningkatkan kapasitas akademik dan memberikan kontribusi kepada bangsa,” tutup Romadhon. (*)

Baca Sebelumnya

Debat Publik Perdana Pilkada Pamekasan 2024 Berjalan Sukses

Baca Selanjutnya

Relawan Moi Nusantara Nyatakan Dukung Paslon Nomor 2 Septinus Lobat - Ansar Karim di Pilkada Sorong

Tags:

Jaringan Aktivis Nusantara Gelar Doktor Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Sudah Sesuai Dengan Aturan

Berita lainnya oleh Muhamad Zaid Kilwo

Raja Ampat Tuan Rumah AVC Beach Tour Open 2026, Fahmi Macap Ingatkan Pemda Soal ini

6 April 2026 15:10

Raja Ampat Tuan Rumah AVC Beach Tour Open 2026, Fahmi Macap Ingatkan Pemda Soal ini

MRP se-Tanah Papua Laporkan Senator Paul Vinsen Mayor ke Dewan Kehormatan DPD RI

3 April 2026 17:15

MRP se-Tanah Papua Laporkan Senator Paul Vinsen Mayor ke Dewan Kehormatan DPD RI

Sub Kogartap 0606 Bogor Gelar Halal Bihalal bersama Tokoh Agama Masyarakat Ormas dan LSM

26 Maret 2026 13:08

Sub Kogartap 0606 Bogor Gelar Halal Bihalal bersama Tokoh Agama Masyarakat Ormas dan LSM

Peresmian PLTMH di Lanny Jaya, Warga Kampung Koka Kini Nikmati Listrik di Malam Hari

17 Maret 2026 11:32

Peresmian PLTMH di Lanny Jaya, Warga Kampung Koka Kini Nikmati Listrik di Malam Hari

Aktivis Kritik Penjelasan KSP soal Board of Peace, Dinilai Keliru Atribusi Dokumen

11 Maret 2026 12:51

Aktivis Kritik Penjelasan KSP soal Board of Peace, Dinilai Keliru Atribusi Dokumen

Putusan Konkernas PWI 2026 Diserahkan ke Ketua Umum

9 Maret 2026 21:45

Putusan Konkernas PWI 2026 Diserahkan ke Ketua Umum

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H