KETIK, SIDOARJO – Pencairan insentif guru ngaji mendapat sambutan gembira ribuan guru ngaji Sidoarjo. Mereka berdatangan sejak sore ke Pendopo Delta Wibawa. Untuk memfasilitasi para pahlawan generasi tersebut, Pemkab Sidoarjo menyiapkan tenda, karpet, bahkan konsumsi mereka selama kegiatan. Bupati Subandi menyatakan nilai insentif guru ngaji akan ditambah sesuai dengan data valid EMIS di Kemenag Sidoarjo. 

"Insya Allah sudah hampir 85 persen guru ngaji bisa menyelesaikan EMIS. Kami yakin nanti di 2027 lebih dari 5.000 yang akan mendapatkan insentif karena EMIS-nya sudah terselesaikan,” ungkap Bupati Subandi di hadapan ribuan guru yang hadir langsung di Pendopo Delta Wibawa. 

Guru-guru ngaji Sidoarjo pun bertepuk tangan gembira. Bupati Subandi menyatakan pemberian insentif guru ngaji tidak dikaitkan dengan faktor, seperti politik. Juga, tidak boleh sama sekali dipotong untuk keperluan apa pun. Misalnya, membangun kantor TPQ. Kalau ada yang punya rencana membangun kantor, lebih baik minta bantuan Pemkab Sidoarjo.

"Itu sudah menjadi kewajian kami untuk membantu," tambah Bupati Subandi. 

Bupati Subandi mengajak mereka untuk selalu bersemangat dalam mendidik anak-anak belajar membaca Al-Quran. Pengabdian mereka pasti akan mendapatkan apresiasi sekaligus tentu pahala dari Allah SWT. 

Baca Juga:
Insentif Ribuan Guru Ngaji Sidoarjo Cair, Bupati Subandi Tegaskan Tak Boleh Ada Potongan Apa pun

Dia menambahkan program pemberian insentif guru ngaji Sidoarjo akan terus dievaluasi dan diupayakan berkelanjutan. Pemkab Sidoarjo mendorong para guru TPQ yang belum terdata dalam EMIS Kemenag Sidoarjo agar segera melengkapi persyaratan administrasi. Dengan begitu, seluruh guru TPQ dapat memperoleh hak yang sama pada tahun-tahun mendatang.

"Kalau data EMIS ini masuk, Insya Allah tetap akan kita realisasikan dalam PAK (Perubahan Anggaran Keuangan). Apabila data EMIS,  semisal 8.000 guru, Insya Allah Bupati dan DPRD akan meralisasikan 8.000,” tambah Bupati Subandi.

Ketua Forum Komunikasi Kepala (FKK) TPQ Kabupaten Sidoarjo H. Saifullah bersyukur Pemkab Sidoarjo selalu memberikan insentif kepada guru TPQ di Sidoarjo. Ia berharap nantinya seluruh guru TPQ di Kabupaten Sidoarjo mendapatkan insentif.

“Alhamdulillah. Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang mulai tahun 2006 sampai hari ini 2026 memberikan insentif untuk guru TPQ. Sudah 20 tahun,” ucapnya.

Baca Juga:
Satpol PP Sidoarjo Razia Pelajar Bolos, Bupati Subandi: Selamatkan Anak Kita agar Tak Terjerumus Kenakalan

Saifullah akan mendorong guru-guru TPQ untuk menyelesaikan administrasi pendataan pada aplikasi EMIS. Sebab, masih banyak guru ngaji yang belum masuk dalam data EMIS tersebut. Hal itu menjadi kendala guru ngaji  untuk memperoleh insentif. Manakala ada guru-guru TPQ yang belum selesai dan beres untuk EMIS-nya, mereka tidak mendapatkan insentif.

"Karena persyaratan itu masuk dalam juknis penerima insentif Kabupaten Sidoarjo yang sudah ditandatangani di tahun 2024," ujarnya.

Menurut dia, banyak faktor yang menjadi kendala guru-guru TPQ untuk bisa masuk data di EMIS. Misalnya, koneksi wifi atau server EMIS yang bermasalah. Namun, dia yakin tahun depan penerima insentif akan bertambah. Saat ini sudah hampir 85 persen guru ngaji sudah bisa menyelesaikan persyaratan EMIS. 

"Kami yakin nanti di 2027 lebih dari 5.000 yang akan mendapatkan insentif karena EMIS-nya sudah terselesaikan,” Saifullah. (*)