Implementasi Tri Hita Karana, Komunitas "Ngewedang" Gelar Aksi Bersih-Bersih Pantai Seminyak Bali

Jurnalis: Fajar Rianto
Editor: Muhammad Faizin

22 Jun 2025 07:00

Thumbnail Implementasi Tri Hita Karana, Komunitas "Ngewedang" Gelar Aksi Bersih-Bersih Pantai Seminyak Bali
Aksi sosial bersih-bersih pantai di kawasan Pantai KuDeTa, Seminyak, Bali dilakukan Jumat 20 Juni 2025. Di awali dengan touring motor dari titik kumpul (Pengadilan Tinggi Denpasar) menuju lokasi kegiatan. (Foto: Marlyus/Ketik)

KETIK, DENPASAR – Sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian lingkungan, Komunitas Ngewedang, yang merupakan perkumpulan aparatur dan tenaga honorer Pengadilan Tinggi Denpasar, menggelar kegiatan bersih-bersih pantai di kawasan Pantai KuDeTa, Seminyak, Bali.

Komunitas Ngewedang (Ngewedang Comunity) digagas oleh Marliyus Marle pada November 2024. Awalnya komunitas yang memiliki jargon, "Ngewedang Community – wedang dulu, gas kemudian", ini berfokus pada kegiatan touring, seperti perjalanan ke Kintamani dan Singaraja. Nama Ngewedang sendiri merupakan singkatan dari "Ngerereh Keluruhan Sane Ledang" yang menurut Marliyus, berarti tempat untuk belajar dan berkembang bersama.

Dalam keterangannya Sabtu malam 21 Juni 2025, Marliyus juga menjelaskan bahwa dalam bahasa Bali, ngewedang memiliki arti meminum kopi hangat, yang melambangkan suasana keakraban, kebersamaan, dan kehangatan dalam berkomunitas.

"Kami juga pernah mengadakan acara buka puasa bersama sebagai bentuk kekeluargaan," ungkap Marlyus yang kesehariannya merupakan Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar Bali ini.

 

Foto Penggagas komunitas Ngewedang Marliyus Marle (tengah) memberikan pengarahan pada peserta kegiatan sebelum melakukan aksi bersih-bersih pantai. (Foto: Marlyus/Ketik)Penggagas komunitas Ngewedang Marliyus Marle (tengah) memberikan pengarahan pada peserta kegiatan sebelum melakukan aksi bersih-bersih pantai. (Foto: Marlyus/Ketik)


Ia tambahkan momen tersebut
menunjukkan betapa pentingnya semangat kebersamaan dalam komunitas ini.

Marlyus berharap kedepannya, komunitas ini akan semakin aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan lingkungan, dengan tujuan memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar.
 
Disebutkan aksi sosial bersih-bersih pantai di kawasan Pantai KuDeTa, Seminyak, Bali tersebut dilakukan Jumat 20 Juni 2025. Di awali dengan touring motor dari titik kumpul (Pengadilan Tinggi Denpasar) menuju lokasi kegiatan. Momen ini menciptakan semangat kebersamaan di antara para anggota komunitas. Setibanya di Pantai KuDeTa, para peserta langsung memulai kegiatan pembersihan area pantai dari sampah plastik dan limbah lainnya, sebagai langkah nyata dalam menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan pesisir Bali.

Kegiatan ini bukan hanya menjadi aksi sosial biasa, tetapi juga merupakan wujud nyata dari implementasi nilai-nilai luhur Tri Hita Karana, filosofi hidup masyarakat Bali yang mengajarkan tentang keharmonisan dalam tiga aspek: hubungan manusia dengan Tuhan (Parhyangan), hubungan antarsesama manusia (Pawongan), dan hubungan manusia dengan lingkungan alam (Palemahan).

Sementara itu Ketua komunitas Ngewedang, Ngurah Kusuma Wijaya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal dari serangkaian aksi sosial dan kemanusiaan yang direncanakan akan dilakukan secara rutin oleh komunitas.

Baca Juga:
Dinas ESDM Jatim Akui Cuma 5 Tambang Resmi di Sampang, PMII Soroti Maraknya Tambang Ilegal

 

Foto Komunitas Ngewedang, yang merupakan perkumpulan aparatur dan tenaga honorer Pengadilan Tinggi Denpasar, saat melakukan kegiatan bersih-bersih pantai di kawasan Pantai KuDeTa, Seminyak, Bali.(Foto: Marlyus/Ketik)Komunitas Ngewedang, yang merupakan perkumpulan aparatur dan tenaga honorer Pengadilan Tinggi Denpasar, saat melakukan kegiatan bersih-bersih pantai di kawasan Pantai KuDeTa, Seminyak, Bali.(Foto: Marlyus/Ketik)


Ngurah Kusuma Wijaya mengatakan dirinya percaya bahwa menjaga alam adalah bagian dari menjaga keharmonisan hidup. Untuk itu lewat kegiatan ini, pihaknya ingin menerapkan semangat Tri Hita Karana, terutama dalam menjaga hubungan selaras dengan alam sekitar.

"Kami ingin memberi kontribusi nyata terhadap lingkungan, dimulai dari hal kecil seperti menjaga kebersihan pantai," tegasnya.

Kegiatan ini dihadiri Kepala ingkungan dan Lurah Seminyak. Kehadiran keduanya dalam kegiatan ini menjadi simbol sinergi antara masyarakat dan pemerintah dalam upaya pelestarian lingkungan. Mereka mengapresiasi inisiatif komunitas Ngewedang dan berharap kegiatan serupa dapat menginspirasi komunitas lainnya.

Dengan semangat kebersamaan, kepedulian lingkungan, dan nilai-nilai kearifan lokal, Ngewedang menunjukkan bahwa komunitas berbasis hobi pun dapat menjadi agen perubahan yang positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
 
“Ngewedang Community – wedang dulu, gas kemudian” pungkas Ketua komunitas Ngewedang, Ngurah Kusuma Wijaya. (*)

Baca Juga:
Rutan Situbondo Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine, Begini Hasilnya
Baca Sebelumnya

Penuh Haru! Ribuan Kader PDIP se-Jateng Ziarah Makam Bung Karno, Ini Pesan Bambang Pacul

Baca Selanjutnya

Penangguhan Penahanan 6 Tersangka Kasus Ummad, Kuasa Hukum Korban Menduga Ada Intervensi

Tags:

Komunitas Ngewedang Aksi Bersih-Bersih Pantai Seminyak bali Lingkungan Tri Hita Karana Pengadilan Tinggi Denpasar Bali Marliyus Marle Ngurah Kusuma Wijaya

Berita lainnya oleh Fajar Rianto

Digitalisasi Rusunawa Sleman: Dari SIMRUWA hingga Target Hunian Kelas Satu

15 April 2026 14:31

Digitalisasi Rusunawa Sleman: Dari SIMRUWA hingga Target Hunian Kelas Satu

Zulfikri Sofyan: Vonis Bebas di PN Ruteng NTT Adalah Lompatan Keadilan Substantif

15 April 2026 12:27

Zulfikri Sofyan: Vonis Bebas di PN Ruteng NTT Adalah Lompatan Keadilan Substantif

Strategi Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman Wujudkan Kedaulatan Air Desa: Menuju PAMdes yang Mandiri

14 April 2026 15:49

Strategi Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman Wujudkan Kedaulatan Air Desa: Menuju PAMdes yang Mandiri

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

13 April 2026 22:04

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

13 April 2026 15:21

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

9 April 2026 16:31

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar