KETIK, BATU – Asap disertai bau menyengat dari kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang, Kecamatan Sukun, Kota Malang, mulai dirasakan warga Kota Batu, pada Rabu malam, 21 Oktober 2026.

Salah satu warga Junrejo, Tomi, mengaku mulai mencium bau asap sejak sekitar pukul 20.00 WIB. Bau menyengat tersebut dirasakan bersamaan dengan munculnya asap di lingkungan tempat tinggalnya.

“Baunya juga menyengat, seperti plastik yang dibakar” ujar Tomi.

Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah pengguna media sosial Threads. Beberapa di antaranya melaporkan mencium bau asap saat berada di wilayah Junrejo hingga kawasan Jalan Sultan Agung, Kota Batu.

Akun Halooktav_ mengungkapkan kebingungannya setelah mencium bau asap ketika berada di kawasan tersebut. Ia menyebut bau serupa juga tercium saat melintas dari Junrejo menuju Dau.

Baca Juga:
Kondisi Terkini Kebakaran TPA Supit Urang Malang, Petugas Fokus Padamkan 70 Titik Api Tersisa

“Guys ini ada apakah kok aku keluar bau asap banget, barusan Junrejo-Dau uda bau asap banget,” tulisnya.

Pengguna Threads lainnya, Ariexabdoel, menduga asap yang tercium di wilayah Junrejo berasal dari kebakaran TPA Supit Urang di Kota Malang.

“Sepertinya Asap Kebakaran TPA Supit Urang sudah sampai Kawasan Junrejo Kota Batu,” tulisnya.

Sementara itu, akun Airlanggamommy menyebut kondisi berkabut akibat asap juga dirasakan di kawasan Jalan Sultan Agung. Ia mengaku mengalami kondisi tersebut saat melintas untuk mencari makan.

Baca Juga:
Karhutla Gunung Arjuno-Welirang Makin Meluas, Dua Titik Api Muncul di Sumbergondo Kota Batu

“Lo sampe jalan kembar (Jalan Sultan Agung) malahan. Aku duty barusan lewat cari makan di jalan kembar bisa berkabut asap,” tulisnya.

Sebagai informasi, jarak garis lurus antara TPA Supit Urang di Kecamatan Sukun, Kota Malang, dan pusat Kota Batu diperkirakan sekitar 13-14 kilometer.

Kebakaran di TPA Supit Urang terjadi pada Rabu siang, 21 Oktober 2026. Titik api diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah di wilayah selatan, kemudian bara api terbawa angin hingga masuk ke area tempat pemrosesan akhir tersebut.

Kebakaran melanda tumpukan sampah seluas sekitar satu hektare. Hingga Rabu malam, tim gabungan masih melakukan upaya pemadaman karena api cepat membesar akibat angin kencang dan akumulasi gas metana. (*)