ITS Inovasikan Limbah Cair Industri Tahu Jadi Kulit Sintetis

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: M. Rifat

27 Des 2022 06:43

Thumbnail ITS Inovasikan Limbah Cair Industri Tahu Jadi Kulit Sintetis
Antusiasme warga Desa Sambiroto, Kabupaten Mojokerto mengikuti kegiatan pemberdayaan ITS. (Foto: Humas ITS) 

KETIK, SURABAYA – Pengolahan limbah industri tahu yang kurang tepat dapat mengakibatkan banyak permasalahan lingkungan. Berangkat dari hal tersebut, civitas akademika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menginisiasikan suatu inovasi guna menangani permasalahan limbah cair industri tahu menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat seperti kulit sintetis.

Sebagai langkah awal, inovasi ini diaplikasikan di Desa Sambiroto, Kabupaten Mojokerto agar mampu menjawab permasalahan mengenai limbah industri tahu yang ada di daerah tersebut. Menurut Ketua Tim Indah Tri Cahyani, inovasi ini juga berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat sekitar.

Dibimbing oleh Ervin Nurhayati ST MT PhD, Indah dan tim menginovasikan sebuah sistem sehingga masyarakat dapat mengolah sendiri limbah cair industri tahu tersebut. Indah menjelaskan bahwa mulanya masyarakat akan meminta limbah cair industri tahu kepada pemilik pabrik sesuai takaran yang dibutuhkan.

Setelah mendapatkan limbah cair industri tahu, masyarakat akan mengolah limbah tersebut. Proses pengolahan dilakukan dengan merebus limbah cair industri tahu dengan ditambahkan beberapa bahan kimia tertentu.

Baca Juga:
ITS Integrasikan Science Techno Park, Dorong Hilirisasi Riset

“Bahan kimia yang digunakan antara lain gula, cuka, pupuk urea foodgrade dicampur dengan bakteri Acetobacter xylinum,” papar mahasiswi Departemen Teknik Lingkungan ini. 

Foto Tampilan produk inovasi dari limbah industri tahu. (Foto: Humas ITS)Tampilan produk inovasi dari limbah industri tahu. (Foto: Humas ITS)

Lebih lanjut, Indah juga menjelaskan bahwasannya inovasi ini juga telah diatur sedemikian rupa sehingga dapat mempermudah masyarakat. Kemudahannya dapat dilihat dari detailnya takaran bahan kimia yang digunakan.

Tak hanya itu, dengan dibantu karang taruna setempat, Indah dan tim juga melakukan pelatihan kepada masyarakat guna memperjelas alur pengolahan limbah.

Baca Juga:
ITS Perkuat Ketahanan Energi Nasional Lewat Inovasi Bensin Sawit dan Teknologi EBT

Produk awal dari proses perebusan limbah cair berupa nata de soya, sejenis makanan yang terbuat dari bahan limbah cair industri tahu. Untuk menjadi sebuah kulit sintetis, nata de soya perlu diolah lagi dengan cara dihilangkan kandungan airnya.

“Produk yang dihasilkan setelah proses ini adalah kulit sintetis atau biasa disebut soya leather,” tambah Indah.

Indah mengatakan bahwa tugasnya dengan tim tidak hanya berhenti hingga menghasilkan produk kulit sintetis tersebut. Setelah dihasilkan produk mentah berupa kulit sintetis, akan dilakukan pelatihan bagi pengrajin kulit sintetis agar dapat mengolah bahan mentah tersebut menjadi bahan yang bernilai jual, seperti dompet dan tas. 

Tim yang juga beranggotakan Wijaya Sakti Muhammad Sampurna dari Departemen Teknik Sistem dan Industri, I Putu Bagus Adhi Pradana dari Departemen Teknik Informatika, beserta dua mahasiswa Departemen Kimia yakni Sinta Eka Septa Sari dan Ardi Lukman Hakim ini masih ingin terus mengembangkan inovasinya.

Setelah ini, lanjut Indah, masih akan dilakukan pemberdayaan kepada masyarakat untuk lebih mengoptimalkan produk kulit sintetis.

Selain memberikan pelatihan, pengoptimalan produk kulit sintetis tersebut dilakukan Indah bersama tim dengan cara mendirikan sebuah koperasi. Koperasi ini didirikan supaya perputaran ekonomi akan semakin jelas.

Hal tersebut penting karena merupakan salah satu upaya untuk menyejahterakan masyarakat. Inovasi tersebut juga telah berhasil membawa tim ITS ini meraih gelar juara II pada gelaran Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-35 di Universitas Muhammadiyah Malang, beberapa waktu lalu. “Semoga inovasi ini bisa terus berkembang dan bisa menjawab keluhan masyarakat tentang limbah industri tahu,” pungkasnya penuh harap. (*)

Baca Sebelumnya

Luluk Diana, Anak Petani Pacitan, Taklukkan Kejuaraan Dunia Angkat besi

Baca Selanjutnya

Korea Selatan Konfirmasi Kematian Pertama Kasus Ameba Pemakan Otak 

Tags:

ITS limbah industri tahu kulit sintetis

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar