KETIK, MALANG – Arema FC membeber alasan mereka mendatangkan Mauro Zijlstra dari Persija Jakarta untuk menghadapi Super League 2026/2027. Status Mauro sebagai pemegang paspor Indonesia disebut menjadi satu alasan tersendiri bagi Singo Edan untuk mendatangkannya.
Mauro datang ke Malang dengan status pemain pinjaman dari Persija Jakarta. Kesepakatan tersebut berlaku selama satu musim.
Status Mauro sebagai pemegang paspor Indonesia membuat Arema bisa mendaftarkannya sebagai pemain lokal dalam kompetisi. Kondisi ini memberikan keuntungan bagi klub dalam menyusun komposisi skuad, terutama karena Arema memiliki ruang yang lebih fleksibel untuk menentukan jumlah dan posisi pemain asing.
“Mauro adalah pemain berkewarganegaraan Belanda, tetapi memiliki paspor Indonesia. Jadi dia datang bukan dengan status pemain asing, tetapi lokal. Tentu ini menguntungkan,” kata Pelatih Arema FC, Marcos Santos.
Namun, Mauro Zijlstra bukan sekadar pemain “asing” dengan status lokal. Penyerang berusia 22 tahun tersebut juga memiliki sejumlah kelebihan lain yang membuat Marcos Santos merasa kedatangannya bisa memberikan dampak positif bagi tim.
Baca Juga:
Zijlstra Bisa Jadi Bukan Rekrutan Terakhir, Arema FC Masih Buka Peluang Tambah PemainPenampilan Mauro bersama Timnas Indonesia menjadi salah satu pertimbangan. Marcos menilai sang pemain memiliki kualitas yang sesuai dengan kebutuhan Arema FC, terutama dari sisi usia, kondisi fisik, dan kemampuan bermain.
“Dia tampil bagus bersama tim nasional. Dia masih muda, kuat, berada dalam kondisi yang bagus, dan kami percaya dia datang untuk menambah kualitas permainan kami,” imbuh Marcos.
Selain itu, kepindahan Mauro ke Arema membuka peluang bagi sang pemain untuk mendapatkan menit bermain yang lebih banyak. Musim sebelumnya, pemain berdarah Belanda tersebut dinilai belum memperoleh kesempatan bermain secara maksimal bersama Persija Jakarta.
Kehadiran Mauro pun diharapkan bisa memberikan opsi tambahan bagi Marcos di lini depan. Usianya yang masih 22 tahun juga membuat Arema mendapatkan pemain yang masih memiliki ruang besar untuk berkembang.
Baca Juga:
Persiapan Championship 2026/2027, Deltras FC Tantang Arema FC di KanjuruhanMarcos sendiri memastikan status pemain tidak akan menjadi faktor utama dalam menentukan siapa yang dimainkan. Baik pemain asing, lokal, maupun naturalisasi akan mendapatkan kesempatan yang sama berdasarkan kebutuhan tim dan performa di lapangan.