KETIK, SURABAYA – Minyak goreng bekas atau minyak jelantah masih menjadi problem bagi sebagian masyarakat, dibuang langsung tanpa pengolahan dapat mencemari lingkungan, namun dibuang dengan cara diolah, saat ini belum banyak tempat yang menyediakannya.

Namun, keresahan mengenai mengelola jelantah kini ada solusinya, yaitu dengan menyetorkan minyak minimal satu liter ke dalam mesin U-Collect. Menariknya, para penyetor jelantah ini bisa mendapatkan uang.

Account Manager U-Collect, Tharesa menjelaskan, minyak jelantah apabila dimanfaatkan dengan maksimal dapat menjadi produk-produk bernilai tinggi, mulai dari sabun cuci, balsem hingga bahan bakar pesawat.

"Selain itu melalui penyetoran (jelantah) ini, masyarakat turut menjaga lingkungan, mendukung ekonomi sirkular dan bisa mendapatkan pendapatan tambahan. Per liter minyak, dihargai Rp4.000," kata Tharesa, Senin, 21 September 2026.

Ia mengungkapkan, sebelum Surabaya, U-Collect telah hadir dibeberapa daerah di Indonesia, seperti Bali, Jawa Barat dan Jabodetabek. Alat-alat tersebut ditempatkan pada area publik yang mudah dikunjungi orang, seperti hotel, restoran dan kafe.

Baca Juga:
Aktivitas Pengepulan Minyak Jelantah di Perumahan Comal Pemalang Dikeluhkan Warga

"Dari tempat-tempat itu di seluruh Indonesia, kami bisa mendapatkan 50 hingga 60 ton jelantah per bulan," jelasnya.

Hadirnya U-Collect disambut positif oleh anggota PKK, Kelurahan Sawunggaling, Surabaya. Kini, mereka mengaku tidak bingung lagi untuk membuang jelantah.

"Ini sangat bermanfaat karena minyak jelantah itu limbah. Sedangkan saat ini belum ada yang mengelola secara besar, apalagi bisa mendapatkan uang," kata Yaya salah satu warga Kelurahan Sawunggaling.

Suwardi, warga Kelurahan Sawunggaling lainnya juga mengatakan hal yang sama. Minyak jelantah yang selama ini hanya dibuang ke dalam saluran air, kini dapat dibuang di tempat semestinya.

Baca Juga:
Pelita Air Terbang Perdana Gunakan Bahan Bakar Minyak Jelantah

"Sangat bermanfaat sekali ada alat ini, jadi jelantah tidak dibuang sembarangan," ujarnya.

U-Collect ditempatkan di Artotel Grand Prima Surabaya. Lokasinya mudah diakses oleh masyarakat sekitar. Mereka cukup melakukan scan, kemudian menyetorkan jelantah.

Sementara itu General Manager Artotel Grand Prima Surabaya, Teddy Patrick menyampaikan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam keberlanjutan program pengelolaan jelantah.

“PKK dan masyarakat sekitar menjadi bagian yang sangat penting dalam gerakan ini karena kebiasaan mengelola minyak jelantah bisa dimulai dari rumah. Kami berharap setelah kegiatan ini, masyarakat tidak lagi melihat minyak jelantah hanya sebagai limbah yang harus dibuang, tetapi sebagai sesuatu yang masih bisa dikumpulkan dan dimanfaatkan kembali,” katanya. (*)