Ini Syarat Dapat Santunan Kematian Program Unggulan Bupati Pemalang

Jurnalis: Slamet Sumari
Editor: Mustopa

8 Mar 2025 06:40

Thumbnail Ini Syarat Dapat Santunan Kematian Program Unggulan Bupati Pemalang
Kepala Bappeda Kabupaten Pemalang Moh.Sidik ketika diwawancara pada Jumat, 7 Maret 2025 (Foto: Prapto/ketik.co.id)

KETIK, PEMALANG – Bupati Pemalang terpilih Anom Widiyantoro memiliki program unggulan yaitu santunan kematian bagi warganya senilai Rp3 juta. Program itu digembar-gemborkan saat kampanye Pilkada 2024.

Bagi masyarakat Kabupaten Pemalang yang ingin mendapatkan program santunan kematian ini harus memenuhi sejumlah persyaratan. Di antaranya warga miskin penerima PKH dan usia meninggal di atas 55 tahun.

Perihal syarat ini disampaikan Kepala Bappeda Kabupaten Pemalang Moh. Sidik kepada wartawan usai mengadakan rapat bersama para OPD (organisasi perangkat daerah) pada Jumat, 7 Maret 2025.

"Untuk santunan kematian, tapi ini untuk masyarakat miskin. Ini terpola untuk penerima PKH bagi usia 55 tahun ke atas," katanya di Kantor Bappeda setempat.

Baca Juga:
749 Calon Jemaah Haji Pemalang Dilepas, Ini Pesan Bupati Anom

"Iya khusus lansia keluarga PKH. Karena kalau semuanya anggarannya tidak cukup," imbuhnya.

Untuk besaran nominalnya, kata Sidik, ada dua pola yaitu Rp3 juta yang dikelola Dinas Sosial dan Rp40 juta dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan.

"Kita (Pemda) bayar premi asuransinya mulai bulan Mei, kita daftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bappeda Pemalang juga mengungkapkan ada efisiensi anggaran di sub-sub tertentu untuk membiayai program Bupati terpilih termasuk program 100 hari kerja.

Baca Juga:
Pemalang Canangkan Bulan Dana PMI 2026, Target Rp1,6 Miliar

Salah satunya yaitu seragam sekolah gratis dan internet gratis. "Untuk seragam sekolah nanti coba diklarifikasi ke dinas pendidikan ya, karena saya agak lupa," pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Ini Daftar 9 Anggota Dewan Pers 2025-2028

Baca Selanjutnya

Klaim JHT 2.700 THL yang Putus Kontrak Diproses BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madura

Tags:

Bupati pemalang Bupati Anom Anom Widiyantoro Kepala BAPPEDA Program Santunan Kematian pemalang

Berita lainnya oleh Slamet Sumari

Pengurus MLKI Pemalang 2026–2031 Resmi Dilantik, Perkuat Toleransi dan Pelestarian Nilai Kepercayaan

19 April 2026 19:12

Pengurus MLKI Pemalang 2026–2031 Resmi Dilantik, Perkuat Toleransi dan Pelestarian Nilai Kepercayaan

Dua Direktur Purnatugas, Bupati Anom Dorong Tirta Mulia Pemalang Siap Hadapi Tantangan ESG

19 April 2026 18:32

Dua Direktur Purnatugas, Bupati Anom Dorong Tirta Mulia Pemalang Siap Hadapi Tantangan ESG

Bimtek Akreditasi Perpustakaan Digelar, Pemalang Targetkan Peningkatan Mutu Layanan

19 April 2026 18:00

Bimtek Akreditasi Perpustakaan Digelar, Pemalang Targetkan Peningkatan Mutu Layanan

Korve Jumat di Pantai Sumur Pandan, Pemkab Pemalang Dorong Wisata Bersih dan Asri

18 April 2026 18:30

Korve Jumat di Pantai Sumur Pandan, Pemkab Pemalang Dorong Wisata Bersih dan Asri

Lomba Cerdas Cermat SD Kabupaten Pekalongan 2026, Dorong Generasi Cerdas dan Berkarakter

18 April 2026 13:13

Lomba Cerdas Cermat SD Kabupaten Pekalongan 2026, Dorong Generasi Cerdas dan Berkarakter

IHT di SMPN 1 Pulosari, Dinsos KBPP Pemalang Tekankan Pencegahan Bullying di Sekolah

17 April 2026 12:41

IHT di SMPN 1 Pulosari, Dinsos KBPP Pemalang Tekankan Pencegahan Bullying di Sekolah

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend