Istana Prihatin atas Teror terhadap Influencer, Polisi Diminta Lakukan Investigasi

Editor: Muhammad Faizin

7 Jan 2026 09:50

Headline

Thumbnail Istana Prihatin atas Teror terhadap Influencer, Polisi Diminta Lakukan Investigasi
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. (Foto: Sekretaris Negara)

KETIK, SURABAYA – Istana menyatakan keprihatinan serius atas maraknya tindakan teror yang dialami sejumlah aktivis dan influencer yang dikenal kritis terhadap kebijakan pemerintah. Hal itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menanggapi maraknya teror tersebut.

Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan bahwa segala bentuk intimidasi dan teror terhadap warga negara, termasuk para pembuat konten di media sosial, tidak dapat dibenarkan dalam negara demokratis.

Pemerintah menegaskan tidak mentoleransi segala bentuk intimidasi, sekaligus meminta Polri segera melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap pelaku di balik aksi tersebut.

“Perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi dan tidak seharusnya dibalas dengan ancaman atau intimidasi,” ujar Prasetyo Hadi seperti dikutip dari Suara.com, jejaring media Ketik.com pada Rabu, 7 Januari 2026.

Baca Juga:
Greenpeace Kecam Keras Teror Bangkai Ayam ke Rumah Iqbal Damanik

Prasetyo menegaskan bahwa pemerintah menjunjung tinggi kebebasan berekspresi serta hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat, termasuk kritik terhadap penyelenggaraan pemerintahan.

“Polisi harus segera melakukan investigasi menyeluruh guna mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas aksi teror tersebut,” lanjut Prasetyo.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah akan mengawal proses penegakan hukum agar kasus ini dapat diusut secara tuntas dan transparan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan rasa aman, sekaligus memastikan bahwa tidak ada pihak yang merasa kebal hukum dalam melakukan tindakan yang mengancam keselamatan orang lain.

Meski menyatakan keprihatinan, pemerintah tetap menegaskan sikap terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat. Prasetyo mengimbau agar kritik disampaikan secara konstruktif melalui jalur-jalur yang tersedia, sehingga dapat menjadi bahan evaluasi dan perbaikan kebijakan tanpa memicu konflik atau tindakan yang merugikan.

Baca Juga:
Iqbal Damanik Diteror Kiriman Bangkai Ayam, Ini Tanggapan Greenpeace Indonesia

“Dinamika kritik dan perbedaan pandangan merupakan bagian dari proses pendewasaan demokrasi. Namun, situasi tersebut harus dijaga agar tidak berkembang menjadi iklim ketakutan, terutama di ruang digital yang kini menjadi sarana utama masyarakat untuk menyampaikan aspirasi,” tutur politikus Partai Gerindra ini.

Pemerintah berharap kasus teror terhadap influencer ini tidak berulang dan tidak menghambat kebebasan berekspresi di ruang publik. Dengan penegakan hukum yang tegas dan adil, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap demokrasi dan supremasi hukum tetap terjaga. 

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah aktivis dan influencer mengalami teror dari pihak tidak dikenal. Mereka antara lain Iqbal Damanik (aktivis Greenpeace); Dj Donny; Sherly Annavita; Chiki Fawzi dan sebagainya. Mereka selama ini melontarkan kritik terhadap kinerja pemerintah dalam mengatasi bencana di tiga provinsi di Sumatera serta penanganan kerusakan lingkungan hidup. 

Baca Sebelumnya

Aksi Nyata! Warga Kebandungan dan Pengarasan Brebes Kerja Bakti Perbaiki Jalan Rusak Secara Swadaya

Baca Selanjutnya

Turnamen Voli Piala Kadin 2025 Jadi Panggung Bakat Muda SMP Negeri se-Blitar Raya

Tags:

teror aktivis dan influencer Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi Iqbal Damanik Dj Donny

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

Kerusuhan di Polsek Panipahan imbas Kemarahan Warga Terkait Narkoba, Polda Riau Lakukan Evaluasi Besar

15 April 2026 08:50

Kerusuhan di Polsek Panipahan imbas Kemarahan Warga Terkait Narkoba, Polda Riau Lakukan Evaluasi Besar

So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

15 April 2026 08:07

So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

15 April 2026 05:41

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

Bertemu Macron di Istana Élysée, Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia–Prancis

15 April 2026 05:08

Bertemu Macron di Istana Élysée, Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia–Prancis

Takut Dibunuh Intel Iran, Anak Buah Netanyahu Minta PM Israel Boleh Tak Hadiri Sidang Korupsi

14 April 2026 07:20

Takut Dibunuh Intel Iran, Anak Buah Netanyahu Minta PM Israel Boleh Tak Hadiri Sidang Korupsi

Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

14 April 2026 06:20

Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar