KETIK, SLEMAN – Upaya melestarikan seni budaya di Kabupaten Sleman terus digeber. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menyuntikkan semangat baru bagi para pelaku seni dengan menyerahkan hibah perlengkapan alat musik, Kamis 9 Juli 2026.

Bantuan bernilai ratusan juta rupiah ini diharapkan jadi amunisi penting untuk menjaga napas kesenian di Bumi Sembada.

Penyerahan dilakukan langsung oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya di Ruang Praja 2 Kantor Setda Sleman. Total nilai hibah yang dikucurkan mencapai Rp390.950.000, berwujud perangkat gamelan dan rebana.

Bupati Harda menegaskan, bantuan dari pemerintah tersebut tidak boleh hanya dimaknai sebagai bagi-bagi barang. Lebih dari itu, dia menyebutnya sebagai investasi jangka panjang daerah.

"Hibah alat musik ini bukan sekadar bantuan sarana, tapi investasi untuk menjaga keberlanjutan seni budaya kita," tegas Bupati Harda usai penyerahan.

Seni budaya, lanjutnya, adalah identitas sekaligus kekuatan sosial masyarakat Sleman yang harus terus dirawat. Karena itu, dia mewanti-wanti agar alat musik tersebut dimaksimalkan untuk rutin latihan, pementasan, hingga menjaring minat generasi muda.

Senada, Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman Ishadi Zayid memaparkan, penyediaan sarana kesenian adalah strategi vital untuk menguatkan ekosistem kebudayaan. Regenerasi seniman yang andal sulit terwujud tanpa fasilitas yang mumpuni.

”Sinergi antara pemerintah, seniman, komunitas, dan masyarakat ini kami harapkan mampu melahirkan inovasi seni yang tetap berakar pada nilai budaya lokal,” papar Ishadi.

Tahun ini, belasan kelompok seni dari berbagai genre kecipratan hibah. Untuk kesenian tradisional, penerimanya antara lain Jathilan Hangesti Turonggo Budoyo, Kudo Mustiko, Panca Tunggal Encling, Putro Ragil, serta Paguyuban Seni Keprajuritan Bregada Kyai Redjo Oetomo.

Sementara dari kelompok religi, karawitan, dan tari, bantuan disalurkan kepada Kyai Krama Nenggala, Nur Masyitoh, Hadroh Lintang Ati, Nurul Khasanah, Nurus Syafaah, Karawitan dan Campursari Kemudho Laras, Margo Luwih Laras, dan Sanggar Tari Sekar Arum.

Bagi para penerima, bantuan ini bukan sekadar alat musik baru. Lebih dari itu, ini adalah bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam "nguri-uri" budaya di tengah gempuran tren modern. Dengan perangkat yang lebih layak, kini para penabuh gamelan hingga penggiat hadroh memiliki modal lebih kuat untuk memoles kualitas pertunjukan.

Langkah Pemkab Sleman ini pun menjadi suntikan moral yang berarti. Ke depan, panggung-panggung kesenian di Sleman diharapkan tak lagi sepi, melainkan terus berdenyut, menjadi ruang bagi lahirnya regenerasi seniman muda yang bangga dengan akarnya sendiri.

Dengan dukungan sarana yang memadai, Bumi Sembada tidak hanya sekadar melestarikan masa lalu, tetapi sedang merajut masa depan kebudayaan yang lebih berwarna, dinamis, dan tetap membumi. (*)

Baca Juga:
Sleman Panen Prestasi, Atlet Juara Umum POPDA DIY Diguyur Bonus Rp 1,1 Miliar
Baca Juga:
Bupati Sleman Harda Kiswaya Kucurkan Dana Hibah Rp3,1 Miliar, Titip Pesan Jangan "Dimainkan"