Imigrasi Surabaya Gagalkan Penyelundupan 17 WNA Asal Nepal ke Eropa

Jurnalis: Moch Khaesar
Editor: Mustopa

21 Jan 2025 06:40

Thumbnail Imigrasi Surabaya Gagalkan Penyelundupan 17 WNA Asal Nepal ke Eropa
Imigrasi Surabaya mengamankan 17 orang WNA asal Nepal yang hendak diselundupkan ke Eropa, Senin, 20 Januari 2025. (Foto: Khaesar/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya mengamankan 17 warga negara asing (WNA) asal Nepal yang hendak diselundupkan ke Eropa. 17 WNA asal Nepal itu ditangkap saat transit di Bandara Internasional Juanda sebelum melanjutkan berangkat ke Eropa.

"Saat investigasi awal, telah diamankan 18 warga negara Nepal dan seorang warga negara India di dua lokasi berbeda, yakni Kendangsari dan Siwalankerto, Surabaya," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, Ramdhani, saat konferensi pers, di kantor Imigrasi Surabaya, Senin, 20 Januari 2025.

"Mereka ini datang ke Indonesia secara berangsur-angsur menggunakan dokumen izin tinggal yang diperoleh secara tidak sah," imbuhnya.

Menurut Ramdhani, sindikat ini diduga memanfaatkan dokumen izin tinggal palsu untuk mengelabui petugas. Para korban dijanjikan akan diberangkatkan ke negara-negara Eropa, seperti Ceko, Lithuania, dan Hungaria.

"Modus mereka adalah menjadikan Indonesia sebagai alibi tempat tinggal sementara, sebelum akhirnya membawa korban ke negara-negara Eropa," jelas Ramdhani.

Terdapat barang bukti berupa paspor palsu dan dokumen pendukung lainnya yang diamankan. Pihak imigrasi memastikan bahwa operasi ini merupakan langkah awal untuk membongkar jaringan sindikat hingga ke akar-akarnya.

Dalam operasi tersebut, tiga orang ditetapkan sebagai tersangka utama, dengan inisial BBBK WNA Nepal yang memiliki peran sebagai penyelundup utama. Kedua SK, WNA India yang memberikan fasilitas kepada para korban. Dan LT warga Indonesia diduga mendukung operasional penyelundupan.

"Untuk ketiga tersangka ini nantinya akan dijerat Pasal 120 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, dengan ancaman pidana penjara 5 hingga 15 tahun serta denda Rp500 juta hingga Rp1,5 miliar," ucap Ramdhani

Selain menangkap pelaku, Imigrasi Surabaya menegaskan komitmennya dalam memberikan perlindungan kepada para korban.

"Kami pastikan para korban mendapatkan perlindungan maksimal sesuai amanat undang-undang," ujar Ramdhani.

Sementara itu, Kepala Bidang Inteldakim Novrian Jaya menyampaikan bahwa tersangka mendapatkan keuntungan sejumlah uang apabila berhasil memberangkatkan warga Nepal ke negara tujuan tersebut.

"Saat ini melakukan pendalaman pemeriksaan, sejumlah uangnya, karena dari pemeriksaan awal ada 1000 dolar didapatkan untuk ketika mereka berhasil memberangkatkan warga negara Nepal," ujarnya.

Novrian juga menyebutkan bahwa penyelundupan manusia ini bukan hal yang baru, ini memang sudah tejadi sejak lama dan merupakan sindikat yang terstruktur.

"Sampai saat ini, kami tetap bekerjasama melakukan komunikasi dari interpol kemudian juga pemerintah instansi kita bekerja sama sinergitas saling membantu memberikan informasi terkait adanya dugaan atau titik-titik dimana penyelundupan manusia ini terjadi," jelas Novrian.

Sebagai antisipasi hal itu, Imigrasi juga menyiagakan Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora) yang secara intens mengali informasi baik dari baik internal maupun eksternal.

"Kami memiliki wadah yang namanya Tim Pora, yang mana tim pora ini kerap kali memang kita perdayakan, ditambah lagi kumpulan informasi-informasi dari pihak eksternal. Jadi kita tidak bisa menjaga keutuhan negara kita sendirian. Kita perlu bersatu padu untuk menjaga kedauluatan negara kita," pungkasnya. (*)

Baca Juga:
Cerita PMI Ilegal asal Pacitan, Dieksploitasi hingga Miliki Dua Anak di Malaysia
Baca Juga:
Ada yang Cuma 11 Jam, Kok Bisa? Ini Daftar Negara dengan Puasa Terlama dan Tersingkat 2026
Baca Sebelumnya

Banjir di Pemalang, 350 Rumah Warga di Desa Pesantren Ulujami Terendam

Baca Selanjutnya

Puting Beliung Porak Porandakan Kawasan Pesisir Pasuruan

Tags:

Imigrasi Surabaya WNA asal Nepal eropa perdagangan orang penyelundupan ke eropa

Berita lainnya oleh Moch Khaesar

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

24 Oktober 2025 20:01

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

22 Oktober 2025 19:30

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

22 Oktober 2025 19:04

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

20 Oktober 2025 06:05

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

19 Oktober 2025 12:38

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

18 Oktober 2025 22:41

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar